Oh, si Binbaz Kecil


Bismillahirrahmanirrahim

Tak terasa sudah 1 tahun lewat 9 bulan anakku menapaki kehidupan kanak-kanaknya. Dia yang dulu begitu kecil, tidak berdaya, matanya pun masih sipit riyip-riyip, dan masih dibalut bedong, sekarang mulai menampakkan kecerdasannya, badannya mulai besar, dan mulut mungilnya tidak henti-hentinya bertanya, merengek, dan menangis. Kesukaannya ketika melihat mobil. Tapi anehnya, bukan mobil yang bagus-bagus atau yang mewah-mewah, justru mobil bak terbuka reyot yang suka ngangkut semen dan batako yang parkir di depan rumah. Si Binbaz suka teriak-teriak kalau lihat mobil model gitu, sambil jarinya yang lentik itu menunjuk-nunjuk dan bilang ke ummi atau abinya, “Mi, mbing… mbing!” Begitu dia menyebut mobil. Pertama kali aku bingung juga, aku kirain kambing, padahal nggak ada satu pun kambing di situ. Oh, ternyata mobil bak buka lagi parkir buat nurunin pasir dan semen. Entah apa yang dikagumi dari mobil seperti itu, pikirku.

Si Binbaz kecil punya hobi yang agak asing, yakni ketika hendak tidur dia minta kuping abinya dan diremas-remasnya, sampai kuping terasa panas baru dia bisa tidur. Hobinya yang lain adalah ngenyot empeng yang sudah dilumasin dengan madu. Dan kalau dirasa madunya udah ilang aromanya, dia minta empengnya dilumasin lagi. Dua hobi itu yang nggak bisa dia tinggalin. Aku nggak tahu kapan kebiasaan remas-remas kuping abinya dan ngempeng itu bisa ditinggalkannya.

***

Sekali waktu pernah si Binbaz kecil aku ajak ke kebun binatang Ragunan. Buat refreshing keluarga, sambil ngajak istri agar tidak jenuh dengan pekerjaannya di rumah. Subhanallah.. lama sekali nggak ke sana, tampak banyak perubahan. Ragunan lebih elok, rapi, dan indah. Si Binbaz tampak senang sekali. Dia teriak-teria, “itan, itan. Urung…urung.” Oh, iya di tempat berkumpulnya hewan-hewan langka ini, aku sempat bertemu dengan dua orang ikhwan salafy dari ma’had depok. Kami bertemu ketika melihat-lihat akuarium ikan. Ta’aruf sebentar dan akhirnya mereka pamit pergi duluan. Hari Sabtunya, saya ketemu lagi sama dua orang ikhwan tadi di Masjid Al I’tisham.

***

Ketika adzan subuh berkumandang, si Binbaz kecil biasanya ikut bangun. Sambil ngenyot empengnya, dia bermalas-malasan di tempat tidur. Matanya yang bulat memandangiku ketika aku pergi ke kamar mandi untuk bebersih diri dan berwudhu. Dia baru bangun tatkala aku bersiap hendak ke masjid untuk shalat subuh berjamaah. Berdiri, nyari-nyari jaketnya, dan mulutnya tak henti-hentinya merengek, “itut..itut. Itu abi olat. ajid.” Maksudnya ikut abi shalat ke masjid. Oh, anakku…. Semoga Allah memberkahimu dan membimbingmu menjadi anak yang shaleh.

13 Maret 2008 pukul 9.12 WIB.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: