Sambut Ramadan dengan Ritual Mandi Suci dan Ziarah Kubur


Ramadan adalah bulan suci. Bulan penuh berkah. Di dalamnya terdapat malam kemuliaan yang lebih utama daripada seribu bulan, yakni malam lailatul qadar. Bulan Ramadan sepantasnyalah kita isi dengan berbagai ibadah. Namun, tidak boleh sembarangan dalam menetapkan dan melakukan ibadah ini. Semua ada aturan. Jika ibadah dilakukan tidak sesuai tuntunan agama, maka pelakunya akan terjatuh kepada bid’ah. Seperti yang dilakukan masyarakat di Sumatera Barat dengan ritual Tradisi Balimau yang biasanya dilakukan sehari sebelum masuk ramadhan. Menjelang sore, warga mandi masal di sungai dan danau. Sungai Batang Kalawi, Lubuk Minturun, Lubuk Paraku, Lubuk Hitam dan Kayu Gadang, adalah lokasi favorit mandi Balimau ini. Amalan seperti ini tidak ada tuntunannya dalam agama.

Lain Sumatera, lain lagi yang dilakukan masyarakan pulau Jawa. Ambil salah satu kota Jakarta, kesibukan H-3 Ramadan dilakukan untuk ziarah kubur keluarga dan sanak famili mereka yang telah tiada. Itu adalah tradisi masyarakat menjelang Ramadan, atau disebut dengan Nyadran. Ritual ini tidak ada tuntunannya dalam agama. Wallahul musta’an.

Artikel mengenai Ramadan lainnya:

Hukum Ringkas Ramadan

Tanda Lailatul Qadar

Fatwa Seputar Masalah Ramadan

Tuntunan Lengkap Ramadan

One response

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: