Category Archives: Artikel AGAMA

Keluarga Besar, Banyak Anak Banyak Rezeki


👍🏻 *BANYAK ANAK BANYAK REJEKI*

 

📝 Berkata asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah: “Dan sungguh telah sesat dengan kesesatan yang nyata orang yang berburuk sangka kepada Rabbnya. Dia berkata: “janganlah kalian memperbanyak anak. Nanti rezeki kalian akan sempit!” Mereka telah berdusta demi Rabbnya ‘Arsy. Jika mereka memperbanyak anak, Allah juga akan memperbanyak rezeki mereka. Karena tidak ada satu pun binatang melata di muka bumi kecuali Allah menanggung rezekinya. Maka rezeki anak-anakmu berada dalam tanggungan Allah. Dialah yang membuka untukmu pintu-pintu rezeki agar engkau bisa menafkahi mereka. Akan tetapi mayoritas manusia, mereka berburuk sangka pada Allah dan mereka bersandar pada perkara yang bersifat materi, yang bisa dilihat. Mereka tidak melihat pada sesuatu yang cakupannya jauh dan pada kekuasaan Allah ‘Azza wa Jalla. Padahal Dialah yang Memberi rizki walaupun anak-anakmu banyak. *Perbanyaklah anak, niscaya rizkimu akan diperbanyak. Inilah pendapat yang shahih (benar).*”

📚 Syarh Riyadhush Shalihin 1/558

 

🍋 Thuwailibul ‘Ilmisy Syar’i (TwIS)

 

🖊 Abu Abdillah Rahmat

 

🗓 23 R. Awwal 1439

11 Desember 2017

 

🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂

 

🚀 Dipublikasikan :

[ http://bit.ly/Webtic45%5D%5B bit.ly/Teletic ]

__________________________________

📚 WA TIC

MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA KEPADA ORANG KAFIR BISA MURTAD TANPA SADAR


✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

ﺃﻣﺎ ﺍﻟﺘﻬﻨﺌﺔ ﺑﺎﻷﻋﻴﺎﺩ ﻓﻬﺬﻩ ﺣﺮﺍﻡ ﺑﻼ ﺷﻚ، ﻭﺭﺑﻤﺎ ﻻ ﻳﺴﻠﻢ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﻔﺮ؛ ﻷﻥ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﺭﺿﺎ ﺑﻬﺎ، ﻭﺍﻟﺮﺿﺎ ﺑﺎﻟﻜﻔﺮ ﻛﻔﺮ، ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺑﻤﺎ ﻳﺴﻤﻰ ﺑﻌﻴﺪ ﺍﻟﻜﺮﺳﻤﺲ، ﺃﻭ ﻋﻴﺪ ﺍﻟﻔَﺼْﺢ ﺃﻭ ﻣﺎ ﺃﺷﺒﻪ ﺫﻟﻚ، ﻓﻬﺬﺍ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺇﻃﻼﻗﺎً

“Adapun mengucapkan selamat hari raya (agama lain), maka ini haram tanpa diragukan lagi, dan bisa jadi seseorang tidak selamat dari kekafiran, karena mengucapkan selamat hari raya kepada orang-orang kafir merupakan bentuk keridhaan terhadap hari raya mereka, padahal ridha terhadap kekafiran merupakan kekafiran, termasuk mengucapkan selamat hari natal atau hari paskah atau yang semisalnya. Jadi semacam ini tidak boleh sama sekali.

ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻬﻨﺌﻮﻧﺎ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻧﺎ ﻓﺈﻧﻨﺎ ﻻ ﻧﻬﻨﺌﻬﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻫﻢ،

Walaupun mereka juga mengucapkan selamat terhadap hari raya kita, maka kita tetap tidak boleh untuk mengucapkan selamat terhadap hari raya mereka.

ﻭﺍﻟﻔﺮﻕ ﺃﻥّ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺇﻳﺎﻧﺎ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻧﺎ ﺗﻬﻨﺌﺔ ﺑﺤﻖ، ﻭﺃﻥ ﺗﻬﻨﺌﺘﻨﺎ ﺇﻳﺎﻫﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻫﻢ ﺗﻬﻨﺌﺔ ﺑﺒﺎﻃﻞ

Perbedaannya karena ucapan selamat mereka terhadap hari raya kita adalah ucapan selamat terhadap kebenaran, sedangkan ucapan selamat kita terhadap hari raya mereka adalah ucapan selamat terhadap kebatilan.

ﻓﻼ ﻧﻘﻮﻝ: ﺇﻧﻨﺎ ﻧﻌﺎﻣﻠﻬﻢ ﺑﺎﻟﻤﺜﻞ ﺇﺫﺍ ﻫﻨﺆﻭﻧﺎ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻧﺎ ﻓﺈﻧﻨﺎ ﻧﻬﻨﺌﻬﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻫﻢ ﻟﻠﻔﺮﻕ ﺍﻟﺬﻱ سمعتم

Jadi kita tidak mengatakan bahwa kita membalas perbuatan mereka dengan cara yang sama, yaitu jika mereka mengucapkan selamat terhadap hari raya kita maka kita membalas dengan mengucapkan selamat terhadap hari raya mereka, karena adanya perbedaan yang telah kalian dengar.”

💽 Sumber || https://youtu.be/_FENNzaK15Q

🌏 Kunjungi || http://bit.ly/2j0nJjy

Kondisi Salafiyyin Dan Maftunin Di Masa Fitnah


Tatkala ahlul fitan bicara keji tentang Salafiyyin, menuduh mereka dengan ragam tuduhan keji, menjatuhkan kehormatan mereka dan… dan…, kita akan melihat ahlul haq bergeming¹ di atas sunnah, tidak membahayakan mereka dan dakwah mereka; tuduhan-tuduhan tersebut.

Dakwah terus berjalan dengan tenang tidak ada kegoncangan dan kegaduhan, dan mereka berkonsultasi kepada masyaikh sunnah yang kibar, menyampaikan masyakil dengan penggambaran yang rinci, detail tanpa rekayasa dan tendensi, setelah masyaikh memberikan bimbingan dan arahan maka dai-dai Salafiyyin menerangkan bimbingan masyaikh tersebut dan mengcounter ragam tuduhan dengan ilmiyyah dan hujjah, tidak ada caci maki, tuduhan keji dan bahasa yang kotor.

Penjelasan mereka menjadi penyejuk hati bagi orang-orang yang punya iman dan aqidah yang lurus namun sebagai halilintar dan petir menggelegar bagi ahlul fitan. Kalam dai Salafiyyin tersebut membuat ahlul fitan panik dan gelisah karena fitnah mereka akan terbongkar, akhirnya mereka pun berpegangan dengan apapun dan siapapun yang bisa menopang mereka: Continue reading →

Pengemis Itu Adalah Mantan Suamiku!


HIDUP INI TERUS BERGULIR………..
======================

Roda kehidupan memang senantiasa bergulir, ada saatnya untuk bahagia dan ada pula waktu-waktu terjatuh dalam duka. Tidak ada yang mengetahui adanya perubahan, kecuali Dzat yang menciptakan kehidupan.

Tidak ada seorangpun tahu apa yang bakal terjadi dalam hidup mereka. Manusia memang bisa berharap dan berencana, tapi kadang hidup bergulir ke arah yang tak disangka-sangka.

Tak peduli betapa deras airnya, hujan akan selalu berhenti. Setiap tetes air mata dan luka akan mengering. Dan matahari akan selalu terbit dan terbenam setiap harinya, sampai batas waktu yang ditetapkan-Nya.

Semua itu hanyalah fase hidup yang akan terlewati seiring dengan waktu. Jangan biarkan gelapnya masa lalu meredupkan cerahnya harapan di esok hari.

Hari-hari ini, kita berbahagia. Berbagai sajian dengan olahan daging sapi maupun kambing memenuhi meja makan di dalam rumah. Gule, kare, rawon, soto, sate, atau barangkali mencoba resep baru.

Daging sapi ataupun kambing merupakan bentuk ujian atas seorang mukmin. Akankah dia menjadi hamba yang bersyukur atau justru mengkufuri nikmat-Nya. Hal ini juga berlaku pada daging ayam.

Dikisahkan, ada seorang laki-laki yang kaya raya. Hidupnya pun dipenuhi dengan kemewahan.

Suatu hari, lelaki kaya tersebut sedang menikmati ayam bakar dengan ditemani sang istri tercinta. Tidak terbayangkan betapa lezatnya sajian pada waktu itu.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pada pintu rumahnya. Ternyata ada seorang pengemis sedang berdiri mengharap belas kasihan.

Lelaki itu pun keluar dan menghardik pengemis tersebut. Mengganggu saja, mungkin itu yang ada di benaknya. Allahul musta’an.

Tak berselang lama usai kejadian itu, lelaki kaya tersebut berubah menjadi miskin. Tak hanya itu, dia juga menceraikan istrinya.

Demikian berat apa yang dialami wanita itu. Perjalanan rumah tangganya terhenti di persimpangan jalan. Namun begitulah hidup. Di kemudian hari, wanita tadi menikah dengan lelaki lain.

Memang tidak mudah untuk memulai hari yang baru. Apalagi saat kemarin kita gagal meraih salah satu impian. Bukan hanya sekedar semangat, namun dibutuhkan tekad baja agar tidak terjebak dalam keputusasaan.

Tidak semua kesenangan hidup yang dirasakan, menunjukkan keridhaan Allah. Demikian pula sebaliknya, kesedihan hidup bukan berarti Allah itu murka. Semuanya merupakan ujian yang datang dari-Nya.

Wanita itupun melanjutkan fase kehidupannya bersama suaminya yang baru. Suka duka menjadi garam yang menghiasi rumah tangganya.

Pada suatu hari, suami istri ini sedang menikmati sajian ayam bakar. Ternyata pintu rumah mereka diketuk oleh seorang pengemis.

Sang suami kemudian menyuruh istrinya,
ناوليه الدجاجة…

“kasih untuknya daging ayam itu!”

Ketika sang istri keluar hendak memberikan ayam bakar tersebut, dia sangat terkejut. Betapa lisannya tak mampu mengeluarkan kata-kata. Hatinya demikian tersentak bak genangan air yang riuh oleh debur ombak.

Dengan sisa tenaga yang dimiliki, dia pun menyerahkan ayam yang dibawanya, lalu kembali masuk dengan menitikkan air mata. Wanita ini menangis tersedu-sedu.

Sang suami yang dermawan ini pun keheranan dan menanyakan perihal tangisan istrinya.

Maka wanita itu menceritakan bahwa pengemis tadi adalah mantan suaminya yang pertama. Sang istri juga mengisahkan kejadian yang pernah dilakukan oleh mantan suaminya ketika menghardik seorang pengemis.

Terkejut mendengar penuturan istrinya, lelaki yang kini menjadi suami keduanya pun berkata,
والله، أنا ذلك السائل!
“Demi Alloh. Akulah si pengemis itu !”

Dalam riwayat lain,
و أنا -والله- ذلك المسكين الأول! خولني الله نعمته و أهله لقلة شكره.

“Dan aku – demi Alloh – adalah si miskin itu (yg dulu diusirnya). Alloh pindahkan kekayaan sekaligus istrinya untukku gara-gara dia kurang bersyukur.”

Subhanallah. Tidaklah Allah menamai diri-Nya dengan al-Hakim -Dzat Yang Mahabijaksana- melainkan karena semua ketentuan-Nya penuh hikmah. Demikian samarnya maksud terjadinya musibah yang menimpa manusia hingga membutuhkan renungan yang lama dan pandangan yang seksama.

Demikianlah, hidup ini terus bergulir. Hari ini, kita menangis. Esok hari, kita tertawa. Adakalanya air hujan membasahi permukaan bumi, adakala tanah terpancar terik matahari. Ada kebersamaan, ada pula perpisahan. Natawakkal ‘alallah ‘azza wa jalla.

📘 وفيات الأعيان [١٠٨/٦]
📘 المستطرف [٢٧/١]

Dikopas dari tulisan salah satu asatidzah kita di grup Thullab Takhassus Jember Qudama.

@Forum_ilmiyahKarangAnyar

Dunia Itu Sedikit dan yang Jadi Bagianmu Sangat Sedikit


Abu Amr, Utsman Ibnu Sammak rahimahullah mengatakan,

«الدُّنْيَا كُلُّهَا قَلِيْلٌ، وَالَّذِي بَقِيَ مِنْهَا قَلِيْلٌ، وَالَّذِي لَكَ مِنَ البَاقِي قَلِيْلٌ، وَلَمْ يَبْقَ مِنْ قَلِيْلِكَ إِلاَّ قَلِيْلٌ،
وَقَدْ أَصْبَحتَ فِي دَارِ العَزَاءِ، وَغَداً تَصِيْرُ إِلَى دَارِ الجَزَاءِ، فَاشْتَرِ نَفْسَكَ، لَعَلَّكَ تَنجُو»

🌻 “Dunia seluruhnya itu sedikit. Yang masih tersisa darinya, sedikit. Bagianmu dari sisa itu, sedikit. Dan tidak tersisa dari bagianmu yang sedikit itu, kecuali sedikit.

🍂 Engkau sekarang berada di negeri kesabaran. Besok, engkau akan berada di negeri pembalasan. Maka belilah dirimu (lakukan amalan saleh sekarang untuk mendapatkan balasan kelak), semoga engkau selamat.”

📚 Siyar A’lam An Nubala’ 8/330

Gabung Channel Majalah Tashfiyah : telegram.me/majalahtashfiyah

Salat 2 Rakaat di Rumah Setelah Salat Ied


Bismillah, alhamdulillah wash shalatu wassalam ‘ala rasulillah wa ashabih waman walaah, wa ba’du:

Ada sebuah sunnah yang mungkin sekarang banyak ditinggalkan kaum muslimin, yaitu sunnah shalat 2 rakaat di rumah setelah shalat id, baik idul fithri atau idul adha.

عن أبي سعيد الخدري قال:  كان رسول الله -صلى الله عليه وسلم- لا يُصلّي قبل العيد شيئا، فإذا رجع إلى منزله صَلّى ركعتين
الحديث أخرجه ابن ماجه وأحمد وابن خزيمة والحاكم والسيوطي.
و صححه الحاكم ووافقه الذهبي، وحسنه ابن حجر في بلوغ المرام والألباني في  إرواء الغليل 3/ 100 والجامع الصغير وصحيح ابن ماجه -رحمهم الله وغفر لهم

Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak shalat sebelum shalat id sama sekali. Kemudian bila telah kembali ke rumahnya, beliau shalat 2 rakaat.
(HR. Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Al-Hakim dan As-Suyuthi. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi. Dihasankan oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram dan Syaikh Al-Albani di Irwaul Ghalil 3/100, Al-Jami’ Ash-Shaghir dan Shahih Ibnu Majah. Rahimahumullah.) Continue reading →

Bolehkah Wanita Menonton Para Ulama di Televisi? Membandingkan Fatwa Ulama dengan Fatwa Da’i Rodja


Pertanyaan: Apa hukum wanita melihat pria di televisi, seperti melihat kepada para dai dan masayikh serta ulama ketika mereka menyampaikan ceramah?

Jawaban:

Demi Allah, ini merupakan bencana, yaitu masalah media ini dengan tampilnya pria di hadapan wanita dan wanita di hadapan pria. Ini merupakan musibah. Dia bisa mendengarkan nasehat dan pelajaran (agama) melalui radio tanpa melihat gambar (pria).

~ Audio bisa di Download di sini

Continue reading →

Tazkiyyah Asy-Syaikh Hani bin Braik terhadap Al Ustadz Luqman Ba’abduh


تزكية شيخ هانئ بن بريك حفظه الله لأخيه لقمان الإندونيسي

تزكية شيخ هانئ بن بريك حفظه الله لأخيه لقمان الإندونيسي

بالنسبة ﻷخينا الفاضل اﻷستاذ لقمان باعبده لا يطعن فيه إلا أتباع ذي القرنين، أو من يأتي به ذو القرنين إلى إندونيسيا ، أو من لا يعرف حقيقة اﻷخ لقمان وتابع هؤلاء ، وهناك من يطعن فيه ﻷنه لم يتابعه .

ولا أعرف اﻷخ لقمان إلا ملتزما بمشايخنا الكبار في كل أمور الدعوة، وحوله أخوة فضلاء من خيرة الدعاة في إندونيسيا .

وسمعت شيخنا ربيعا – حفظه الله – غير مرة يذكره بخير وينصح من يذهب إندونيسيا من الدعاة السلفيين أن ينزلوا عنده وفي المراكز التي يشرف هو وأخوته الفضلاء عليها.

كتبه:شيخ هانئ بن بريك.

التاريخ :1437/1/1هTazkiyyah Asy-Syaikh Hani bin Braik hafizhahullah terhadap saudaranya : Luqman Ba’abduh al-Andunisi

Terkait dengan Saudara kami yang utama, al-Ustadz Luqman Ba’abduh, maka tidaklah mencelanya kecuali

1. Para Pengikut Dzulqarnain, atau

2. Orang-orang yang didatangkan oleh Dzulqarnain ke Indonesia, atau

3. orang-orang yang tidak mengenal hakekat al-Akh Luqman dan hanya mengikuti mereka (yaitu jenis pertama dan kedua, pen). Di samping ada juga orang yang mencela Luqman karena tidak mengikuti perkembangan.

Aku tidaklah mengenal al-Akh Luqman kecuali seorang yang MULTAZIM (konsisten berpegang) dengan bimbingan para masyaikh Kibar dalam semua urusan dakwah.

Di sekitar dia ada ikhwah fudhala (utama) para duat terbaik di Indonesia (yakni para asatidzah, pen).

Aku mendengar Syaikhuna (guru kami) Rabi’ – hafizhahullah – berkali-kali MENYEBUTNYA DENGAN KEBAIKAN, dan beliau selalu menasehati para duat Salafiyyin yang berangkat ke Indonesia untuk datang kepadanya (Luqman) dan ke ma’had-mahad yang diasuh oleh Luqman dan para ikhwah (para asatidzah) fudhala [ sebagaimana yang kita saksikan dalam Daurah Masyaikh/Nasional tahunan di Indonesia, pen ]

ditulis oleh :
Asy-Syaikh Hani bin Braik hafizhahullah

tanggal 1 Muharram 1437 H

Majmu’ah Manhajul Anbiya url:http://www.manhajul-anbiya.net/%d8%aa%d8%b2%d9%83%d9%8a%d8%a9-%d8%b4%d9%8a%d8%ae-%d9%87%d8%a7%d9%86%d8%a6-%d8%a8%d9%86-%d8%a8%d8%b1%d9%8a%d9%83-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d9%84%d8%a3%d8%ae%d9%8a%d9%87-%d9%84/

Mengenal Asy-Syaikh Hamid Al-Junaibi Hafizhahullah


Beliau adalah asy-Syaikh al-Fadhil Hamid bin Khamis bin Rabi’ bin Sa’id al-Junaibi hafizhahullah. Dilahirkan pada 19 Sya’ban 1400 H

beliau salah seorang masyaikh di Uni Emirat Arab yang aktif mengusung Dakwah Salafiyyah di negeri tersebut.

Beliau belajar kepada sejumlah ulama besar, antara lain
• asy-Syaikh al-‘Allamah ‘Abdul Muhsin bin Hamd al-‘Abbad al-Badr
• asy-Syaikh al-‘Allamah ‘Ubaid al-Jabiri
• asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin ‘Abdil Wahhab al-‘Aqil
• asy-Syaikh al-‘Allamah Zaid bin Muhammad bin Hadi al-Madkhali
• asy-Syaikh ‘Abdurrahman Kuni al-Ifriqi
dan masyaikh lainnya.

asy-Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmi rahimahullah ditanya tentang asy-Syaikh Hanid al-Junaibi, maka beliau menjawab : “Dia seorang yang utama dan seorang pengusung sunnah.”

Di antara kiprah dakwah asy-Syaikh Hamid al-Junaibi di Uni Emirat Arab, beliau aktif bersama masyaikh Salafiyyin lainnya di situs “Bainunah li al-‘Ulum asy-Syar’iyyah”.

Halaman khusus untuk beliau bisa dilihat di
http://www.baynoona.net/ar/sheikh/177

Untuk mengikuti berbagai durus, fawaid, audio, dan tulisan-tulisan beliau, bisa ikuti channel https://tlgrm.me/hamed_junaibi

http://daurahnasional.com/mengenal-asy-syaikh-hamid-al-junaibi-hafizhahullah/

Channel Daurah Nasional “asy-Syari’ah” Ahlus Sunnah wal Jama’ah
https://tlgrm.me/daurahnasional
Situs Resmi http://daurahnasional.com

Bid’ahnya Doa “Shadaqallahul Azhiim” Setelah Membaca AlQuran, Lalu Apa yang Harus Dibaca?


DIANTARA SUNNAH YANG TELAH DITINGGALKAN MANUSIA SETELAH MEMBACA AL-QURAN

Janganlah engkau membaca:

صدق الله العظيم

akan tetapi bacalah:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Sunnah yang kebanyakan manusia melalaikannya setelah membaca Al-Quran.

Disunnahkan setelah selesai membaca Al-Quran untuk membaca :

( سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ).

“Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” Continue reading →