Category Archives: Bahasa

Anak Belajar dari Kehidupannya


Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah

Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian

Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah

Sebaliknya, Continue reading →

Mana yang Benar, WIB atau BBWI?


WIB atau BBWI?

Sejalan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1987, wilayah waktu di Indonesia dibagi menjadi tiga yang masing-masing dikenal oleh masyarakat dengan singkatan WIB, Wita dan WIT. Bentuk kepanjangannya masing-masing adalah Waktu Indonesia Barat, Waktu Indonesia Tengah, dan Waktu Indonesia Timur. Pada ungkapan itu kata barat, tengah, dan timur menerangkan kelompok kata waktu Indonesia dan bukan hanya menerangkan kata Indonesia. Dengan demikian, harus ditafsirkan bahwa yang dibagi adalah wilayah waktu, bukan wilayah (pemerintahan) Indonesia menjadi Indonesia Barat, Indonesia Tengah, ataupun Indonesia Timur. Continue reading →

Memperhatikan atau Memerhatikan? Kepastian yang Terakhir


Sekali lagi, polemik dalam kata turunan memperhatikan dan memerhatikan sempat “panas” di tahun kemarin. Sekarang, polemik itu akan berhenti sampai di sini dengan  diterbitkannya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi terbaru, yaitu edisi keempat. “Kebijaksanaan baru” dari pusat bahasa mengeluarkan KBBI ini tentu melalui penggodokan yang matang sehingga ada banyak masukan terutama penambahan entri dalam kamus tersebut. Selain itu, ada perubahan yang signifikan dalam KBBI edisi teranyar terbitan Gramedia ini. Di antaranya kualitas cover dan kertas. Kertas yang dipakai cukup kandel dan berkualitas sehingga harganya pun menjadi mahal, Rp 375.000,00.

Kembali masalah polemik kata memperhatikan dan memerhatikan. Pusat Bahasa telah menetapkan (dalam KBBI edisi keempat) bahwa turunan yang benar adalah MEMPERHATIKAN. Maka bagi pemakai bahasa yang mengidolakan kata memerhatikan, hendaknya harus gigit jari… hehehe. Kalau aku sih memang dari dahulu condong menggunakan memperhatikan. Pesan buat seorang rekan editor yang dahulu sempat bersitegang denganku dan dengan seriusnya dia menulis surat kepadaku bahwa bentuk yang benar adalah memerhatikan, harus melupakan kata memerhatikan. Nggak enak juga sih kedengarannya…. memerhatikan.

Ke Mana Kalian Sekolahkan Anakmu, Wahai Kaum Muslimin?


mejatkSegala puji hanyalah milik Allah, kita memuji-Nya, meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya, dan kita berlindung kepada-Nya dari jeleknya jiwa-jiwa kita dan jeleknya amalan-amalan kita. Shalawat dan salam semoga tetap terlimpah kepada panutan kita Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabatnya, serta umatnya yang tetap berusaha untuk meniti jejak langkahnya dengan ihsan. Continue reading →

Uniknya Bahasa Melayu


INDAHNYA BAHASA INDONESIA, UNIKNYA BAHASA MELAYU

Mari rileks sebentar, sekadar joke…


A. INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
B. MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh

A. INDONESIA : Kementerian Agama
B. MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa … ( oh please…) Rileks sejenak

Luar Biasa, Ditemukan 238 Kata Berkaitan dengan “Tangan”


Paparan 238 Kata “Tangan Bergiat” untuk Gelar Doktor

 

 

Sebanyak 238 kata yang menunjukkan “tangan bergiat” atau berbagai macam gerak tangan dipaparkan pengajar bahasa Indonesia pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Felicia N Utorodewo, untuk mencapai gelar doktor, Rabu (29/8). Dari pemaparan disertasi dengan promotor Anton M Moeliono itu, Felicia dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan.

“Tangan merupakan organ tubuh yang paling banyak melakukan gerakan. Kenyataan bahwa ditemukan 238 kata yang berkaitan dengan kegiatan tangan membuktikan bahasa Indonesia memiliki kosakata lengkap untuk mendeskripsikan berbagai kegiatan tangan,” kata Felicia yang aktif mendampingi berbagai lembaga media, termasuk Kompas, dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Klik di sini deh selanjutnya