Aib-aib dalam Pernikahan


Ada satu kasus, bila seorang pria menikahi seorang wanita, lalu ia menjumpai istrinya tersebut ternyata mempunyai aib/cacat, ia pun kemudian menjauhi istrinya dan berencana membatalkan pernikahannya. Namun, kemudian ia lupa dan menggauli istrinya. Maka apakah menjadi batal hak pilihannya itu?

Maka Syaikh Abdurrahman As Sa’di menjawab, “Para ulama mazhab (Hambali) telah menyebutkan bahwa hak pilih untuk membatalkan pernikahannya karena adanya aib/cacat pada diri istri menjadi gugur dengan adanya hal-hal yang menunjukkan adanya keridaan suami berupa terjadinya jima’/persetubuhan dalam keadaan suami telah mengetahui cacat istrinya. Para ulama itu tidak membedakan dalam hal ini antara jima’ yang terjadi secara sengaja atau secara tidak disadari. Terhadap keadaan seperti ini, maka tidak ada hak pilih lagi bagi suami karena ia telah melakukan jima’ dalam keadaan mengetahui adanya cacat pada diri istrinya. (Kitab Al Majmu’ah  Al Kamilah li Muallafat karya Syaikh Abdurrahman As Sa’di, halaman 356/7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: