Tag Archives: Manhaj

Clear!!! HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA KEPADA ORANG KAFIR


MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA KEPADA ORANG KAFIR BISA MURTAD TANPA SADAR

✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

ﺃﻣﺎ ﺍﻟﺘﻬﻨﺌﺔ ﺑﺎﻷﻋﻴﺎﺩ ﻓﻬﺬﻩ ﺣﺮﺍﻡ ﺑﻼ ﺷﻚ، ﻭﺭﺑﻤﺎ ﻻ ﻳﺴﻠﻢ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﻔﺮ؛ ﻷﻥ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﺭﺿﺎ ﺑﻬﺎ، ﻭﺍﻟﺮﺿﺎ ﺑﺎﻟﻜﻔﺮ ﻛﻔﺮ، ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺑﻤﺎ ﻳﺴﻤﻰ ﺑﻌﻴﺪ ﺍﻟﻜﺮﺳﻤﺲ، ﺃﻭ ﻋﻴﺪ ﺍﻟﻔَﺼْﺢ ﺃﻭ ﻣﺎ ﺃﺷﺒﻪ ﺫﻟﻚ، ﻓﻬﺬﺍ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺇﻃﻼﻗﺎً

“Adapun mengucapkan selamat hari raya (agama lain), maka ini haram tanpa diragukan lagi, dan bisa jadi seseorang tidak selamat dari kekafiran, karena mengucapkan selamat hari raya kepada orang-orang kafir merupakan bentuk keridhaan terhadap hari raya mereka, padahal ridha terhadap kekafiran merupakan kekafiran, termasuk mengucapkan selamat hari natal atau hari paskah atau yang semisalnya. Jadi semacam ini tidak boleh sama sekali.

ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻬﻨﺌﻮﻧﺎ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻧﺎ ﻓﺈﻧﻨﺎ ﻻ ﻧﻬﻨﺌﻬﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻫﻢ،

Walaupun mereka juga mengucapkan selamat terhadap hari raya kita, maka kita tetap tidak boleh untuk mengucapkan selamat terhadap hari raya mereka.

ﻭﺍﻟﻔﺮﻕ ﺃﻥّ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺇﻳﺎﻧﺎ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻧﺎ ﺗﻬﻨﺌﺔ ﺑﺤﻖ، ﻭﺃﻥ ﺗﻬﻨﺌﺘﻨﺎ ﺇﻳﺎﻫﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻫﻢ ﺗﻬﻨﺌﺔ ﺑﺒﺎﻃﻞ

Perbedaannya karena ucapan selamat mereka terhadap hari raya kita adalah ucapan selamat terhadap kebenaran, sedangkan ucapan selamat kita terhadap hari raya mereka adalah ucapan selamat terhadap kebatilan.

ﻓﻼ ﻧﻘﻮﻝ: ﺇﻧﻨﺎ ﻧﻌﺎﻣﻠﻬﻢ ﺑﺎﻟﻤﺜﻞ ﺇﺫﺍ ﻫﻨﺆﻭﻧﺎ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻧﺎ ﻓﺈﻧﻨﺎ ﻧﻬﻨﺌﻬﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻫﻢ ﻟﻠﻔﺮﻕ ﺍﻟﺬﻱ سمعتم

Jadi kita tidak mengatakan bahwa kita membalas perbuatan mereka dengan cara yang sama, yaitu jika mereka mengucapkan selamat terhadap hari raya kita maka kita membalas dengan mengucapkan selamat terhadap hari raya mereka, karena adanya perbedaan yang telah kalian dengar.”

:minidisc: Sumber: https://youtu.be/_FENNzaK15Q || http://bit.ly/2j0nJjy

•••┈••••○❁:book:❁○••••┈•••

:earth_africa: HANYA ORANG YANG HANCUR AGAMANYA YANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA KEPADA ORANG KAFIR

✍🏻 Asy-Syaikh Abdul Qadir bin Muhammad al-Junaid hafizhahullah berkata:

‏الكريسماس عيد ديني عند النصارى، ودينهم مبني على تأليه عيسى ﷺ، والتهنئة به حرام بإجماع الفقهاء، والمنهزمون دينيا لا يُبالون بهذا الحكم.

“Natal adalah hari raya keagamaan orang-orang Nashara, padahal agama mereka dibangun di atas keyakinan menuhankan Isa shallallahu alaihi wa sallam. Maka mengucapkan selamat natal hukumnya haram berdasarkan ijma’ para ulama, namun orang-orang yang hancur dalam menjalankan agamanya mereka tidak peduli dengan hukum ini.”

:globe_with_meridians: Sumber: https://twitter.com/aljuned77/status/812671414713143296

:bookmark_tabs: Faiedah dirangkum dari Channel Salafy Indonesia: t.me/ForumSalafy

•••┈••••○❁:book:❁○••••┈•••
:star::house_with_garden: Publikasi Salafy Baturaja
:earth_asia: Channel Telegram: t.me/salafybaturaja

Pentingnya Memperbaiki Akhlak Setelah Mengenal Manhaj Salaf


بسم الله الرحمن الرحيم

Perhatikan nasihat dibawah ini Wahai saudaraku

Pentingnya Memperbaiki Akhlak Setelah Mengenal Manhaj Salaf

 

Oleh: Asy Syaikh Abdullah Ibnu Abdurrahim al-Bukhari -hafidzahullah-

💼 Saya akan menggunakan kesempatan di sini (untuk menyampaikan hal-hal yang penting).

🍃 Sebagian Ikhwah(saudara-saudara) semoga Allah memberkahi mereka, hal ini sangat disayangkan,saya katakan setelah berpengalaman terhadap keadaan kebanyakan dari para penuntut ilmu dan ikhwah semoga Allah menunjuki mereka, ini adalah nasihat dari orang yang mengasihimu dan juga peringatan bagi yang menginginkan untuk diingatkan, sebagian Ikhwah -semoga Allah menunjuki mereka terhadap assunnah- terbagi menjadi beberapa bagian:

🌾Ada yang dahulunya ia kafir atau terjatuh kedalam kekafiran, maka Allah jalla wa’ala memberikan kenikmatan kepadanya dengan Al Islam dan assunnah, ini adalah nikmat, benar ❓ Continue reading →

Nasihat Syaikh Rabi’ Terhadap Beberapa Masalah Manhajiyyah di Indonesia


Alhamdulillah berkat rahmat dan taufiq dari Allah telah terjadi jalsah (pertemuan) para du’at/asatidzah Indonesia dengan al-Walid asy-Syaikh al-’Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah di kediaman beliau pada Ramadhan 1433 H lalu, guna menanyakan beberapa permasalahan manhajiyyah yang menjadi perselisihan antara para duat di Indonesia.

Tentunya, hasil dari pertemuan tersebut bisa menjadi bimbingan dan pedoman dalam menyelesaikan perselisihan yang selama ini terjadi.Tapi, kenyataan yang ada sangat menyedihkan.Setelah pertemuan tersebut justru muncul interpretasi dan persepsi yang berbeda-beda terhadap nasehat dan arahan yang disampaikan oleh asy-Syaikh Rabi’, bahkan sebagian pihak ada yang berani membantah ucapan asy-Syaikh Rabi’.Sehingga perselisihan yang ada terus berkelanjutan.

Suasana ini membuat prihatin sebagian para asatidzah, terutama yang turut hadir dalam jalsah Ramadhan 1433 H tersebut.Namun dengan taufiq dari Allah, hal itu tidak membuat para asatidzah tersebut terburu menyalahkan, atau menyebarkan kaset, atau tindakan lainnya yang membuat situasi tambah runyam. Walaupun sebenarnya banyak pertanyaan dari ikhwah salafiyyin tentang apa isi sebenarnya dari jalsah tersebut. Kenapa simpang siur? Maka para asatidzah tersebut berkumpul menuliskan kesimpulan isi nasehat asy-Syaikh Rabi’ tersebut.Agar tidak salah, atau dianggap sepihak, maka tulisan kesimpulan tersebut dikirim kepada asy-Syaikh Rabi’ untuk beliau baca dan beliau koreksi.

Naskah kesimpulan yang telah diketik rapi itu pun dikirim melalui asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri hafizahullah. Kemudian beliau membacakannya di hadapan asy-Syaikh Rabi’, dan Alhamdulillah asy-Syaikh Rabi’ pun setuju dengan isi kesimpulan tersebut (sebagaimana dalam rekaman).

Berikut naskah kesimpulan yang dikirim kepada asy-Syaikh Rabi’: Continue reading →

The Statement of the Muhaddith Shaikh Naasir ud-Deen al-Albaanee


Shaykh al-Albaanee – rahimahullah – said: “However, there are some who claim knowledge who deny this ascription, claiming that it has no foundation, saying: “It is not permissible for a Muslim to say: I am Salafi.” And it is as if he is saying: “It is not permissible for me to say: l am following the Salafus-Saalih in what they were upon in ‘aqeedah, worship and manners!” And there is no doubt that the likes of this denial – if that is what is meant – implies that he is disassociating himself from the correct Islaam that the Salafus-Saalih were upon … Continue reading →

Kekeliruan dan Penyimpangan Al-Ustadz H. Jahada Mangka, Lc.


“Dialog bersama Al-Ustadz H. Jahada Mangka, Lc.”
(Ketua Departemen Kaderisasi Wahdah Islamiyah)

Kekeliruan dan Penyimpangan 1
“Salah Paham tentang Makna Manhaj Ahlus Sunnah & Islam”

Penulis : Ustadz Abu Fadhl Abdul Qodir Al-Bugishy
Editor : Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain


Dari sini, sang Ustadz mulai melakukan triknya satu per satu dalam menyanggah “syubhat-syubhat” yang diarahkan kepada ORMAS-nya yang bernama WAHDAH ISLAMIYAH (WI).

Para Pembaca yang budiman, satu kesalahan besar lagi fatal yang dilakukan oleh JM, saat ia ia mengeluarkan PERNYATAAN bahwa “Ahlussunnah itulah Islam, manhaj Ahlussunnah, itulah Islam. Manhaj Salafus Shaleh, itulah Islam. Sehingga tidak boleh kita bedakan Islam dan Ahlussunnah”. Ini nas ucapan JM. Continue reading →