Masih Membahas Masalah-Masalah Sepele (2)


[Berterus terang Telah Berdusta Atas Nama Asy-Syaikh Al-Albâni]

Demikianlah, saudara Abduh ZA dalam BAUS-nya dengan kepiawaiannya yang khas terus melakukan pembelaan diri. Baik dalam catatan kaki maupun dalam pembahasan-pembahasan khusus. Namun sayang, semakin dia membela diri justru semakin membongkar kedustaan dan kesalahan dia. Ambil contoh, misalnya :

Dalam BAUS halaman 184 catatan kaki no. 490 saudara Abduh ZA hendak ‘mengucapkan terima kasih’ atas kritikan Al-Ustadz Luqman dalam MDMTK hal. 413-420. Maunya membela diri dengan berterus terang. Kami salut kepada saudara Abduh ZA ini, atas keterusterangannya bahwa dirinya telah berdusta.

Supaya nyambung, ada baiknya saya bawakan terlebih dahulu duduk perkaranya. Dalam STSK pada catatan kaki no. 668 saudara Abduh ZA menyebutkan keterangan sebagai berikut :

“Hadits shahih. Syaikh Al-Albani tidak menyebutkan riwayat siapa dan dari siapa. Lihat; Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah/jilid 6/hlm 309/hadits nomor 2649/penerbit Maktabah Al-Ma’arif, Riyadh/Cetakan pertama /1996 M – 1416 H.”
[cetak tebal dari saya]

Saudara Abduh ZA menyebutkan sumber rujukannya dari Silsilah Al-Ahâdîts Ash-Shahîhah dengan mengatakan sebelumnya bahwa Asy-Syaikh Al-Albâni tidak menyebutkan riwayat siapa dan dari siapa. Setelah dicrosschek pada kitab tersebut, ternyata Asy-Syaikh Al-Albâni menyebutkan riwayat siapa dan dari siapa. Jelas ini merupakan kesalahan yang diperbuat oleh saudara Abduh ZA. Yang seperti ini -menurut cara kritik mengkritik versi saudara Abduh ZA 8) — merupakan kedustaan.

Dalam BAUS-nya ternyata saudara Abduh ZA berterus terang akan hal tersebut, yaitu dengan mengatakan pada catatan kaki no. 490 :

“Kami sendiri ketika itu kebetulan mengambilnya dari internet (silakan klik http://arabic.islamicweb.com/books/albani.asp?id=14650, kami ada print outnya – mungkin situsnya sudah tidak bisa dibuka), 9) karena lebih praktis. Dan, di situ memang tidak disebutkan siapa perawinya, dimana kami menuliskannya apa adanya tanpa meneliti lebih lanjut. 10) “

Pembaca, dengan berterus terang saudara Abduh ZA menjelaskan bahwa ia mengambil hadits yang ia bawakan dalam STSK hal. 343 itu dari internet, tapi kenapa saudara Abduh pada catatan kaki-nya (yaitu catatan kaki no. 668) menyebutkan sumbernya dari : Silsilah Al-Ahâdîts Ash-Shahîhah/jilid 6/hlm 309/hadits nomor 2649/penerbit Maktabah Al-Ma’arif, Riyadh/Cetakan pertama /1996 M – 1416 H?

Saudara Abduh ZA menyebutkan sumber nukilannya -seolah-olah- langsung dari buku Asy-Syaikh Al-Albâni tersebut. Dan, dalam Sumber Rujukan (Daftar Pustaka) STSK pun juga disebutkan buku tersebut sebagai salah satu referensi yang ia pakai, tepatnya pada nomor 174. Idealnya, jika memang saudara Abduh Zulfidar Akaha benar-benar memiliki atau menggunakan langsung buku Asy-Syaikh Al-Albâni yang ia sebutkan sebagai referensi tersebut, ia tentu akan menyebutkan riwayat siapa dan dari siapa. Ternyata ia tunjukkan sendiri dalam BAUS-nya bahwa kali ini dia tidak mengambil hadits tersebut dari kitab Silsilah Al-Ahâdîts Ash-Shahîhah secara langsung, melainkan dari internet. Sadar atau tidak, saudara Abduh ZA sendiri-lah yang membongkar kedustaannya.

Kemudian saudara Abduh Zulfidar mengakhiri catatan kaki no. 490 yang cukup panjang itu dengan mengatakan :

“Kepada Al Ustadz Luqman, selain ucapan terima kasih, kami juga berdo’a semoga beliau memahami dengan baik makna hadits tersebut. Karena mentakhrij hadits itu jauh lebih mudah daripada mengamalkannya.”

Alhamdulillâh, satu do’a yang cukup bagus dari saudara Abduh ZA. Saya yakin setiap muslim akan senang dido’akan dengan do’a seperti itu.

footnote

8 ) Yakni dalam STSK satu kesalahan kecil dari Al-Ustadz Luqman divonis oleh Abduh ZA sebagai kedustaan. Sehingga dia membahas dalam STSK Catatan Ketujuh: Kedustaan-kedustaan Al-Ustadz Luqman, pembahasan mulai hal. 137 sampai hal. 167 (!). itu pun kesalahan menurut anggapan saudara Abduh sendiri.

9) Bagi yang kebetulan tidak bisa membuka link tersebut silakan minta prin out-nya kepada saudara Abduh ZA. Sebenarnya lebih bagus lagi kalau prin out -nya dilampirkan sekalian di buku BAUS.

10) Kira-kira untuk tulisan-tulisan dan komentar-komentarnya yang lain dalam STSK maupun BAUS saudara Abduh ZA sudah meneliti lebih lanjut atau ndak ya … ?

Sumber: http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=45

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: