Antara Gayus dan Dayus


Gayus dan Dayus. Dua kata yang hampir mirip pengucapan dan tulisan, hanya berbeda di huruf awalnya saja. Gayus, mungkin semua orang tahu siapa itu Gayus. Ya, Gayus Halomoan Tambunan disebut sebagai makelar kasus pajak dan santer diberitakan dalam kasus penggelapan, pencucian uang, dan korupsi. Itu cerita lain yang sedikit ada hubungannya dengan tema yang akan saya angkat di sini, yaitu tentang cemburu.

Dayus adalah seorang suami yang tidak mempunyai rasa cemburu terhadap perilaku serong istrinya, meskipun dilakukan di depan matanya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dayus diartikan sebagai hina budi pekertinya. Sungguh sifat dayus ini hanya dimiliki oleh suami yang tidak punya akhlak yang baik. Suami yang demikian hendaknya memperhatikan peringatan Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam dalam sabdanya, “Tiga golongan yang tidak akan masuk jannah dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, (yaitu) orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan dayus.” (HR. Nasa’i 5 :80-81; Hakim 1: 72, 4 : 146, Baihaqi 10 : 226 dan Ahmad 2 : 134)

Sesungguhnya kecemburuan merupakan sifat mukmin. Rasulullah sebagai suri teladan bagi umat telah mencontohkan kepada tentang rasa cemburu ini. Beliau telah menerangkan kedudukan akhlak yang utama ini dalam sabdanya (yang artinya), “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala cemburu dan cemburunya Allah bila seseorang mendatangi apa yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Akhlak mulia ini begitu terpatri dalam hati para sahabat,karena perhatian dan kesungguhan mereka dalam mengikuti wasiat Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam. Sa’ad bin Ubadah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seandainya aku melihat seorang laki-laki bersama istriku niscaya aku akan memukulnya dengan pedang sebagai sangsinya. Nabi Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda, “Apakah kalian takjub dengan cemburunya Sa’ad, sesungguhnya aku lebih cemburu darinya dan Allah lebih cemburu dari padaku”. (HR. Bukhari)

Demikian mulianya sifat cemburu dan buruknya perilaku dayus. Seburuk perilaku Gayus yang tidak cemburu terhadap kejujuran dan tidak malu berbuat curang. Wal’iyadzubillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: