Nyanyian dan Musik Itu Haram!!!


Mendengarkan nyanyian dan musik tidak ada manfaatnya untuk jiwa dan tidak mendatangkan kemaslahatan. Nyanyian dan musik terhadap jiwa seperti arak terhadap badan yang dapat membuat orang mabuk. Bahkan mabuk yang ditimbulkan oleh musik dan nyanyian lebih besar daripada mabuk yang ditimbulkan oleh arak.

————————————————————————-

Haramkah Nyanyian dan Musik?

Apabila kita menyimak Al-Qur`an, Hadits Rasulullah dan keterangan ‘ulama Salaf serta ‘ulama Ahlus Sunnah yang mengikuti jejak mereka dengan baik niscaya kita dapati bahwa nyanyian dan musik adalah haram. Di antara dalil-dalilnya adalah:
1. Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan “perkataan yang tidak berguna” untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.” (Luqmaan:6)

Kebanyakan ahli tafsir menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “perkataan yang tidak berguna” adalah nyanyian.
Berkata Ibnu Mas’ud: “Itu adalah nyanyian. Demi Allah, yang tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Dia.” Beliau mengulanginya tiga kali.
Dan berkata Al-Hasan Al-Bashriy: “Ayat ini turun berkaitan dengan nyanyian dan alat musik.” (Lihat Tafsiir Ibni Katsiir 6/145 cet. Maktabah Ash-Shafaa)

2. Allah Ta’ala berfirman mengajak bicara syaithan:

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ

“Dan hasunglah siapa saja yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu.” (Al-Israa`:64)
“dengan suaramu” maksudnya adalah nyanyian dan alat musik.

3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِيْ أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Sungguh, benar-benar akan ada dari ummatku kaum-kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr (minuman keras) dan ma’aazif.” Ma’aazif adalah musik. (HR. Al-Bukhariy dan Abu Dawud)

Makna hadits ini adalah akan datang dari kalangan muslimin kaum-kaum yang berkeyakinan bahwa zina, memakai sutera murni, meminum khamr (yaitu segala sesuatu yang memabukkan) dan musik adalah halal, padahal semuanya itu adalah haram.
Sedangkan ma’aazif adalah semua alat musik yang mempunyai nada dan suara yang teratur seperti kecapi, gitar, piano, seruling, drum, gendang, rebana dan lain-lainnya. Bahkan lonceng pun termasuk ma’aazif, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

اَلْجَرَسُ مَزَامِيْرُ الشَّيْطَانِ

“Lonceng adalah seruling syaithan.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa lonceng tersebut dibenci karena suaranya dan dahulu orang-orang mengalungkannya di leher-leher binatang. Sesungguhnya lonceng ini serupa dengan An-Naaquus (semacam kentongan atau gong) yang dipergunakan orang-orang Nashara. Dan penggunaan lonceng di rumah, sekolah-sekolah dan selainnya dapat digantikan dengan suara bul-bul (nama burung) yaitu suatu alat yang dijual di pasar-pasar.

4. Telah dinukilkan dari Al-Imam Asy-Syafi’i di dalam kitab Al-Qadhaa`: “Nyanyian adalah permainan (kesia-siaan) yang dibenci yang menyerupai kebathilan. Barangsiapa yang memperbanyaknya maka ia adalah orang bodoh yang ditolak persaksiannya.” Yang dimaksud dibenci di sini adalah dilarang syari’at dan haram.

Bahaya Nyanyian dan Musik

Islam tidak melarang sesuatu kecuali jika ada bahaya padanya. Dalam nyanyian dan musik terdapat bahaya seperti yang dijelaskan Ibnu Taimiyyah di bawah ini:
1. Musik bagi jiwa seperti arak, bahkan bisa menimbulkan bahaya yang lebih hebat daripada arak itu sendiri. Apabila seseorang mabuk akibat suara maka ia akan tertimpa penyakit syirik, bahkan bisa menjadi syirik akbar kalau sampai dia mencintai penyanyinya melebihi cintanya kepada Allah.

2. Adapun hal-hal keji yang terjadi karena nyanyian, bisa menjadi penyebab perbuatan zina, bahkan merupakan penyebab terbesar untuk menjerumuskan orang ke jurang kekejian. Orang laki-laki maupun perempuan, terutama para remajanya yang semula sangat patuh kepada agama, setelah mereka mendengar nyanyian dan musik, rusaklah jiwa mereka serta mudah melakukan perbuatan keji.

3. Peristiwa pembunuhan juga sering terjadi di arena pertunjukan musik. Ini disebabkan karena ada kekuatan yang mendorong berbuat demikian, sebab mereka datang ke tempat itu bersama syaithan. Syaithannyalah yang lebih kuat yang akhirnya bisa membunuh orang.

4. Mendengarkan nyanyian dan musik tidak ada manfaatnya untuk jiwa dan tidak mendatangkan kemaslahatan. Nyanyian dan musik terhadap jiwa seperti arak terhadap badan yang dapat membuat orang mabuk. Bahkan mabuk yang ditimbulkan oleh musik dan nyanyian lebih besar daripada mabuk yang ditimbulkan oleh arak.

Fitnah Suara Perempuan Lebih Dahsyat!

Al-Barra` bin Malik adalah seorang laki-laki yang bersuara bagus. Ia pernah melantunkan sya’ir dengan irama rajaz untuk Rasulullah di salah satu perjalanan beliau. Di tengah-tengah ia berlantun tiba-tiba ia mendekati seorang perempuan, maka bersabdalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepadanya: “Berhati-hatilah terhadap perempuan!” Dan tambahnya lagi: “Berhentilah kamu (dari melantunkan sya’ir)!” Al-Hakim berkata bahwa Rasulullah benci pada perempuan yang mendengarkan suaranya (yaitu suara Al-Barra` bin Malik). (HR. Al-Hakim, dishahihkannya dan disetujui oleh Adz-Dzahabiy)

Perhatikanlah! Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhawatirkan perempuan terkena fitnah akibat mendengarkan sya’ir dengan suara bagus, maka bagaimana kira-kira sikap Rasulullah bila mendengar suara perempuan pelacur yang sudah rusak moralnya lewat radio, TV atau selainnya yang disiarkan sekarang ini?! Dan bagaimana pula mendengar penyanyi lawak dan cabul serta lagu-lagu cinta?! Sya’ir-sya’ir yang menggambarkan pipi, ukuran badan, bentuk badan, buah dada yang membakar cinta dan kehidupan bebas?! Apa sikap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bila mendengar nyanyian tersebut dengan iringan musik yang bisa mengundang bahaya seperti bahaya arak bahkan lebih berbahaya dari arak???!!!

Nyanyian Menimbulkan Kemunafikan

1. Ibnu Mas’ud berkata: “Nyanyian menimbulkan kemunafikan dalam hati seperti air menumbuhkan sayuran, sedangkan dzikir menumbuhkan iman dalam hati seperti air menumbuhkan tanaman.”
2. Ibnul Qayyim berkata: “Tidak seorang pun yang mendengarkan nyanyian kecuali hatinya munafik yang ia sendiri tidak merasa. Andaikata ia mengerti hakekat kemunafikan pasti ia melihat kemunafikan itu ada dalam hatinya, sebab tidak mungkin berkumpul di dalam hati seseorang antara dua cinta, yaitu cinta nyanyian dan cinta Al-Qur`an, kecuali yang satu mengusir yang lain. Sungguh kami telah membuktikan betapa beratnya Al-Qur`an di hati seorang penyanyi atau pendengarnya dan betapa jemunya mereka terhadap Al-Qur`an. Mereka tidak dapat mengambil manfaat dari apa yang dibaca oleh pembaca Al-Qur`an, hatinya tertutup dan tidak tergerak sama sekali oleh bacaan tadi. Tetapi apabila mendengar nyanyian mereka segar dan cinta dalam hatinya. Mereka tampaknya lebih mengutamakan suara nyanyian daripada Al-Qur`an. Mereka yang telah terkena akibat buruk nyanyian ternyata adalah orang-orang yang malas mengerjakan shalat, termasuk shalat berjama’ah (di masjid).

Obat Mujarab Menghindari Lagu & Musik

1. Menjauhinya dan tidak mendengarkannya baik dari radio, TV atau media lainnya, terutama nyanyian-nyanyian yang mengumbar hawa nafsu. Juga harus berhenti berteman dengan musik.

2. Obat mujarab terbesar untuk menghilangkan nyanyian dan musik adalah dzikrullaah dan membaca Al-Qur`an terutama membaca surat Al-Baqarah berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِيْ يُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ

“Sesungguhnya syaithan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim)
Allah Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Tuhan kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yuunus:57)

3. Membaca Sirah Nabawiyyah (sejarah hidup Nabi), Syamaa`ilul Muhammadiyyah (buku yang membahas secara lengkap ciri fisik dan akhlaq Nabi) dan kisah-kisah para shahabat.

Wallaahu A’lam.

Lihat lebih detail dalam kitab Kaifa Nurabbii Aulaadanaa dan Taujiihaat Islaamiyyah li Ishlaahil Fard wal Mujtama’ karya Asy-Syaikh Muhammad Jamil Zainu.

Sumber: Buletin Al-Wala’ wal-Bara’ edisi ke-36 Tahun ke-2 / 30 Juli 2004 M / 12 Jumadits Tsani 1425 H

44 responses

  1. Subhanallah, semoga Allah senantiasa memberikan ridho dan hidayahnya kepada Antu Akhina…

  2. wduh ngeri juga, apa saya harus meninggalkan kegemaran mendengarkan musik??

    1. Hafidz an-Nasa'i

      ya jika antum mencintai Allah Azza wa Jalla dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam..
      tpi jika antum lebih mencintai dunia antum…maka ingatlah adzab Allah Azza Wa Jalla sangatlah pedih..

  3. hmm kalau musik nasyid itu gmn??
    haram juga kah??

  4. Mas, kalo Nasyid gimana? kan musik nasyid bsa mengingatkan kita ke Allah swt.

    mohon penjelasannya..

    Wassalmu’alaikum Wr. Wb.

  5. Awalnya saya blum bisa percaya. Saya coba cari kenyataan tentang hal buruk yang bisa terjadi akibat musik dan lagu. Ternyata benar dan saya alami sendiri. Setelah itu saya coba mengurangi kadar saya untuk mendengarkan musik dan lagu. Dan akhirnya saya tau musik dan lagu itu haram. Musik Islam seperti Nasyid dan lain sejenisnya itu hanya untuk mengurangi kadar haram. Saya juga tau sangat sulit untuk lepas dari musik dan lagu, Lebih baik kita berhati-hati dalam memilih musik dan lagu agar tidak berakibat fatal.
    Yang jelas sekarang saya menghindar untuk mendengarkan musik dan lagu Indonesia (musiknya kebanyakan membuat tidak semangat, liriknya sangat berbahaya), mendengarkan lagu bahasa lain yang saya tidak ketahui arti liriknya (biar tidak terhipnotis), mendengarkan musik klasik yang bisa bikin semangat (setidaknya berguna kl sedang bad mood). Tapi lebih bagus kl degerin kutbah atau ceramah.
    Saya mendengarkan lagu dg kriteia itu tadi (dengan headset) kl di kantor mainin lagu yang playlist-nya lagu-lagu yg berbahaya. Kl ga lagi mainin lagu ya enggak nguping lagu pake headset.

