Tag Archives: pengalaman pribadi

Temperamen Anak, Bagaimana Menghadapinya?


Minggu-minggu ini anakku Reyhan sedang datang ngambeknya, uring-uringan terus. Maunya tuh jajan, jajan, dan jajan. Gimana menghadapinya? Sehari saja bisa habis $2 untuk jajan ini itu… (ihh pakai dolar jajannya. Nggak sob, cuma untuk ngirit huruf… hehehe). $2 itu setara 18rb. Tuh, banyak kan untuk jajan anak aja. Hayoo siapa yang punya anak, share ya di sini. Kalau saya kaya raya, nggak masalah uang segitu. Mudah2an jadi orang kaya beneran. hiks..3x

Menghadapi anak yang agresif dan suka minta macam-macam (menurut pandangan orang tua) memang sangat merepotkan. Apalagi kalau rewelnya pas lagi bepergian, di tempat umum semacam mall, atau berkunjung ke rumah teman, si anak minta ini itu, kalau nggak dituruti kemauannya, nanti nendang-nendang kaki umminya, terus nangis, terus kitanya yang malu. Continue reading →

Apa Fungsinya Salat Berjamaah, Kalau Begitu Caranya…


Subuh tadi saya salat di musala deket rumah. Sebetulnya ada beberapa tiga musala yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal saya, tapi musala yang saya datangi tadi yang paling banyak jamaahnya. Ketiga musala tadi tidak ada yang memenuhi kriteria baik menurut saya, dari segi kualitas salat berjamaahnya, kualitas rakaatnya, dan kualitas kerapian safnya. Singkatnya, ketiganya masih jauh dari pengamalan sunnah Nabi. Wallahul musta’an. Continue reading →

Musik dan Kebiasaan Kita


Hari ini saya mengikuti sebuah acara kantor di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Tidak ada yang istimewa dari acara tersebut. Cuma, ada satu hal yang memberontak dari hati saya. Satu sesi training diisi oleh seorang trainer dari PT ABCO Sugesti Motivatindo. Beliau ini sangat energik dan semangat dalam menyampaikan materi. Apa yang diberikan oleh trainer ini adalah motivasi kepada peserta. Motivasi hidup, motivasi untuk menjadi pemenang. Beliau memberikan motivasi secara “islami”. Tapi sayangnya, diselingi musik dan lagu. Saya tidak terima acara yang begini. Maka ketika trainer memberikan materi-materi motivasinya, saya asyik dengan netbook saya, ngeblog dan menulis sesuatu yang bermanfaat. Itu cara yang saya gunakan untuk mencut sesuatu yang bertolah dengan prinsip saya. Sejauh pemahaman saya, musik dalam Islam hukumnya haram. Maka saya anggap tidak boleh mendengarkan trainer itu, jika mampu saya akan keluar dari acara itu. Wallahu a’lam.

Saudaraku, musik begitu mematri dalam kehidupan sekeliling kita. Di tempat suci, masjid musik diputar, didengarkan, dijadikan sebagai penggugah semangat. Wal’iyadzubillah. Di tempat umum apalagi, musik sontak menjadi hal yang biasa dan harus. Di kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi, pun tidak lepas dari musik. Begitu dahsyat magnet musik ini sehingga orang akan heran jika ada yang mengatakan bahwa musik itu haram, musik bagian dari setan. Ironis keadaan kaum muslimin saat ini. Begitu jauh dari kehidupan salaf.

Hukum dan Ritual Musik

Pengalaman Ngeblog, Inilah Hobi Saya


Bismillah. Puji syukur hanya kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wata’ala. Tidak terasa, sudah hampir 3 tahun saya ngeblog. Waktu yang bisa dibilang masih bau kencur dalam dunia per-blog-kan. Seingat saya, awal saya ngeblog sekitar pertengahan tahun 2008. Awal ngeblog saya menggunakan wordpress, kemudian sambil coba-coba di blogspot. Awal ngeblog hanya iseng-iseng, tema juga nggak tersistem. Pokoknya asal saja waktu itu. Kemudian, ide baru muncul beberapa bulan ke depan, bahwa ngeblog bisa untuk wasilah dakwah. Akhirnya, blog saya ini kontennya adalah masalah agama dan terutama sekali artikel agama serta download kajian. Meskipun ada beberapa artikel yang menjurus ke masalah bisnis online, tetapi itu saya maksudkan untuk pengembangan blog saja. Continue reading →

Menapak Jalan Bebatuan


Alhamdulillah, pagi ini cerah sekali. Kendaraan juga tidak terlalu padat. Berangkat kerja dari Parung pukul 6.00 dan sampai di Sisingamangaraja, Jakarta Selatan pukul 7.30. Di ciputat sempat mampir di warteg, ngisi perut. Aula rapat masih kosong, beberapa panitia sibuk berbenah di luar aula. Saya langsung masuk saja ke Aula dan memilih tempat duduk. Biasa kebiasaan ngeblog dijalankan. Saya buka internet, sebetulnya ada hotspot, tapi harus pakai password. Jadi ya pakai modem aja. Pertama biasa buka email. Alhamdulillah, pembayaran dari BV sebesar $9 USD. Lumayan nanti buat bayar hosting bulan depan.

Oh ya, ini adalah hari kedua saya bekerja di tempat baru. Profesi mengajar sepertinya harus saya tekuni. Ada banyak hal yang didapat sebagai guru. Pertama, saya dapat menyalurkan ilmu yang saya dapat selama di bangku kuliah dulu. Kedua, saya dapat dakwah kepada anak didik saya. Ketiga, saya mendapat pengalaman menjadi orang tua di luar rumah. Ketiga, niat ibadah insya Allah pahala mengalir abadi. Yang terakhir, dapat gaji dari mengajar.

Eit, sudah mau mulai rapatnya. Sampai di sini dulu ya ceritanya. Untuk kamu yang bekerja di sana, selamat bekerja dan semoga sukses. Terima kasih.

Pemandangan di Kampung Jelambar, Grogol


Hari ini saya berkunjung ke rumah mertua. Rumah mertua saya ini di daerah Jelambar, Grogol. Apa yang pembaca bayangkan ketika disebut nama Grogol? Ya, daerah padat penduduk, padat gedung, padat lalu lintas, dan (mungkin) padat masalah. Benar memang, hawa itu mulai terasa ketika memasuki Borobudur Street, Jelambar. Lalu lintas padat, truk, bus, mikrolet, bemo, bajaj, ojek, taksi, semua ada di situ. Penduduknya banyak yang bermata sipit. Mereka bercampur dengan penduduk pribumi. Tidak ada masalah. Yah, seperti di negeri orang rasanya. :) Continue reading →

Seberapa Yakin Anda Akan Hari Kiamat?


Suatu hari ketika saya makan di warung kopi (warkop), ada seorang anak muda yang bertanya kepada saya, “Mas, maaf mau nanya memang sering ya minum susu campur soda?” Saya jawab, “Nggak, lagi pengin aja.” Anak muda itu diam sesaat. Kemudian, dia bertanya lagi, “Boleh nanya lagi?” Saya bilang silakan. “Mas, yakin kalau dunia akhirat itu kekal?” tanyanya lagi. Waduh… ini orang habis nanya susu soda langsung pindah ke hari kiamat. Kaget juga ditanya hal seperti itu di warung kopi. Continue reading →