Catatan di Akhir Tahun


Bismillahirrahmaanirrahiim. Segala puji hanya milik Allah, salam dan shalawat semoga selalu tercurah kepada Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, keluarganya, sahabatnya, dan pengikut mereka yang lurus sampai akhir zaman.

Amma ba’du,

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada para pengunjung blog ini yang sudi mampir dan menyempatkan diri untuk berkomentar –maaf meski seringkali komentar tidak saya muat atau beberapa kali saya hapus secara keseluruhan. Saya sepertinya terpaksa menulis halaman ini. Ada alasan kuat mengapa saya harus menuangkan sebagian keluh kesah ini di sini. Bukan berarti ini sebagai pelarian dari kesedihan, tetapi hanyalah maksud mendapat pencerahan semata. Lho gimana sihhhh… ini lagi mumet!

Namun, akhir-akhir ini ada kegalauan dalam benak saya. Saya berharap ini sebagai ujian bagi saya untuk menggapai ridho Allah subhanahu wa ta’ala. Sebetulnya saya tidak menyangka postingan di wordpress akhir-akhir ini. Tulisan-tulisan mengenai diri saya, mulai dari yang netral sampai yang mencela habis diri saya. Selain tulisan itu, banyak. Teramat banyak untuk saya sebutkan. Saya tidak tahu apa yang dicari dari tulisan-tulisan tersebut. Menjatuhkan pribadi sayakah? Kalau ini tujuannya, buat apa? Saya hanya seorang laki-laki yang tidak mempunyai jabatan atau kedudukan penting. Atau untuk membunuh karakter saya? Kalau ini maksudnya, untuk apa? Toh, saya orangnya biasa-biasa saja. Temanteman taklim dan semanhaj sudah tahu siapa saya. Sederhana, tidak ada yang wah dalam diri saya. Jadi, jika tujuan-tujuan itu digunakan untuk menyerang saya, saya jamin kalian tidak akan mendapatkannya. Ataukah untuk mencari kebenaran? Wah sungguh naif jika mencari kebenaran pada diri antosalafy. Tidak mungkin kalian mendapatkan kebenaran dari diri saya karena saya tempatnya salah. Jadi untuk apa?

Saya akui saya pernah bersikap keras, tapi kerasnya saya ketika mendapati kemaksiatan, kenylenehan, dan pencelaan terhadap agama yang dilakukan oleh (orang tertentu) blogger. Saya keras dalam hal ini. Tapi saya akan memuji ketika ada kebaikan di sana. Bukankah kita disuruh untuk menyukai hal-hal yang baik dan membenci hal-hal yang buruk? Kalau kata-kata kasar pernah saya ucapkan, saya mohon maaf. Saya bukan orang yang bersih dari dosa dan khilaf. Saya adalah pengikut manhaj salaf, jadilah saya seorang salafy. Saya yakin bahwa ini adalah manhaj yang benar dalam memahami agama Islam. Melalui forum ini, saya ajak pembaca semua untuk belajar memahami manhaj salaf. Tentu kalian akan beruntung.

Kalau seandainya ada kesalahan tutur kata atau tindakan, itu murni dari saya dan saya memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Jika saya sejalan dengan jalannya para salafush shaleh dan kebaikan yang ada pada diri saya maka itu adalah datangnya dari petunjuk Allah semata. Segala puji hanya milik Allah. Dan manhaj salaf itu tetap agung dan suci. Saya hanyalah pengikut yang mencoba mengikuti jalan mereka (para salafush shaleh), meskipun tertatih-tatih, sering tersandung kesalahan, sering tergelincir dalam kejelekan, tapi saya berharap jalan saya sudah benar.

Begitu pun para blogger yang menghujat saya, kalian tidak akan mendapatkan apa-apa dari saya. Jika kalian menginginkan saya bersih dari salah dan dosa, itu hanya khayalan di negeri dongeng. Karena saya tetaplah manusia. Dan manusia tidaklah ada yang ma’shum, kecuali Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Jika kalian menginginkan saya untuk lemah lembut, saya berusaha untuk lemah lembut. Saya lemah lembut terhadap orang yang tidak paham untuk menjadi paham. Saya lemah lembut terhadap teman-teman semanhaj. Saya lemah lembut terhadap orang tua, saudara, sanak famili. Insya Allah saya dimudahkan untuk memiliki sifat lemah lembut. Namun, bukan berarti lemah lembut itu lembek terhadap kemaksiatan, kebid’ahan, dan kesyirikan!

Terakhir, perlu kalian ingat juga wahai para blogger (yang pernah menghujat saya), saya bertanya kepada kalian, adakah dari kalian yang merasa tidak pernah berbuat kesalahan? Adakah dari kalian yang berlemah lembut kepada pengikut salaf dan penyeru kebenaran? Adakah dari kalian yang dengan serta-merta menerima (Al-Haq) jika dikatakan Allah dan rasul-Nya mengharamkan dan menghalalkan sesuatu tanpa kalian banyak bertanya apalagi protes? Adakah dari diri kalian yang legowo dan menerima ketika dikritik dan kemudian kembali kepada kebenaran seperti yang dituntunkan Alquran dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman salafush shaleh? Adakah dari diri kalian yang menerima ketika Allah dan Rasul-Nya melarang gambar makhluk bernyawa? Adakah dari diri kalian yang menerima ketika disuruh memelihara jenggot dan mencukur kumis? Adakah dari diri kalian yang menerima ketika Rasulullah menyuruh untuk mengangkat pakaian/celana di atas mata kaki? Jika kalian merasa muslim dan mengaku umat Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, maka dengarkanlah firmah Allah berikut ini (yang artinya):

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah.” (QS Al-Hasyr: 7)

Inilah sebagian keluh-kesah saya akhir-akhir ini. Semoga dengan menulis di sini, agak sedikit lega dan ada secercah kebaikan dan manfaat di sana. Allahul musta’an.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: