Category Archives: Hadits Lemah

Kisah Harut dan Marut


Hadits palsu, dan berita isra’iliyyat banyak “menghiasi” kitab-kitab tafsir. Ambil saja sebagai contoh, hadits tentang Harut dan Marut. Oleh karenanya, saat membaca sebagian kitab-kitab tafsir, seorang harus pandai memilah, dan memilih hadits, jangan sampai memilih hadits palsu, atau berita Isra’iliyyat yang diadopsi dari Taurat, dan Injil, atau dari ucapan para pendeta dan mantan pendeta yang masuk ke dalam Islam, seperti hadits berikut: Continue reading →

Hadits yang Tersebar di Bulan Ramadhan


Koreksi Atas Beberapa Hadits yang Tersebar di Bulan Ramadhan

Kami sering mendengar beberapa hadits yang disampaikan oleh penceramah di bulan Ramadhan diantaranya:

  • Satu : Hadits “Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, tengahnya adalah pengampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka”.
  • Kedua : Hadits “Berpuasalah niscaya kalian sehat”.
  • Ketiga : Hadits “Segala sesuatu ada zakatnya dan zakatnya tubuh adalah puasa”.
  • Keempat : Hadits “Apabila salah seorang dari kalian mendengar adzan dan bejana berada ditangannya, maka janganlah ia meletakkannya sampai ia menyelesaikan hajatnya dari bejana tersebut”.
  • Kelima : Hadits “Siapa yang berbuka satu hari dalam ramadhan tanpa udzur maka dia tidak mampu menggantinya walaupun berpuasa sepanjang masa”.

Bagaimana sebenarnya kedudukan hadits tersebut, apakah shohih atau tidak. Jazakallahu khairan.

Dijawab oleh Al-Ustadz Abu ‘Abdirrahman Luqman Jamal: Continue reading →

Talaq Itu Solusi Terakhir


Solusi Terakhir….

Talaq adalah solusi terakhir ketika terjadi cekcok yang parah antara suami-istri setelah melalui proses yang panjang berupa nasihat, dan usaha perbaikan lainnya. Jadi talaq adalah perkara yang halal yang tidak dibenci oleh Allah, jika dilakukan pada tempatnya. Adapun hadits yang menjelaskan bahwa talaq adalah perkara yang dibenci dalam segala hal, maka haditsnya dho’if sebagaimana perinciannya berikut ini:

أَبْغَضُ الْحَلَالِ إِلَى اللهِ عَزَّوَجَلَّ الطَّلَاقُ

“Perkara halal yang paling dibenci oleh Allah -Azza wa Jalla- adalah talaq”. [HR. Abu Dawud (2178) dan Ibnu Majah (2018)] Continue reading →