Kisah Laki-Laki Ahli Ibadah dengan Seorang Wanita Pelacur


Ada seorang laki-laki ahli ibadah dari kalangan Bani Israil yang hampir terjerumus pada perbuatan keji (zina). Akan tetapi, ketika dia mengingat Allah dan membayangkan neraka, dapatlah dia mengendalikan hawa nafsunya.

Ada sekelompok orang sesat datang kepada seorang wanita pelacur dari kalangan Bani Israil dan mereka meminta agar wanita pelacur itu menggoda laki-laki ahli ibadah tersebut. Ringkas cerita, datanglah wanita pelacur itu pada suatu malam yang gelap gulita di saat turun hujan, lalu memanggil-manggil laki-laki ahli ibadah–ketika dia sedang berada di rumah ibadahnya—dan laki-laki ibadah itu pun melihat wanita pelacur tersebut dari atas. 

Wanita pelacur berkata: “Wahai hamba Allah, ajaklah saya bermalam bersamamu!”

Laki-laki ahli ibadah itu tidak mempedulikannya dan terus melanjutkan shalat. Sementara cahaya lampu yang dipasang di dalam rumah ibadahnya menerobos keluar.

Wanita pelacur tersebut terus merengek-rengek sehingga (memaksa) laki-laki ahli ibadah itu mengajaknya bermalam bersamanya di dalam rumah ibadah. Wanita itu tidur berbaring di dekatnya. Mulailah dia memperlihatkan keindahan-keindahan tubuhnya kepada laki-laki ibadah itu sehingga nafsu syahwatnya mengajaknya bercumbu dengan wanita pelacur itu.

Akan tetapi, tiba-tiba dia berkata: “Demi Allah, jangan kau lakukan sebelum aku mengetahui bagaimana kesabaranmu dalam menghadapi panasnya api!” lalu dia maju ke depan untuk menghampiri lampu. Kemudian, ditempelkannya salah satu jari tangannya pada lampu sehingga terbakar. Setelah itu, dia kembali melakukan shalat.

Setiap kali nafsu syahwatnya mengajaknya lagi untuk melakukan perbuatan keji dengan wanita pelacur itu, kembali dia menghampiri lampu. Lalu, ditempelkannya jari tangannya yang lain pada lampu sehingga terbakar. Tidak henti-hentinya nafsu syahwatnya mengajaknya untuk melakukan perbuatan keji dengan wanita pelacur itu, tetapi berulang kali  pula dia menghampiri lampu sehingga semua jari-jari tangannya terbakar. Sedangkan wanita pelacur itu sejak tadi memperhatikan gerak-geriknya. Lalu, tiba-tiba wanita itu pingsan, setelah itu mati.

*dengan sedikit editan yang tidak mengubah isi dan makna

————————————-

Diambil dari buku Kisah Orang-orang Sholih yang Terlepas dari Godaan Wanita, terj. dari Al-Atqiya wa Fitanun Nisa’ karya Samir Bin Amin Az-Zuhairi. Penerbit Al-Atsary. Jl. Raya Narogong Depan Pasar Baru, Kp. Cikalangan RT 02/10 Cileungsi-Bogor.  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: