Category Archives: Fatwa Ulama

Keluarga Besar, Banyak Anak Banyak Rezeki


👍🏻 *BANYAK ANAK BANYAK REJEKI*

 

📝 Berkata asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah: “Dan sungguh telah sesat dengan kesesatan yang nyata orang yang berburuk sangka kepada Rabbnya. Dia berkata: “janganlah kalian memperbanyak anak. Nanti rezeki kalian akan sempit!” Mereka telah berdusta demi Rabbnya ‘Arsy. Jika mereka memperbanyak anak, Allah juga akan memperbanyak rezeki mereka. Karena tidak ada satu pun binatang melata di muka bumi kecuali Allah menanggung rezekinya. Maka rezeki anak-anakmu berada dalam tanggungan Allah. Dialah yang membuka untukmu pintu-pintu rezeki agar engkau bisa menafkahi mereka. Akan tetapi mayoritas manusia, mereka berburuk sangka pada Allah dan mereka bersandar pada perkara yang bersifat materi, yang bisa dilihat. Mereka tidak melihat pada sesuatu yang cakupannya jauh dan pada kekuasaan Allah ‘Azza wa Jalla. Padahal Dialah yang Memberi rizki walaupun anak-anakmu banyak. *Perbanyaklah anak, niscaya rizkimu akan diperbanyak. Inilah pendapat yang shahih (benar).*”

📚 Syarh Riyadhush Shalihin 1/558

 

🍋 Thuwailibul ‘Ilmisy Syar’i (TwIS)

 

🖊 Abu Abdillah Rahmat

 

🗓 23 R. Awwal 1439

11 Desember 2017

 

🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂

 

🚀 Dipublikasikan :

[ http://bit.ly/Webtic45%5D%5B bit.ly/Teletic ]

__________________________________

📚 WA TIC

Bolehkah Wanita Menonton Para Ulama di Televisi? Membandingkan Fatwa Ulama dengan Fatwa Da’i Rodja


Pertanyaan: Apa hukum wanita melihat pria di televisi, seperti melihat kepada para dai dan masayikh serta ulama ketika mereka menyampaikan ceramah?

Jawaban:

Demi Allah, ini merupakan bencana, yaitu masalah media ini dengan tampilnya pria di hadapan wanita dan wanita di hadapan pria. Ini merupakan musibah. Dia bisa mendengarkan nasehat dan pelajaran (agama) melalui radio tanpa melihat gambar (pria).

~ Audio bisa di Download di sini

Continue reading →

Bid’ahnya Doa “Shadaqallahul Azhiim” Setelah Membaca AlQuran, Lalu Apa yang Harus Dibaca?


DIANTARA SUNNAH YANG TELAH DITINGGALKAN MANUSIA SETELAH MEMBACA AL-QURAN

Janganlah engkau membaca:

صدق الله العظيم

akan tetapi bacalah:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Sunnah yang kebanyakan manusia melalaikannya setelah membaca Al-Quran.

Disunnahkan setelah selesai membaca Al-Quran untuk membaca :

( سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ).

“Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” Continue reading →

Siapakah Dia Syaikh Shalih Al-Maghamisi (imam dan Khatib Masjid Quba’)?


Tanya:

Siapakah Syaikh Saleh Al-Maghamisi imam masjid Quba’?

Jawab:

(Oleh Ustadz Abu Muawiyah Askari hafizhahulloh)

Afwan ya ikhwan. Saleh Al-Maghamisi adalah seorang sufi mubtadi’, para ulama telah memberi peringatan terhadapnya. Di antaranya adalah Syaikh Ubaid Al-Jabiri Hafizhahullah. Walhamdulillah masih banyak nasehat para ulama yang menyentuh hati, tanpa perlu mengambil faedah dari ahli bid’ah. Barakallahu fiikum.

_http://www.thalabilmusyari.web.id/2013/09/siapakah-syaikh-saleh-al-maghamisi.html

Kabar Gembira Dari Mekah


Surat dari asy-Syaikh Hani’ bin Buraik, yang telah dibaca oleh al-’Allamah asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah untuk Salafiyyin di Indonesia

بسم الله الرحمن الرحيم

إلى إخواننا أهل السنة والجماعة في إندونيسيا

“قرأها فضيلة الشيخ العلامة ربيع بن هادي المدخلي”

نحمد الله إليكم الذي أسبغ علينا وعليكم نعمه ظاهرة وباطنة والتي أجلها نعمة الهداية للسنة والدعوة إليها في زمن كثرت فيه البدع والدعاة إليها.

وﻻشك أن الدعوة إلى السنة على منهج سلف اﻷمة الصالح والذب عن دين الله بالحكمة والموعظة الحسنة والجدال بالتي هي أحسن من أعظم أبواب الجهاد في سبيله سبحانه وتعالى جعلنا الله وإياكم على هذا النهج وثبتنا عليه حتى نلقاه.

هذا وقد جرى في سابق علمكم الخلاف في أمور دعوية بين الإخوة عندكم وكان من ذلك ما أخذ على اﻷخ ذي القرنين ورفع للمشايخ في فترة مضت ثم جرى بعد ذلك تحذير شيخنا العﻻمة ربيع بن هادي المدخلي – حفظه الله وأمتعنا والمسلمين بحياته – من اﻷخ ذي القرنين – نصحا له ورغبة في الخير له – وقد نشر عندكم على نطاق واسع فما كان من اﻷخ الفاضل ذي القرنين – حفظه الله – إﻻ أن استجاب وقام ببادرة يشكر عليها يظهر منها حرصه على لزوم السنة وجمع الكلمة مع إخوته اﻷفاضل – الذين ﻻ يظن بهم إﻻ إرادة الخير له وللدعوة – فزار شيخنا ربيعا بمكة واستمع لنصحه وتوجيهه .

وها نحن نكتب بمشورة شيخنا ووالدنا العلامة ربيع بن هادي المدخلي – حفظه الله – للإخوة جميعا في إندونيسيا وباﻷخص الإخوة اﻷفاضل المختلفين معه بأن يرحبوا بأخيهم الفاضل ذي القرنين أخا وداعية ومعلما معهم حيث التزم بالرجوع عن كل المؤاخذات التي أقر بها المشايخ وهو بذلك يضرب مثاﻻ طيبا يشكر له. ونرجو له الثبات وعدم العود لما أخذ عليه حتى ﻻ يفتح بابا للفرقة والخلاف يلج منه خصوم السنة. وعلى كل من نصح له علماء السنة أن يعود لنصحهم ويلتزم به وﻻ يكابر ويعاند.

وعلى الجميع أن يسعدوا باجتماع الكلمة ويفرحوا بها فاﻻجتماع أصل عظيم من أصول أهل السنة والجماعة. وهو عﻻمة على أن الناصح ﻻيريد بالنصح إﻻ وجه الله سبحانه وتعالى.

ونوصي الجميع بأن يتركوا أسباب الفرقة ويأخذوا بأسباب اﻹجتماع وترك التعصب للأشخاص وقبول النصح ممن جاء به وعدم التعالي عن قبول الحق .

وأن نلتزم بالرجوع لعلمائنا في أمورنا الدعوية وأﻻ ننطلق من فهمنا الخاص لمنهج السلف الصالح بل بعلم العلماء و فهمهم الصائب وحكمتهم وتجاربهم وتطبيقهم العلمي العملي لذلك المنهج الرباني العظيم الذي هو بحق وصدق يصدق عليه الوصف اﻹلاهي للرسالة المحمدية العظمى ذلك الوصف في قوله جل شأنه (وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ) تلك الرسالة التي أضاءت العالم بعد ظلمة وآنسته بعد وحشة ونشرت في أكنافه وأرجائه حقيقة التوحيد وكمال اﻹيمان والعدالة بين البشرية واﻷخوة بين المؤمنين والرحمة.

ونختم بحمد الله الذي بنعمته تتم الصالحات (قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ)

ونصلي ونسلم على من جمع الله به قلوب أهل اﻹيمان وهدى به من نزغات الشيطان وعلى آله وصحبه من صدق فيهم قوله سبحانه (وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ) وقوله تعالى (وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ) .

كتبها هاني بن علي بن بريك

Terjemah

بسم الله الرحمن الرحيم

Kepada saudara-saudara kami Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Indonesia

“Surat ini telah dibaca oleh Fadhilatu asy-Syaikh al-’Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali” Continue reading →

Nasihat Syaikh Rabi’ Terhadap Beberapa Masalah Manhajiyyah di Indonesia


Alhamdulillah berkat rahmat dan taufiq dari Allah telah terjadi jalsah (pertemuan) para du’at/asatidzah Indonesia dengan al-Walid asy-Syaikh al-’Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah di kediaman beliau pada Ramadhan 1433 H lalu, guna menanyakan beberapa permasalahan manhajiyyah yang menjadi perselisihan antara para duat di Indonesia.

Tentunya, hasil dari pertemuan tersebut bisa menjadi bimbingan dan pedoman dalam menyelesaikan perselisihan yang selama ini terjadi.Tapi, kenyataan yang ada sangat menyedihkan.Setelah pertemuan tersebut justru muncul interpretasi dan persepsi yang berbeda-beda terhadap nasehat dan arahan yang disampaikan oleh asy-Syaikh Rabi’, bahkan sebagian pihak ada yang berani membantah ucapan asy-Syaikh Rabi’.Sehingga perselisihan yang ada terus berkelanjutan.

Suasana ini membuat prihatin sebagian para asatidzah, terutama yang turut hadir dalam jalsah Ramadhan 1433 H tersebut.Namun dengan taufiq dari Allah, hal itu tidak membuat para asatidzah tersebut terburu menyalahkan, atau menyebarkan kaset, atau tindakan lainnya yang membuat situasi tambah runyam. Walaupun sebenarnya banyak pertanyaan dari ikhwah salafiyyin tentang apa isi sebenarnya dari jalsah tersebut. Kenapa simpang siur? Maka para asatidzah tersebut berkumpul menuliskan kesimpulan isi nasehat asy-Syaikh Rabi’ tersebut.Agar tidak salah, atau dianggap sepihak, maka tulisan kesimpulan tersebut dikirim kepada asy-Syaikh Rabi’ untuk beliau baca dan beliau koreksi.

Naskah kesimpulan yang telah diketik rapi itu pun dikirim melalui asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri hafizahullah. Kemudian beliau membacakannya di hadapan asy-Syaikh Rabi’, dan Alhamdulillah asy-Syaikh Rabi’ pun setuju dengan isi kesimpulan tersebut (sebagaimana dalam rekaman).

Berikut naskah kesimpulan yang dikirim kepada asy-Syaikh Rabi’: Continue reading →

Polemik Hukum Memakai Cadar bagi Wanita


Bismillah. Sobat Ummi, satu permasalahan kontemporer yang menjadi polemik adalah hukum cadar (niqab) bagi wanita. Namun, janganlah engkau bingung menetapkan kebenaran. Hijab atau yang lebih dikenal dengan cadar adalah kemuliaan dan harga dirimu di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta kebahagiaan bagimu di kehidupan dunia dan akhirat. Di akhirat ada pahala dari Allah dan ganjaran yang besar. Dan di dunia, cadarmu sebagai benteng kemuliaan dan kehormatanmu.

Berikut ini kami sajikan tanya jawab mengenai hukum cadar yang dijawab oleh Asy-Syaikh Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh.

Pertanyaan:

Apa saja dalil-dalil dari Al Kitab dan As-Sunnah terkait pembahasan menutup wajah dengan niqab (cadar)? Karena istri saya enggan memakai cadar dengan alasan pada masalah ini ada perbedaan pendapat di antara para ulama dahulu dan sekarang di mana sebagian mereka memfatwakan untuk menutup rambut saja. Saya harap anda berkenan menerangkan masalah ini menurut tinjauan Al Kitab dan As-Sunnah, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membalasnya dengan kebaikan.

Jawaban Asy-Syaikh Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh: Continue reading →

Tanya-Jawab tentang Sururiyah Bersama Asy-Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i Rahimahullah


بسم الله الرحمن الرحيم

Kapan seseorang (boleh) dicap misalnya dengan (lebel) sururi atau turatsi?

Tanya-jawab bersama: Asy-Syaikh Muqbil Al Wadi’i –Rahimahullah

Tanya-jawab ini berlangsung di masjid Darul Hadits Dammaj pada tanggal 31 Mei 1999 Masehi

Tanya: Kapan seseorang (boleh) dicap misalnya dengan (lebel) sururi atau turatsi, kemudian apabila seseorang dicap dengan lebel demikian, apakah lebel ini berarti bahwa orang itu mubtadi’? Continue reading →

Hukum Oral Seks, Masturbasi, dan Onani


Oral sex (seks), masturbasi, dan onani merupakan istilah yang sangat populer diangkat dalam seminar-seminar kesehatan atau dalam artikel-artikel kesehatan. Namun, pembahasan dalam lingkup agama masih sedikit dibanding dari sisi medis dan kebiasaaan. Berikut ini kami ketengahkan beberapa artikel menarik seputar oral seks, masturbasi, dan onani dengan fatwa-fatwa para ulama.

1. Oral Seks

Pertanyaan: “Apakah boleh seorang perempuan mencumbu batang kemaluan (penis) suaminya dengan mulutnya (oral seks), dan seorang lelaki sebaliknya?”

Dan dalam kitab Masa`il Nisa’iyyah Mukhtarah Min Al-`Allamah Al-Albany karya Ummu Ayyub Nurah bintu Hasan Ghawi hal. 197 (cet. Majalisul Huda AI¬Jaza’ir), Muhadits dan Mujaddid zaman ini, Asy-Syaikh AI-`Allamah Muhammad Nashiruddin AI-Albany rahimahullah ditanya sebagai berikut: Continue reading →

Hukum Menggunakan Raket Listrik Untuk Mengusir Nyamuk


السؤال: أحسن الله إليكم يقول السائل ما حكم استعمال الآلة لكهربائية التي تقوم بصعق الحشرات؟

الجواب 

الشيخ: لا بأس بها لوجهين الوجه الأول أن صعقها ليس فيه إحراق ولكنه صعق يمتص الحياة بدليل أنك لو وضعت قرطاسة على هذه الآلة لم تحترق ثانياً أنه الواضع هذه هذا الجهاز لم يقصد تعذيب البعوض والحشرات بالنار وإنما قصد دفع أذاها والحديث نهى أن يعذب بالنار وهذا ما عذب هذا لدفع أذاها الثالث أنه لا يمكن في الغالب القضاء على هذه الحشرات إلا بهذه الآلة أو بالأدوية التي تفوح منها الرائحة الكريهة وربما يتضرر الجسم منها ولقد أحرق النبي صلى الله عليه وعلى وسلم نخل بني النضير والنخل عادةً لا يخلو من طير أو حشرة أو ما أشبه ذلك.

Raket Listrik

Pertanyaan :

Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, seorang penanya bertanya : “Apa hukum menggunakan alat listrik yang bisa menyetrum serangga (nyamuk)?

Jawaban : Continue reading →