Category Archives: Artikel AGAMA

Valentine Day, Gombalan Berujung Maut!


VALENTINE, GOMBALAN BERUJUNG PETAKA

‘Pink, love, the rose and chocolate’ adalah penampakkan yang kerap terjadi di pertengahan Febuari. Di tanggal 14 sebagian orang merayakannya dengan sebutan valentine’s day.

Entah bagaimana awalnya, dari beberapa klaim sejarah yang ada, -katanya- perayaan valentine’s day adalah suatu perayaan yang ditujukan untuk mengenang jasa seorang pendeta nasrani yang hidup di era romawi kuno. Di lain cerita, bumbu kekufuran dan kesyirikan kaum paganis kuno pun kuat menyengat, semakin memperburuk keadaan hakikat perayaan ini.

Tetapi sungguh sayang disayang, kaum muslimin yang seharusnya menjauhi perayaan kasih sayang ini ternyata semakin hari semakin menjadi, terkhusus pada sebagian kaum mudanya.

Sudah jamak, mereka yang merayakan valentine’s day biasanya membawa pasangannya (baca: pacar) masing-masing. Mulai dari alun-alun kota, taman-taman pinggir jalan sampai ke cafe-cafe elit, menjadi titik tujuan mereka dalam merayakannya. Khalwat (campur baur antara lelaki dan wanita) dan alunan musik melankolis betemakan cinta berpadu, menjadikan perayaan ini sebagai perayaan full syahwat dan pelanggaran syariat. Padahal Allah berfirman,

《وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا》

Artinya:

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (Al Isra: 32).

Pada ayat di atas, Allah memberikan peringatan kepada hamba-hambaNya untuk menjauhi zina, dan merayakan valentine’s day sudah pasti merupakan suatu yang terlarang karena disamping perayaan ini adalah perayaannya milik kaum nasrani, juga perayaan ini sejatinya akan menghantarkan pelakunya kepada ranah zina. Maka berhati-hatilah, Allah Ta’ala berfirman,

《فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ》

Artinya:

“Hendaknya orang-orang yang menentang perintah rasulullah itu takut, akan datangnya musibah atau adzab besar yang menimpa mereka” (An Nuur: 63).

Jadi, jangan tertipu! Perayaan valentine’s day tidaklah seromantis  yang dianggap, ternyata dibalik gombalan indah valentine, ada adzab dan musibah yang mengancam. Semoga Allah melindungi kita dan kaum muslimin dari musibah dan adzab. Amin.

 
➖➖➖

💐@SedikitFaidahSaja (SFS)

➖➖➖

Pentingnya Memperbaiki Akhlak Setelah Mengenal Manhaj Salaf


بسم الله الرحمن الرحيم

Perhatikan nasihat dibawah ini Wahai saudaraku

Pentingnya Memperbaiki Akhlak Setelah Mengenal Manhaj Salaf

 

Oleh: Asy Syaikh Abdullah Ibnu Abdurrahim al-Bukhari -hafidzahullah-

💼 Saya akan menggunakan kesempatan di sini (untuk menyampaikan hal-hal yang penting).

🍃 Sebagian Ikhwah(saudara-saudara) semoga Allah memberkahi mereka, hal ini sangat disayangkan,saya katakan setelah berpengalaman terhadap keadaan kebanyakan dari para penuntut ilmu dan ikhwah semoga Allah menunjuki mereka, ini adalah nasihat dari orang yang mengasihimu dan juga peringatan bagi yang menginginkan untuk diingatkan, sebagian Ikhwah -semoga Allah menunjuki mereka terhadap assunnah- terbagi menjadi beberapa bagian:

🌾Ada yang dahulunya ia kafir atau terjatuh kedalam kekafiran, maka Allah jalla wa’ala memberikan kenikmatan kepadanya dengan Al Islam dan assunnah, ini adalah nikmat, benar ❓ Continue reading →

Kabar Gembira, PAKET UMROH 9 HARI Sesuai Tuntunan Nabi Shalallahu’alaihi wa Sallam


Bismillah..
PAKET UMROH 9 HARI Sesuai Tuntunan Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam

InsyaAllah keberangkatan bulan Januari 2018.

Pesawat : Saudia direct Madinah
Hotel Makkah : Al Marsa/ setaraf.
Hotel Madinah : Sanabel/ Setaraf.
Makan 3X sehari, Indonesian food.
City Tour Makkah, Madinah dan Jeddah.
Transportasi Bus Rawaheel.
Zamzam 5L. Continue reading →

Keluarga Besar, Banyak Anak Banyak Rezeki


👍🏻 *BANYAK ANAK BANYAK REJEKI*

 

📝 Berkata asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah: “Dan sungguh telah sesat dengan kesesatan yang nyata orang yang berburuk sangka kepada Rabbnya. Dia berkata: “janganlah kalian memperbanyak anak. Nanti rezeki kalian akan sempit!” Mereka telah berdusta demi Rabbnya ‘Arsy. Jika mereka memperbanyak anak, Allah juga akan memperbanyak rezeki mereka. Karena tidak ada satu pun binatang melata di muka bumi kecuali Allah menanggung rezekinya. Maka rezeki anak-anakmu berada dalam tanggungan Allah. Dialah yang membuka untukmu pintu-pintu rezeki agar engkau bisa menafkahi mereka. Akan tetapi mayoritas manusia, mereka berburuk sangka pada Allah dan mereka bersandar pada perkara yang bersifat materi, yang bisa dilihat. Mereka tidak melihat pada sesuatu yang cakupannya jauh dan pada kekuasaan Allah ‘Azza wa Jalla. Padahal Dialah yang Memberi rizki walaupun anak-anakmu banyak. *Perbanyaklah anak, niscaya rizkimu akan diperbanyak. Inilah pendapat yang shahih (benar).*”

📚 Syarh Riyadhush Shalihin 1/558

 

🍋 Thuwailibul ‘Ilmisy Syar’i (TwIS)

 

🖊 Abu Abdillah Rahmat

 

🗓 23 R. Awwal 1439

11 Desember 2017

 

🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂

 

🚀 Dipublikasikan :

[ http://bit.ly/Webtic45%5D%5B bit.ly/Teletic ]

__________________________________

📚 WA TIC

MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA KEPADA ORANG KAFIR BISA MURTAD TANPA SADAR


✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

ﺃﻣﺎ ﺍﻟﺘﻬﻨﺌﺔ ﺑﺎﻷﻋﻴﺎﺩ ﻓﻬﺬﻩ ﺣﺮﺍﻡ ﺑﻼ ﺷﻚ، ﻭﺭﺑﻤﺎ ﻻ ﻳﺴﻠﻢ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﻔﺮ؛ ﻷﻥ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﺭﺿﺎ ﺑﻬﺎ، ﻭﺍﻟﺮﺿﺎ ﺑﺎﻟﻜﻔﺮ ﻛﻔﺮ، ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺑﻤﺎ ﻳﺴﻤﻰ ﺑﻌﻴﺪ ﺍﻟﻜﺮﺳﻤﺲ، ﺃﻭ ﻋﻴﺪ ﺍﻟﻔَﺼْﺢ ﺃﻭ ﻣﺎ ﺃﺷﺒﻪ ﺫﻟﻚ، ﻓﻬﺬﺍ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺇﻃﻼﻗﺎً

“Adapun mengucapkan selamat hari raya (agama lain), maka ini haram tanpa diragukan lagi, dan bisa jadi seseorang tidak selamat dari kekafiran, karena mengucapkan selamat hari raya kepada orang-orang kafir merupakan bentuk keridhaan terhadap hari raya mereka, padahal ridha terhadap kekafiran merupakan kekafiran, termasuk mengucapkan selamat hari natal atau hari paskah atau yang semisalnya. Jadi semacam ini tidak boleh sama sekali.

ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻬﻨﺌﻮﻧﺎ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻧﺎ ﻓﺈﻧﻨﺎ ﻻ ﻧﻬﻨﺌﻬﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻫﻢ،

Walaupun mereka juga mengucapkan selamat terhadap hari raya kita, maka kita tetap tidak boleh untuk mengucapkan selamat terhadap hari raya mereka.

ﻭﺍﻟﻔﺮﻕ ﺃﻥّ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺇﻳﺎﻧﺎ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻧﺎ ﺗﻬﻨﺌﺔ ﺑﺤﻖ، ﻭﺃﻥ ﺗﻬﻨﺌﺘﻨﺎ ﺇﻳﺎﻫﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻫﻢ ﺗﻬﻨﺌﺔ ﺑﺒﺎﻃﻞ

Perbedaannya karena ucapan selamat mereka terhadap hari raya kita adalah ucapan selamat terhadap kebenaran, sedangkan ucapan selamat kita terhadap hari raya mereka adalah ucapan selamat terhadap kebatilan.

ﻓﻼ ﻧﻘﻮﻝ: ﺇﻧﻨﺎ ﻧﻌﺎﻣﻠﻬﻢ ﺑﺎﻟﻤﺜﻞ ﺇﺫﺍ ﻫﻨﺆﻭﻧﺎ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻧﺎ ﻓﺈﻧﻨﺎ ﻧﻬﻨﺌﻬﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻫﻢ ﻟﻠﻔﺮﻕ ﺍﻟﺬﻱ سمعتم

Jadi kita tidak mengatakan bahwa kita membalas perbuatan mereka dengan cara yang sama, yaitu jika mereka mengucapkan selamat terhadap hari raya kita maka kita membalas dengan mengucapkan selamat terhadap hari raya mereka, karena adanya perbedaan yang telah kalian dengar.”

💽 Sumber || https://youtu.be/_FENNzaK15Q

🌏 Kunjungi || http://bit.ly/2j0nJjy

Kondisi Salafiyyin Dan Maftunin Di Masa Fitnah


Tatkala ahlul fitan bicara keji tentang Salafiyyin, menuduh mereka dengan ragam tuduhan keji, menjatuhkan kehormatan mereka dan… dan…, kita akan melihat ahlul haq bergeming¹ di atas sunnah, tidak membahayakan mereka dan dakwah mereka; tuduhan-tuduhan tersebut.

Dakwah terus berjalan dengan tenang tidak ada kegoncangan dan kegaduhan, dan mereka berkonsultasi kepada masyaikh sunnah yang kibar, menyampaikan masyakil dengan penggambaran yang rinci, detail tanpa rekayasa dan tendensi, setelah masyaikh memberikan bimbingan dan arahan maka dai-dai Salafiyyin menerangkan bimbingan masyaikh tersebut dan mengcounter ragam tuduhan dengan ilmiyyah dan hujjah, tidak ada caci maki, tuduhan keji dan bahasa yang kotor.

Penjelasan mereka menjadi penyejuk hati bagi orang-orang yang punya iman dan aqidah yang lurus namun sebagai halilintar dan petir menggelegar bagi ahlul fitan. Kalam dai Salafiyyin tersebut membuat ahlul fitan panik dan gelisah karena fitnah mereka akan terbongkar, akhirnya mereka pun berpegangan dengan apapun dan siapapun yang bisa menopang mereka: Continue reading →

Pengemis Itu Adalah Mantan Suamiku!


HIDUP INI TERUS BERGULIR………..
======================

Roda kehidupan memang senantiasa bergulir, ada saatnya untuk bahagia dan ada pula waktu-waktu terjatuh dalam duka. Tidak ada yang mengetahui adanya perubahan, kecuali Dzat yang menciptakan kehidupan.

Tidak ada seorangpun tahu apa yang bakal terjadi dalam hidup mereka. Manusia memang bisa berharap dan berencana, tapi kadang hidup bergulir ke arah yang tak disangka-sangka.

Tak peduli betapa deras airnya, hujan akan selalu berhenti. Setiap tetes air mata dan luka akan mengering. Dan matahari akan selalu terbit dan terbenam setiap harinya, sampai batas waktu yang ditetapkan-Nya.

Semua itu hanyalah fase hidup yang akan terlewati seiring dengan waktu. Jangan biarkan gelapnya masa lalu meredupkan cerahnya harapan di esok hari.

Hari-hari ini, kita berbahagia. Berbagai sajian dengan olahan daging sapi maupun kambing memenuhi meja makan di dalam rumah. Gule, kare, rawon, soto, sate, atau barangkali mencoba resep baru.

Daging sapi ataupun kambing merupakan bentuk ujian atas seorang mukmin. Akankah dia menjadi hamba yang bersyukur atau justru mengkufuri nikmat-Nya. Hal ini juga berlaku pada daging ayam.

Dikisahkan, ada seorang laki-laki yang kaya raya. Hidupnya pun dipenuhi dengan kemewahan.

Suatu hari, lelaki kaya tersebut sedang menikmati ayam bakar dengan ditemani sang istri tercinta. Tidak terbayangkan betapa lezatnya sajian pada waktu itu.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pada pintu rumahnya. Ternyata ada seorang pengemis sedang berdiri mengharap belas kasihan.

Lelaki itu pun keluar dan menghardik pengemis tersebut. Mengganggu saja, mungkin itu yang ada di benaknya. Allahul musta’an.

Tak berselang lama usai kejadian itu, lelaki kaya tersebut berubah menjadi miskin. Tak hanya itu, dia juga menceraikan istrinya.

Demikian berat apa yang dialami wanita itu. Perjalanan rumah tangganya terhenti di persimpangan jalan. Namun begitulah hidup. Di kemudian hari, wanita tadi menikah dengan lelaki lain.

Memang tidak mudah untuk memulai hari yang baru. Apalagi saat kemarin kita gagal meraih salah satu impian. Bukan hanya sekedar semangat, namun dibutuhkan tekad baja agar tidak terjebak dalam keputusasaan.

Tidak semua kesenangan hidup yang dirasakan, menunjukkan keridhaan Allah. Demikian pula sebaliknya, kesedihan hidup bukan berarti Allah itu murka. Semuanya merupakan ujian yang datang dari-Nya.

Wanita itupun melanjutkan fase kehidupannya bersama suaminya yang baru. Suka duka menjadi garam yang menghiasi rumah tangganya.

Pada suatu hari, suami istri ini sedang menikmati sajian ayam bakar. Ternyata pintu rumah mereka diketuk oleh seorang pengemis.

Sang suami kemudian menyuruh istrinya,
ناوليه الدجاجة…

“kasih untuknya daging ayam itu!”

Ketika sang istri keluar hendak memberikan ayam bakar tersebut, dia sangat terkejut. Betapa lisannya tak mampu mengeluarkan kata-kata. Hatinya demikian tersentak bak genangan air yang riuh oleh debur ombak.

Dengan sisa tenaga yang dimiliki, dia pun menyerahkan ayam yang dibawanya, lalu kembali masuk dengan menitikkan air mata. Wanita ini menangis tersedu-sedu.

Sang suami yang dermawan ini pun keheranan dan menanyakan perihal tangisan istrinya.

Maka wanita itu menceritakan bahwa pengemis tadi adalah mantan suaminya yang pertama. Sang istri juga mengisahkan kejadian yang pernah dilakukan oleh mantan suaminya ketika menghardik seorang pengemis.

Terkejut mendengar penuturan istrinya, lelaki yang kini menjadi suami keduanya pun berkata,
والله، أنا ذلك السائل!
“Demi Alloh. Akulah si pengemis itu !”

Dalam riwayat lain,
و أنا -والله- ذلك المسكين الأول! خولني الله نعمته و أهله لقلة شكره.

“Dan aku – demi Alloh – adalah si miskin itu (yg dulu diusirnya). Alloh pindahkan kekayaan sekaligus istrinya untukku gara-gara dia kurang bersyukur.”

Subhanallah. Tidaklah Allah menamai diri-Nya dengan al-Hakim -Dzat Yang Mahabijaksana- melainkan karena semua ketentuan-Nya penuh hikmah. Demikian samarnya maksud terjadinya musibah yang menimpa manusia hingga membutuhkan renungan yang lama dan pandangan yang seksama.

Demikianlah, hidup ini terus bergulir. Hari ini, kita menangis. Esok hari, kita tertawa. Adakalanya air hujan membasahi permukaan bumi, adakala tanah terpancar terik matahari. Ada kebersamaan, ada pula perpisahan. Natawakkal ‘alallah ‘azza wa jalla.

📘 وفيات الأعيان [١٠٨/٦]
📘 المستطرف [٢٧/١]

Dikopas dari tulisan salah satu asatidzah kita di grup Thullab Takhassus Jember Qudama.

@Forum_ilmiyahKarangAnyar

Dunia Itu Sedikit dan yang Jadi Bagianmu Sangat Sedikit


Abu Amr, Utsman Ibnu Sammak rahimahullah mengatakan,

«الدُّنْيَا كُلُّهَا قَلِيْلٌ، وَالَّذِي بَقِيَ مِنْهَا قَلِيْلٌ، وَالَّذِي لَكَ مِنَ البَاقِي قَلِيْلٌ، وَلَمْ يَبْقَ مِنْ قَلِيْلِكَ إِلاَّ قَلِيْلٌ،
وَقَدْ أَصْبَحتَ فِي دَارِ العَزَاءِ، وَغَداً تَصِيْرُ إِلَى دَارِ الجَزَاءِ، فَاشْتَرِ نَفْسَكَ، لَعَلَّكَ تَنجُو»

🌻 “Dunia seluruhnya itu sedikit. Yang masih tersisa darinya, sedikit. Bagianmu dari sisa itu, sedikit. Dan tidak tersisa dari bagianmu yang sedikit itu, kecuali sedikit.

🍂 Engkau sekarang berada di negeri kesabaran. Besok, engkau akan berada di negeri pembalasan. Maka belilah dirimu (lakukan amalan saleh sekarang untuk mendapatkan balasan kelak), semoga engkau selamat.”

📚 Siyar A’lam An Nubala’ 8/330

Gabung Channel Majalah Tashfiyah : telegram.me/majalahtashfiyah

Salat 2 Rakaat di Rumah Setelah Salat Ied


Bismillah, alhamdulillah wash shalatu wassalam ‘ala rasulillah wa ashabih waman walaah, wa ba’du:

Ada sebuah sunnah yang mungkin sekarang banyak ditinggalkan kaum muslimin, yaitu sunnah shalat 2 rakaat di rumah setelah shalat id, baik idul fithri atau idul adha.

عن أبي سعيد الخدري قال:  كان رسول الله -صلى الله عليه وسلم- لا يُصلّي قبل العيد شيئا، فإذا رجع إلى منزله صَلّى ركعتين
الحديث أخرجه ابن ماجه وأحمد وابن خزيمة والحاكم والسيوطي.
و صححه الحاكم ووافقه الذهبي، وحسنه ابن حجر في بلوغ المرام والألباني في  إرواء الغليل 3/ 100 والجامع الصغير وصحيح ابن ماجه -رحمهم الله وغفر لهم

Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak shalat sebelum shalat id sama sekali. Kemudian bila telah kembali ke rumahnya, beliau shalat 2 rakaat.
(HR. Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Al-Hakim dan As-Suyuthi. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi. Dihasankan oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram dan Syaikh Al-Albani di Irwaul Ghalil 3/100, Al-Jami’ Ash-Shaghir dan Shahih Ibnu Majah. Rahimahumullah.) Continue reading →

Bolehkah Wanita Menonton Para Ulama di Televisi? Membandingkan Fatwa Ulama dengan Fatwa Da’i Rodja


Pertanyaan: Apa hukum wanita melihat pria di televisi, seperti melihat kepada para dai dan masayikh serta ulama ketika mereka menyampaikan ceramah?

Jawaban:

Demi Allah, ini merupakan bencana, yaitu masalah media ini dengan tampilnya pria di hadapan wanita dan wanita di hadapan pria. Ini merupakan musibah. Dia bisa mendengarkan nasehat dan pelajaran (agama) melalui radio tanpa melihat gambar (pria).

~ Audio bisa di Download di sini

Continue reading →