    Mas, seandainya anda lebih memilih bimbingan Alquran dan hadits, itu lebih selamat. Musik tetaplah musik, apa pun nama dan sebutannya tetap menjauhkan pendengarnya dari Alquran dan sunnah.

  6. Jadi bagaimana sebaiknay kita bersikap? apalgiagi dengan anak-anak kita?

    1. Hafidz an-Nasa'i

      bimbinglah mereka kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam..
      biasakan berdzikir setiap waktu senggang..jngan mengosongkan pikiran..jika pikiran kosong maka syeithanlah yang akan membisikan, untuk berbuat maksiyat..
      maka isilah hati dan pikiran ini setiap waktu dengan mengingat Allah Azza Wa Jalla..
      Wallahu A’lam..

  7. Lalu bagaimana dgn lagu kebangsaan indonesia raya? Apa kita juga tidak boleh menyayikanya juga? Mohon penjelasannya…

  8. Ana nyesel dulu hobbynya apa kalo ditanya pasti jawabnya “nyanyi”

    astagfirullah. syukran yang udah posting.
    jazakallah.

  9. yaah, terus gimana dong?

  10. ana tidak setuju..

    Silakan tidak setuju, itu hak anda. Tapi sebagai seorang hamba yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tentu tunduk kepada ketetapan Allah dan Rasul-Nya dan takut akan azab-Nya.

  11. Gmana pun qt ngejLasinx ke org lain..
    Klo ga ada hidayah untuk mNerima kbnaran psti sLit untk mNinggalkanx..
    Mka yg hrus qt lakukan mmohon hidayah, dan mNcri pNyebab2 trunx hidayah.insya Allah
    smua syari’at mNgandung kemaslahatan. Insya Allah.

  12. ANA SETUJU MUSIK ITU HARAM KARENA LEBIH BANYAK MUDHARATNYA DARI PADA MANFAATNYA

    ANA JUGA SETUJU NASYID HARAM, ANA JELASKAN SEDIKIT: NASYID ITU SEBENARNYA BUKAN NYANYIAN TETAPI SEPERTI MENGERASKAN SUARA,DLL YANG BIASANYA DIGUNAKAN SAAT SEDANG BEKERJA PADA ZAMAN DAHULU ATAU SEBAGAI PEMBERI SEMANGAT BUKAN BERNYANYI SEPERTI SEKARANG INI, “DAN SATU LAGI NASYID ITU BUKAN DARI ISLAM NASYID ITU HANYA KEBUDAYAAN BANGSA ARAB” KALAU KITA KAIT KAN DGN ISLAM ITU “BID’AH”

    1. bagaimana dgn opick, aa gym ato uje.. dmn mrk jg suka melantunkan nyanyian islam,, y nasyid itu.. bknya dia mengerti akan hal haram mengenai musik??

      Tentu yang mereka lakukan adalah salah dan melanggar syariat. Banyak orang tahu hal haram, tetapi hawa nafsu lebih menguasai hati mereka sehingga mereka tetap melakukan. Naudzubillah

  13. bisa bangkrut nech industri mvzic indonesia..wkwkwkwk…I JUST WANT TO SAY…”I LOVE MUSIC!!!”

    lebih baik bangkrut di dunia drpd bangkrut di akhirat. Allahu yahdik

    1. MUSIC MEMANG SUDAH MENJAMUR APALAGI TELAH MENJADI KONSUMSI SEHARI-HARI MASYARAKAT,… SEPATUTNYA KITA BERITAHU KEPADA SAUDARA KITA YANG BELUM TAHU… DAN YANG TIDAK MAU TAHU BIARLAH dia TERMASUK ORANG YANG MERUGI

  14. saya sangat tersinggung, saya bermusik semata2 untuk menafkahkan keluarga dan berniat baik, jd hanya bermusik di tempat2 yg tidak maksiat seperti klub2 malam, saya hanya menerima job di tempat2 yg baik “insyaALLAH”, mengajar musik juga pekerjaan saya, jadi gimana?

    Pak, jangan tersinggung. Apa yang diharamkan Allah tentu itu mudharat bagi hamba-Nya. Apa yang dihalalkan oleh Allah tentu itu kebaikan bagi hambaNya. Banyak pekerjaan lain yg lebih mulia dr bermusik. Allah tidak akan diam melihat hambaNya yang beriman.

    1. saya sangat setuju dengan mas franky, semua berawal dari niat. sholat tanpa ‘melafalkan’ niat saja sudah sah krna melaksanakan ‘sholat’ itu sendiri pasti sudah niat untuk beribadah sholat ‘sholat.’ begitu juga pernyataan mas diatas, kita niat baik mencari nafkah, menghidupi keluarga, & bukan hal2 negatif. telah kita tau semua,islam itu fleksibel dan bukan suatu ajaran yang kaku. AllahuAkbar

      Tetapi pak, niat saja tidak cukup. Suatu tindakan yang benar dan dibenarkan jika didasari dengan dua hal, niat yang ikhlas dan sesuatu petunjuk agama. Firman Allah (artinya): “Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan) ? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya” (Fathir:8)

  15. Ga setuju sangat tidak tidak setuju itu hanya Kutipan Islam FANATIK

    sah-sah saja anda tidak setuju. tetapi Islam memberikan kebaikan, rahmat bagi seluruh alam. Islam memberikan kabar gembira dan peringatan.

  16. itu tergantung kepada diri kita sendiri, kita sebenarnya bermusik untuk hura-hura, pamer, tampil eksis, pekerjaan, syiar agama atau menenangkan diri?

    maaf, semuanya menyalahi syariat.

    saya hanya merasa bingung kenapa musik diharamkan, padahal banyak musisi yang berkiprah dengan musik untuk berdakwah dan pekerjaan yang tujuannya baik, bila bermusik dijadikan sebagai segala2nya maka baru itu dikatakan haram

    tidak usah bingung. kalau kita serius belajar agama, akan mudah insya Allah. sahabat nabi yang mulia, Ibnu Mas’ud, menafsirkan ayat 6 surat Luqman: “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.” Penafsiran beliau adalah yg dimaksud ayat itu adalah nyanyian.

    mungkin sih emang benar dikatakan haram bila ada beberapa lagu yang menjerumuskan kita ke hal duniawi, tergantung juga itu kaya apa liriknya, kalo liriknya “dia adalah segalanya”, maka itu udah dikatakan syirik

    Untuk pembuktian, saya sarankan anda memutar musik, lagu apa saja, dan bersamaan dg itu memutar kaset murotal/pembacaan ayat alquran. bagaimana kira-kira tanggapan anda?

    mungkin saya orang yang soktau & blom cukup ilmu buat ngomong banyak jadi maafkan bila ada yang tersinggung & kata2 yang salah. yang pasti Wallahualam

    kalau gitu, ayuk kita belajar agama lebih dalam lagi.

  17. mas bintang : di fb sudah salah satu usaha saya buat menentang musik itu haram mas :D . kalo presiden kayaknya selain aku ngg punya akses yg ada juga akan buang2 waktu, sbb masalah gede aja ngg kelar2 gimana yg beginian hehehe :D

    sudah jangan ngomongin presiden. kita urus diri kita, kita perbaiki agama kita, perilaku kita, insya Allah akan lebih bermanfaat.

  18. mau dikirimin album nya opick ga mas? hahaha

    nggak usah. nggak ada manfaatnya. disini banyak artikel asyik dan menarik, baca aja.

  19. ANDA MAU BERJUANG DI ISLAM, TUTUP ITU SEMUA TEMPAT PROSTITUSI DI SELURUH INDONESIA DAN DUNIA. BERANI? PASTI NGG BERANI! KARNA NGG BERANI MATI! YG DIGANGGU HANYA TEMPAT2 HIBURAN KECIL. ANDA TINGGAL DISURABAYA, JELAS2 GANG “DOLI” TEMPAT PROSTITUSI TERBESAR SE ASIA. DI DIAMKAN SAJA? TEMPAT KAYAK GITU YG PANTAS DI DAKWAH PAK.

    Pada prinsipnya, dakwah ahlussunnah itu dengan hikmah. Dan yang pertama dalam dakwah adalah tauhid. Ahlussunnah mengedepankan dakwah tauhid. Jika masyarakat sudah memahami tauhid dan syirik beserta konskuensinya, maka tempat-tempat prostitusi, tempat mabuk2an, dll akan hilang dengan sendirinya. Wallahu a’lam

  20. begini saja pak, bagaimana jika anda bahas di tempat saya bekerja? mari kita berdialog tentang musik itu haram. di tempat saya mengajar saja (institut musik indonesia, jl.pulo lentut no 2, jaktim 021-4603747), nanti saya atur jadwalnya. isinya musisi semua pak. nanti saya undang musisi2 muslim yg muslim saja. yg non muslim nanti saya tdk perkenankan di forum. hp saya 08119700855. saya tunggu pak. terima kasih

    Terima kasih undangannya. Saya rasa ndak perlu, agama ini sudah jelas ndak perlu didiskusikan lagi. Jika Anda mau, lakukan dan tunduk thd perintah Allah dan Rasul-Nya. Jika tidak, itu pilihan Anda. Semoga Allah memberikan kemudahan.

    1. sesungguhnya Allah SWT sangat tidak menyukai orang yang menolak sebuah undangan dengan cara yang baik-baik dan perihal yang baik pula. bukankah Allah SWT menyukai suatu permusyawaratan?

      Lihat kondisinya dong. Fattaqullaha mastatho’tum. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.

      1. tidak apa2 biar saya saja sendiri yg ke tempat beliau Sabtu pagi, pkl 10.00 di Masjid Al I’tisham, belakang BNI 46 Sudirman. nanti baru saya akan saya perbincangkan ke teman2 setelah saya mendengar langsung

  21. pada ‘masa’ itu, sebuah nyanyian adalah suatu media peribadatan agama lain, untuk memuja-muja dan memohon kepada ‘sesuatu’ yg mereka anggap Tuhan mereka. pada saat seperti itu saya setuju dengan pernyataan diatas. namun sekarang semua berjalan sesuai jaman. lagu-lagu yang dulu dilantunkan menyangkut kata-kata explisit dan menjurus ke ajaran yang sesat, kini sudah tidak ada ‘kalimat-kalimat’ itu (pada umumnya dan lagu-lagu yang sering saya dengarpun saya seleksi). dulu opick adalah penyanyi rock (bisa dibilang sangat tidak tenar), kini dia menjadi penyanyi religi. dari awal syair-syair yang disampaikan benar-benar meluluhkan hati pendengar, sehingga pendengar dapat memperbaiki ‘jalan agamanya’ (positif) setelah mendengarnya, mereka menganggap dengan lantunan lagu-lagu tersebut adalah tabligh yang mudah diterima masyarakat luas, dan dengan lagu-lagu islami tersebut opick diberi rahmat oleh Allah SWT dan otomatis mengubah karakter dirinya menjadi lebih beragama. Allahuakbar Allahuakbar.. apakah seperti itu juga diharamkan? dengan banyaknya orang menjadi lebih baik karena ‘musik dan nyanyian’?

    Mana yang lebih baik, musik atau Alquran? Banyak orang luluh hatinya, sedih, nelongso, sampai menangis ketika mendengarkan musik dan lagu-lagu. Tetapi ketika dibacakan Alquran, hati kita tidak tergetar sedikit pun, tidak tersentuh, apalagi menangis karena takut kepada neraka, takut kepada Allah. Bacaan Alquran berlalu saja meskipun di setiap masjid memutar kaset murotal. Padahal ciri orang beriman adalah, sebagaimana disebutkan dalam Alquran:

    Allah berfirman (artinya): “Apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud. Dan mereka berkata: “Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi.” Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (Al Isra’: 108-110)

    1. maaf, jawaban anda menghubungkan antara musik dengan Al Quran sangat tidak relevan. saya perjelas ‘syair-syair yang disampaikan benar-benar meluluhkan hati pendengar’, bukan sekedar musiknya saja. sama seperti saat kita membaca buku kuliah, antara membaca buku literatur bahasa inggris dengan terjemahan dengan bahasa Indonesia, mana yang lebih mudah untuk dipahami? iya kalo kita mampu berbahasa inggris dengan baik, kalau tidak? Islam itu tidak kaku mas. dan saya juga sudah tahu kalau tanda-tanda orang yang beriman adalah orang yang bergetar hatinya bila dibacakan ayat suci Al Quran. sekali lagi tidak relevan anda membandingkan musik dengan alquran, seperti membandingkan proposal sebuah acara dengan sebuah event acara itu sendiri. apakah anda menyalahkan orang yang menjadi lebih baik setelah mendengarkan nyanyian religi yang bisa dikatakan ‘menggunakan media yang mudah diterima’? apakah bisa seorang siswa SMP langsung diberi materi perkuliahan smster 4? semua berjalan perlahan-lahan. seperti islam masuk ke indonesia, dari seorang pedagang kecil-kecilan yang membaur dengan masyarakat sekitar, menyesuaikan dengan warga, kebiasaan, dan bahasa daerah di aceh, dan hingga kini indonesia adalah negara dengan pemeluk agama islam terbanyak sedunia. bayangkan bila beliau langsung menggembor-gemborkan dengan bahasa yang susah dipahami masyarakat, apakah masyarakat dapat menerimanya begitu saja? tantu saja ‘tidak mungkin’. subhanallah islam adalah agama yang fleksibel, agama yang indah, dan sebuah agama yang mudah. apakah semua harus diawali dengan hal yang besar?

      Menurut saya sangat relevan. Kita diciptakan kan untuk tujuan beribadah mentauhidkan Allah subhanahu wata’ala. Untuk bisa kesitu kita dibekali dua panduan hidup, Alquran dan Alhadits. Tidak akan tersesat orang yang istiqomah berada di atasnya. itu yg pertama.

      yang kedua, anda coba denger orang ngoceh tp nggak pake musik. Enak nggak? bedakan dg pake musik, tentu lagunya akan terasa hidup, banyak orang suka. meski itu jelek. sama aja meski orang nggak ngerti bhs inggris, asyik aja kepala goyang2 dengerin lagu rap atau lagu barat, pake walkman dsb. jd bhs tidak pengaruh banyak thd musik. kira-kira dgn mendengar musik, lagu, dan sejenisnya apa akan menambah keimanan kita? mustahil. kalau mendengar musik akan menambah keimanan kita kepada Allah dan hari akhir, tentu pemusik dan penyanyi adalah orang yang pertama masuk Islam dan orang yang pertama mendakwahkan tauhid.

      1. disini saya tidak membicarakan tentang bahasa dalam bermusik, entah bahasa inggris, jerman, rusia, atau apalah saya juga tahu itu seperti apa yang anda bicarakan. tapi yang saya bicarakan adalah ‘apakah yang lebih anda pahami antara buku bahasa inggris dengan buku bahasa indonesia’? pastinya anda lebih memahami bahasa indonesia, benar bukan?? dalam lagu seperti opick dll,mereka menyusun syair-syairnya juga sesuai dengan ajaran islam dan Al Quran.
        coba anda bayangkan saat pedagang persia yang pertama menyebarkan islam di indonesia langsung membicarakan Al Quran, apa kata penduduk sekitar yang pada saat itu berkepercayaan berbeda? bisa-bisa mereka mengataan “apa-apaan nih?”.
        kembali lagi, itu adalah media, salah satunya musik yang opick dll gunakan. apakah anda juga menyalahkan para wali sanga? mereka menggunakan media yang familiar di masyarakat, seperti gamelan dan wayang-wayang. dan alhasil itu semua berhasil, sangat-sangatlah banyak orang yang menjadi islam setelah mendengar dan menyaksikan pertunjukan wayang. atau mungkin nantinya juga akan ada ungkapan ‘pertunjukan wayang haram’??

        hakikatnya setiap orang mempunyai ‘sens of art’, Allah-lah yang memberikan anugrah itu pada kita. haruskan kita hapus?

        Kenapa jauh-jauh memberi contoh para gujarat india atau pedagang persia membawa islam ke indonesia. Simak bagaimana Rasul pertama kali mendakwahkan agama di tengah2 kaum musyrikin. Keadaan saat itu bahkan lebih rusak dr keadaan sesudahnya. Apakah ternukil bahwa Rasul memberi ajaran ttg musik, atau mengikuti tradisi setempat? saat itu musik, zina, riba, khamr tersebar bebas. Justru yang disebarkan Rasul adalah tauhid. Mengesakan Allah. Seni tidak harus identik dg musik atau lagu atau wayang. Dalam dakwah pun ada seninya. Saya menulis di blog juga ada seninya. Yang jelas, seni apa pun bentuknya dibatasi oleh syariat. Ketika seni itu bertentangan dengan syariat, maka tidak boleh untuk melakukannya.

        1. Kenapa saya membicarakan mengenai pedagang gujarat yang membawa islam ke indonesia? karena saya benar-benar orang islam, saya bangga dengan indonesia, dan bangga serta sangat berterimakasih kepada para pedagang-pedagang tersebut. bayangkan bila beliau-beliau para pedagang tidak menyebarkan dengan cara tersebut, apakah kita akan berkeyakinan yang maha sempurna ini, ISLAM..?? maka saya tidak akan menyalahkan beliau. atau (maaf) anda tidak membenarkan beliau menyebarkan dengan cara tersebut?

          Semoga Allah merahmati mereka para pembawa bendera dakwah Islam di Indonesia. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Wajib bagi kita untuk memahami Islam sesuai dg pemahaman salafush shaleh.

          untuk lebih tahu perkembangan musik pada zaman jahiliah, silahkan anda baca dan anda pahami posting berikut: http://apc-indon*****l . hubungan antara musik dan puisi dizamannya.

          untuk perkembangan selanjutnya silahkan baca juga: http://www.free***

          dan mungkin anda beranggapan cara yang disampaikan oleh para wali sanga tersebut keluar dari syariat? maaf bila kata-kata saya kurang sopan, karena itu yang yang saya serap dari pernyataan anda.

          Mas, maaf link dr anda saya sensor krn banyak sekali syubhat di dalamnya. Saya rasa tidak perlu berpanjang-panjang mengomentari artikel di atas. Artikel di atas pasnya untuk dibaca, dipahami, dan diresapi. Ada ayat-ayat Alquran yang lebih agung, lebih pantas untuk kita dengarkan dan pelajari drpd membuang energi utk sesuatu yang kurang bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung dan meluangkan waktunya. Allahu yahdik

          1. sebuah syubhat: ketika seseorang yang menyerukan pada al qur’ an dan sunnah
            maka secara hukum pasti itu tidak ada yang menyangsikannya namun ketika
            maksudnya adalah ingin membawa pada alquran dan sunnah berdasarkan pemahamannya
            sendiri yang menyimpang dari pemahaman para salfush sholih dalam memahami al
            quran dan sunnah maka hal itu menjadi bathil.

            selama ini banyak sekali hal-hal yang saya anggap tidak benar, namun saya sendiri tidak menganggap hal-hal itu adalah syubhat. syubhat adalah dengan menyertakan ayat suci Al Quran dan Al Hadist. anda berkata posting juga cara berseni. semoga yang anda posting ini tidak dianggap orang lain syubhat seperti yang anda nilai pada posting orang lain seperti di atas.

            sebaliknya, saya menganggap pembicaraan kita ini bermanfaat. semoga Allah mengkaruniai aktivitas kita dan mengampuni jika ada yang tidak benar. amin.. semoga anda masuk surga menurut keyakinan anda. trimakasih. wassalam.. maaf mengganggu

  22. baiklah, kalau begitu, semoga perdebatan ini bermanfaat bagi semuanya, terima kasih pak

    sama-sama. terima kasih atas kunjungannya dan waktunya.

  23. mungkin saya bisa tahu tempat bapak atau kantor bapak, atau di pondok apa? siapa tau kita teman2 musisi bisa mampir untuk datang ke tempat bapak, dan ingin langsung mendengarkan penjelasan mengenai musik itu haram. terima kasih.

    Masya Allah, saya sambut niat baik Pak Franky. Jika berkenan dan ada waktu, silakan datang tiap hari Sabtu pagi, pkl 10.00 di Masjid Al I’tisham, belakang BNI 46 Sudirman. Semoga Allah memberkahi kita semua.

    1. baik pak insyaALLAH sabtu ini saya kesana, jika tdk ditemani mungkin saya sendiri, alhamdulillah, terima kasih juga pak. semoga ada hidayah dari ALLAH untuk saya. assalamualaikum

      ya insya Allah. wa’alaikumsalam warahmatullah

      1. (Fattaqullaha mastatho’tum. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu). sepertinya saya juga tidak sanggup alias tidak jadi datang juga pak, semoga bapak masuk surga menurut keyakinan bapak, amin. wassalam. maaf menggangu blok bapak.

        ndak apa2. kan tidak ada paksaan dalam agama ini. seperti yang saya katakan di atas, agama tidak untuk diperdebatkan. jika mau, laksanakan dan tunduk kepada syariat. jika ndak mau ya silakan, kewajiban kita adalah menyampaikan al haq, meski pahit dirasa.

  24. Mangstab akhii…!!!!
    Ijin share ya, jazakumullohu khoir…

    1. silakan akh. waiyyakum

  25. Hafidz an-Nasa'i

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuhu.

    ana menangis melihat komentar saudara2 ana di atas..
    ya Allah Azza Wa Jalla berikanlah saudara2ku petunjuk..
    dan berikanlah kami keistiqomahan dalam menegakkan agamaMu..
    jnganlah Engkau baalikan hati kami setelah Engkau beri petunjuk kepada kami hingga akhir hidup kami..

    Ya Akhi..
    aku mencintaimu karna Allah Azza Wa Jalla..
    teruslah berjuang menegakkan manhaj yang benar ini..
    dan tegakkanlah agama yang indah ini ya akhi..
    barangsiapa yang menolong agama Allah Azza Wa Jalla..Niscaya Allah Azza Wa Jalla akan menolongmu..

    Allahus ta’aan..

    ana izin share ya akhi..
    Jazakumullahu khoir..


    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Ahabbakalladzii ahbabtani lahu
    barakallahu fiikum. tafadhol akhi.

  26. Bismillah

    sami’naa..wa atho’naa..
    Baarokumullohu fiik

  27. musik sangatlah luas, tidak bisa kita menghakimi musik jika kita tidak terlalu mengenal apa itu musik.

    Admin: musik memang luas dan tidak kenal batas sehingga melenakan manusia yang mendengarnya, Alquran pun dilupakan.

    sebagai contohnya, Imam Al-ghazali mengatakan dirinya Anti-filsafat, namun sebelumnya ia sudah berkutat dengan ilmu2 filsafat sepanjang hidupnya, sehingga ia benar2 mengenali apa itu filsafat, barulah kemudian ia pantas “menghakimi” filsafat.

    Kalau bukan kecerdasan dan hidayah Allah, siapa yang akan menjamin Imam Al Ghazali bisa keluar dari lingkaran filsafat? Tidak bijaksana kalau menyuruh orang untuk terjun ke “asap hitam dan sesat” hanya untuk mengatakan bahwa itu benar-benar “asap hitam dan sesat”. Misalkan lagi, bekerjalah di bank, jadilah rentenir, makan riba dulu dan setelah kenyang dan muntah-muntah baru boleh mengatakan bahwa bunga bank itu riba dan renten itu haram. Lucu juga ya logika berpikirnya

    musik bisa mengeraskan hati dan bisa melembutkan hati. musik hannyalah media untuk tujuan2 apapun.

    Betul, sepakat saya.
    1. Musik akan mengeraskan hati manusia sehingga tidak mempan dinasihati.
    2. Musik akan melembutkan hati manusia seperti halnya para sufi sehingga mereka mengamalkan agama berdasarkan perasaan. Entah itu bertentangan dengan Alquran dan hadits sahih atau tidak, yang penting rasanya mak cles di hati. Tasawuf.
    3. Dua-duanya sesat dan menyesatkan.

    1. Seperti halnya Pedang. Pedang bisa digunakan untuk tujuan bermacam2, Pedang akan menjadi hal buruk jika digunakan untuk membunuh orang yang tak bersalah. Pedang juga bisa menjadi hal baik jika digunakan untuk melawan kejahatan.

      Admin: analoginya kurang tepat. apa juga hubungan pedang dg musik. kecuali kalau mau menghubungkan seperti: terjadi keributan di diskotik di kala orang-orang bergoyang mengikuti alunan musik, dan tiba-tiba ada yang tersungkur bersimbah darah karena sabetan pedang! hehehe… kalau yg ini bisa diterima.

      Saya adalah musisi, jadi saya rasa, saya tahu lebih banyak tentang apa itu musik beserta kegunaannya.

      Pantes Anda membela musik, ternyata seorang musisi. Keadaan akan beda seandainya Anda seorang ulama atau ustadz. Tentu akan menjelaskan begitu banyaknya kejelekan yang ditimbulkan oleh musik.

      Jika kita hanya melihat musik berdasarkan perkembangan industri musik hari ini, berarti kita belum cukup mengenal ttg musik.

      Memang industri musik seperti yang kita lihat di televisi, isi dari musik mereka adalah hal2 yang tak berguna berupa gombalan2, juga berisi wacana keegoisan yang luar biasa kepada pasangannya, bagaimana mereka lewat syair lagunya menyebar wacana dan mempengaruhi pola pikir kaum muda mengenai “Cinta itu seharusnya sperti ini loh..!, harus berpelukan, berciuman, dan sebagainya”. Maka musik mereka bisa digolongkan Buruk dan coba renungkan tidak pantaskah kita menyebut musik mereka itu haram.

      Namun dunia musik bukan hanya industri musik seperti yang saya paparkan diatas. Musik juga bisa melembutkan hati. Lewat musik, kita juga bisa memberi motivasi, sebuah pengingat ttg makna hidup, rasa kebersamaan, syair2 ttg perjuangan. Saya pribadi pernah menangis mendengar beberapa lagu Yusuf islam dan beberapa lagu iwan fals.

      Sungguh akan bermanfaat jika tangisan Anda untuk merenungkan ayat-ayat Allah, membayangkan pedihnya azab neraka. Tapi kita tidak ada perasaan apa-apa ketika ayat Alquran dibacakan.

      Jika ada yang keberatan dengan tulisan saya ini, saya menerima saran dan kritik. maaf jika ada salah kata dari saya.

      saya mencintai Islam

      Jika benar mencintai Islam, kenalilah agama Anda. Pelajari dengan baik dan amalkan semampunya. Sesungguhnya Islam itu yang baik-baik. Tidak mungkin dan mustahil Anda akan mengumpulkan musik dengan bacaan qiro’atul Quran. Ajaib jika itu terjadi!!!!

  28. assalamualaikum..

    Bukan berarti saya tidak pernah membaca alquran dan menangis setelah membacanya.

    musik adalah bebunyian yang diharmoniskan.
    azan yang dikumandangkan juga adalah salah satu bentuk musik. musik hanyalah bungkusnya, tetapi isinya bisa bermacam2.

    setiap imam ketika menjadi imam magrib atau isya yang bacaannya dikeraskan juga menggunakan irama yang teratur dan baik. itu salah satu bentuk musik juga.

    musik juga bisa digunakan, dalam hal praktis, untuk mengingat sebuah kalimat, contohnya ayat Quran, atau apa saja.

    tidak mungkin jika kita membunyikan Do..re..mii.. terus langsung berdosa.

    Salah kalau kita mengotak-ngotakkan ini Quran dan ini musik . sebab, Quran berisi informasi2, jika kita ingin menyampaikannya kita bisa menggunakan beberapa media, salah satunya musik, sebab tujuannya adalah orang bisa mengerti, memahami, dan merasakan kata2 atau informasi2 yang dibawa didalamnya.

    saya tidak mau membalas kata2 anda yang kasar, sebab saya muslim (maaf, kalau ini dibilang kata2 kasar)

    Admin: Baiklah kalau penggunaan musik sebatas yang anda ibaratkan di atas. Tetapi anda harus konsekuen dg ucapan anda untuk tidak menggunakan alat seperti gitar, seruling, piano, dsb. Cukup Anda meniru seperti azan, seperti orang membaca Alquran. oke, dan silakan berdo re mi, tidak masalah. Dan jangan bilang itu mustahil. Dan saya tidak merasa mengucapkan kata2 kasar, mungkin efek dari bergelut dengan musik jadi sentimentil. Mohon maaf.

  29. mengenai analogi pedang:

    Pedang adalah sebuah instrument untuk tujuan tertentu, misalnya membunuh. Banyak instrument lain yang bisa digunakan untuk tujuan membunuh, misalnya pisau, pistol, dsb. Kita bertujuan untuk membunuh orang, maka kita pakai sebuah instrument untuk mempermudah kerja kita, tapi kita tentu menggunakan instrument yang kita mampu untuk menggunakannya.

    Begitu halnya musik, musik bagi saya adalah instrument, untuk tujuan tertentu. Misalnya untuk membuat orang memahami, merasakan dan mengingat kata2 yang saya ingin disampaikan kepadanya. Untuk tujuan tersebut sebenarnya kita bisa menggunakan instrument lain, contohnya media tulisan, lisan secara langsung, lisan dengan intonasi yang keras, lisan dengan intonasi yang lembut, lisan dengan memperindah intonasinya (atau yang disebut musik). Dari semua itu, tujuan saya tetaplah supaya kata2 saya dipahami, dirasakan, diingat oleh orang lain.

    Mengenai “asap hitam dan sesat” :

    jika kita sudah mengetahui bahwa sesuatu itu adalah asap hitam dan sesat, maka tentu kita tidak perlu untuk masuk ke dalamnya. Kita sekarang sedang meneliti sebuah istilah bahasa yaitu “musik”. Apa itu “musik” dan apa2 yang terkait dengan “musik”.

    jika kita melihat seekor binatang besar yang bertaring sedang mengoyak2 mangsa berdarah2, tentu pasti kita mengatakan hewan itu berbahaya. Tapi jika dihadapkan pada sebuah istilah dalam bahasa, misalkan kita orang yang tidak mengetahui apa makna kata “harimau”. Maka kita pelajari dahulu. Maka setelah kita mengerti, maka baru bisa kita ambil kesimpulan bahwa Harimau itu berbahaya. Kata “harimau” adalah sebuah contoh yang sangat sederhana. Akan lebih rumit jika kita dihadapkan pada sebuah istilah bahasa mengenai sebuah konsep. misalnya apa itu “ideologi”? apa itu “sastra”? apa itu “musik”? apa itu “filsafat”?

    Mengenai masalah memakan riba:

    Kita tidak perlu memakan riba untuk mengetahui apa itu riba. Yang kita perlukan adalah mengetahui apa arti sebuah istilah “riba” tersebut. Di sini anda sepertinya mengolok2 saya.

    Saya setuju mengatakan sebuah konser musik beraliran Underground, dimana para penontonnya saling bergoyang brutal sehingga menimbulkan kerusuhan, adalah Haram. Saya setuju mengatakan musik itu haram jika musisinya menggunakan musik untuk menyebarkan ideologi sesat yang terkandung di dalam syairnya.

    Bagi saya, bermusik bukan tujuan. Tapi dengan musik untuk sebuah tujuan.

    semoga diskusi kita ini memperoleh hasil yang baik dan menjalani proses yang baik pula.

    semoga keselamatan dan kedamaian menyertai anda dan kita semua…

    Admin: Wah ditanggapi terus ya….Hehe. Pak, cara pandang Anda terlalu berbelit-belit, njelimet, dan itu membuat Anda bingung sendiri nantinya. Saya ingin membantu Anda memahami Islam dengan benar, biidznillah. Saya jelaskan kepada Anda bahwa Islam itu datang dari Allah melalui lisan Rasul yang mulia. Rasul yang menjelaskan dan mengajarkan kepada umatnya. Dan sebaik-baik umat adalah para sahabat. Mengapa? Karena sahabatlah yang beriman duluan, mereka melihat, mendengar, merasakan, dan tahu kapan ayat turun, bagaimana turunnya, dan sebab-sebabnya. Para sahabatlah yang langsung mempaktikkan isi Alquran dengan bimbingan Nabi shallallahu alaihi wasallam. Jadi, intinya pemahaman para sahabatlah yang harus dan wajib kita ikuti karena pemahaman mereka yg benar dan selain pemahaman mereka itu salah. Dalam memahami agama ini, semua masalah harus sesuai dengan pemahaman para sahabat. Begitu pun masalah musik. Kita ngikuti pemahaman para sahabat. Dan nggak ada satu pun sahabat yang menghalalkan musik. Ok, sampai di sini paham ya? Nah, kalau para sahabat nggak ada satu pun yang menghalalkan musik, tiba-tiba ada orang belakangan ini menghalalkan musik, kira-kira siapa yang benar pemahamannya? Tentu kita pilih pemahaman para sahabat karena kaidahnya seperti di awal tadi bahwa memahami agama ini harus sesuai dengan pemahaman para sahabat. Baik, sampai di sini saya harap Anda lebih baik dari kemarin. Dan saya sudahi perbincangan ini, kecuali Anda ketika diskusi ini mampu memberikan dalil berupa nash Alquran dan hadis sahih berdasarkan pemahaman para sahabat. Maka kalau syarat ini Anda mampu, saya buka diskusi. Terima kasih sudah mampir dan mohon maaf jika ada kesalahan kata. Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astaghfiruka waatubuilaik.

%d blogger menyukai ini: