Sesatkah Jamaah Tabligh?


Sesatkah Jamaah Tabligh? 

Bagi seseorang yang ingin mengetahui kesesatan sebuah paham atau kelompok hendaknya dia mengetahui terlebih dahulu mana pemahaman yang benar dan mana pemahaman yang salah. Banyak kita saksikan manusia kebingungan bila dia mendengar atau membaca pernyataan bahwa: Ini adalah pemahaman yang sesat dan itu adalah pemahaman yang menyeleweng! Mengapa dia bingung? Hal itu terjadi tidak lain karena dia belum mengetahui perkara yang benar dan yang salah. Kebingungan ini tidak hanya melanda orang awam saja. Akan tetapi, para pelajar, mahasiswa, dan kalangan intelek pun mengalami hal yang sama. Untuk itu, sudah seharusnya seorang itu terlebih dahulu mengetahui kebenaran sehingga bila diajak berbicara tentang firqah-firqah sesat semacam syi’ah, mu’tazilah, jahmiyah, dan lain-lainnya tidak akan merasa heran. Begitu juga berkaitan dengan tema yang akan kita angkat kali ini tentang jamaah tabligh. Sudah semestinya seorang Muslim mempelajari kebenaran yang terdapat pada manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah dan bagaimana sikapnya terhadap jamaah ini.

 

Sesatkah Jamaah Tabligh?
Tidak diragukan lagi bahwa jamaah tabligh adalah suatu kelompok dakwah yang telah menyebar ke mana-mana. Tapi sebenarnya bagaimana jamaah ini bila dilihat dengan kacamata ajaran Islam. Kalau kita menengok sejarahnya, jamaah ini dirintis oleh Muhammad Ilyas Ad Diyobandi Al Jisti Al Kandahlawi kemudian Ad Dahlawi. Dia adalah pendiri jamaah tabligh di India. Dia pula yang merancang dan merumuskan ushulus sittah (enam dasar) ajaran jamaah tabligh. Ini dengan isyarat gurunya, Rasyid Ahmad Kankuhi Ad Diobandi Al Jisti An Naqsyabandi dan Asyraf Ali At Tanuhi Ad Diobandi Al Jisti. (Lihat Al Qaulul Baligh fit Tahdzir min Jama’atit Tabligh oleh Syaikh Hamud At Tuwaijiri halaman 24).

Kemudian dilanjutkan gerakan ini oleh anaknya, Yusuf. Dan pimpinan mereka sekarang adalah In’amul Hasan. (Halaman 7) Jamaah ini dibangun di atas empat jenis tarekat sufi: Jistiyah, Qadiriyah, Sahrawardiyah, dan Naqsyabandiyah. Di atas empat tarekat sufi inilah In’amul Hasan membaiat para pengikutnya yang telah dianggap pantas untuk dibaiat. (Halaman 7-8). Dari sini telah nampak jamaah tabligh tidaklah mendasarkan pemahamannya kepada pemahaman Salaf Shalih sebagai dasar pemahamannya pasti sesat. Dan berikut ini kita akan mendapatkan bukti nyata kesesatan mereka. Penampilan zuhud jamaah tabligh telah menipu sebagian besar kaum Muslimin sehingga ketika ada orang yang menyatakan bahwa mereka adalah kelompok yang sesat tiba-tiba terkejut sambil berkata : “Apakah orang-orang yang zuhud seperti itu sesat dan salah.!” Rupanya, orang-orang seperti ini tidak paham pokok dan dasar Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam menilai sesat atau tidaknya suatu kelompok tertentu. Mereka mengukur baik dan buruk hanya dari segi penampilan luar tanpa melihat bagaimana keadaan dalamnya.

Para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah orang yang arif dan bijaksana. Mereka menghukumi kelompok atau perorangan tidaklah berdasarkan hawa nafsu atau karena sakit hati tetapi dengan ilmu dan bukti-bukti otentik yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah dan semua makhluk. Berapa banyak orang-orang sufi yang berpenampilan sederhana dan zuhud tidak luput dari kritikan dan kecaman pedas dari para ulama. Mereka bisa menipu orang awam tapi jangan harap bisa menipu ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ahli Tarikh Islam, Al Imam Al Hafidh Adz Dzahabi mengomentari tertipunya Al Manshur, seorang khalifah Bani Abbasiyah karena ulah seorang tokoh mu’tazilah, ‘Amr bin ‘Ubaid. Khalifah bersyair:

Semua kalian berjalan dengan perlahan-lahan
Semua kalian memburu buruannya
Kecuali ‘Amr bin ‘Ubaid

Imam Adz Dzahabi berkata : “Dia (Manshur) tertipu dengan kezuhudan dan lagak keikhlasannya hingga dia melupakan kebid’ahannya.” (Lihat Siyar A’lamin Nubala 6/105 dan Naqdur Rijal karya Syaikh Rabi’ halaman 12)

Ushulus Sittah
Jamaah ini memiliki manhaj yang dijadikan dasar sebagai tempat rujukan yang dinamakan Ushulus Sittah (enam dasar), Ushulus Sittah tersebut berisi:
1. Merealisasikan kalimat thayibah Laa Ilaha Illallah Muhammadar Rasulullah.
2. Shalat dengan khusyu’ dan khudhu’ (penuh ketundukan).
3. Ilmu dan dzikir.
4. Memuliakan kaum Muslimin.
5. Memperbaiki niat dan mengikhlaskannya.
6. Keluar (khuruj) di jalan Allah.

Perhatikanlah wahai para pembaca yang budiman terhadap Ushulus Sittah ini. Kemudian kita lihat apakah mereka berada di atas manhaj yang benar dalam memahami, mempraktikkan, dan mendakwahkan dasar-dasar ini. Sebelum kita membicarakannya, Anda harus mengetahui terlebih dahulu bahwa Ushulus Sittah ini memiliki Kalimat Rahasia. Jika Anda telah mengenalinya akan bisa –dengan ijin Allah– memahami semua pendapat dan gerakan jamaah ini dengan mengembalikan semua ucapan dan perbuatan tersebut kepada Kalimat Rahasia ini. Kalimat Rahasia itu adalah segala sesuatu yang menyebabkan lari atau berselisih antara dua orang maka harus diputus dan dilenyapkan dari manhaj jamaah ini.

Sekarang mari bersama saya membahas dasar yang pertama jamaah ini, yaitu merealisasikan dua kalimat syahadat. Apakah Anda telah mengetahui cara merealisasikan dua kalimat syahadat di atas.

Realisasi dua kalimat syahadat itu adalah dengan cara mewujudkan tiga jenis tauhid, Tauhid Uluhiyah, Rububiyah, dan Asma’ was Sifat. Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alus Syaikh rahmatullah ‘alaihi mengatakan dalam Kitab Fathul Majid halaman 84: “Ucapan beliau, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab : ‘Bab Siapa Yang Merealisasikan Tauhid Akan Masuk Surga Tanpa Dihisab. Yaitu tanpa diadzab.’ Saya (Syaikh Abdurrahman) katakan : Merealisasikannya adalah (dengan cara) memurnikan dan membersihkannya dari noda-noda syirik, kebid’ahan, dan kemaksiatan.” Setelah kita memahami makna kalimat tauhid di atas dan Kalimat Rahasia yang ada pada mereka baiklah sekarang kita lihat realisasinya pada jamaah ini. Mereka merealisasikan kalimat ini dengan hanya berbicara sekitar tauhid Rububiyah saja. Mengapa demikian. Karena hal itu tidak sampai menyebabkan terjadinya perpecahan, membuat orang lari, dan berselisih antara dua orang Muslim.

Adapun kalau berbicara tentang tauhid Al Asma’ was Shifat maka akan menyebabkan terjadinya perpecahan, membuat orang lari, dan perselisihan karena di sana ada kelompok asy’ariyah, maturidiyah, jahmiyah, hululiyah, ittihadiyah, dan Salafiyah. Mereka semua berbeda dalam masalah ini. Dan dasar yang dijalani oleh jamaah tabligh dalam Kalimat Rahasia ini bahwa sesuatu yang akan menyebabkan orang lari, perselisihan, dan perpecahan antara dua orang maka harus dibuang dan ditiadakan dari manhaj jamaah ini.

Demikian juga jenis ketiga dari bagian tauhid, yaitu tauhid Uluhiyah maka pembicaraan dalam masalah ini diputus dan ditiadakan karena akan menyebabkan terjadinya perpecahan dan perselisihan karena nanti ada yang Salafi dan ada yang khalafi quburi. Yang pertama (Salafi, pent.) tidak membolehkan seseorang bepergian ke kuburan, shalat di sisinya, (shalat) ke arahnya, thawaf di situ, tawassul dengan orang-orang shalih, istighatsah kepada mereka, dan seterusnya. Berbeda dengan yang kedua (khalafi quburi, pent.), semua hal tadi boleh bahkan yang kita sebutkan tadi adalah intisari agama mereka.

Oleh karena itu wahai saudaraku yang mulia, jika ada di antara mereka yang menerangkan dasar ini tidaklah mereka mengatakan kecuali segala puji bagi Allah yang telah menciptakan kita, memberi rizki kepada kita, memberi nikmat kepada kita, dan seterusnya yang berkaitan dengan tauhid Rububiyah saja. Kita telah mengetahui bahwa yang namanya ilmu adalah firman Allah, sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, serta ucapan para shahabat, apakah dalam bidang aqidah, ibadah, muamalah, akhlak, dan yang lainnya. Mereka menyatakan ilmu itu ada dua, ilmu fadha’il yang berasal dari mereka dan ilmu masa’il yang berasal dari para ulama yang berada di setiap negeri. Setiap orang yang khuruj (keluar berdakwah) bersama mereka hendaknya mengambil (ilmu masa’il) tersebut dari para ulama di negeri masing-masing.

Apakah Anda telah memperhatikan pembagian ini. Dan mengapa mereka membolehkan seseorang berbicara tentang ilmu fadha’il dan melarang berbicara ilmu masa’il bahkan menganjurkan orang yang khuruj bersama mereka untuk mengambil ilmu tersebut dari para ulama di negeri masing-masing. Karena ilmu yang pertama (fadha’il) tidak menimbulkan perpecahan dan perselisihan, berbeda dengan yang kedua yang akan menimbulkan perpecahan.

Dalam perkara amar ma’ruf nahi munkar mereka juga menggunakan senjata Kalimat Rahasia ini. Mestinya amar ma’ruf nahi munkar itu diterapkan dalam semua perkara akan tetapi mereka menerapkannya dalam perkara yang sekiranya tidak menimbulkan perpecahan. Lalu bagaimana mereka mempraktikkannya. Maka jawabnya dengan cara pemaparan, yaitu mereka memaparkan hadits-hadits dan ayat-ayat yang berisi anjuran untuk melaksanakan perbuatan itu atau meninggalkan perbuatan yang dilakukannya tanpa menembus sisi aqidah. Mereka akan mengatakan kepada orang yang meninggalkan shalat –misalnya– :[“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (QS. Al Mukminun: 12) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam besabda : “Tidaklah setiap hamba Muslim shalat untuk Allah di setiap harinya dua belas rakaat tathawwu’ bukan fardlu kecuali Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di Surga.” Ini keutamaan shalat yang sunnah maka bagaimana dengan yang fardlu.]

Oleh karena itu, bila ada orang yang bermaksiat ikut khuruj (keluar) bersama mereka ingin merokok maka mereka membolehkannya bahkan membelikan rokok untuknya. Demikian juga peminum arak mereka akan membawakan botolnya. Dan kalau orang itu ingin mencukur jenggotnya mereka akan berikan pisau cukur untuknya atau mereka akan membawanya ke tukang cukur. Mungkin Anda akan berkata : “Ini hanyalah hal-hal yang dilebih-lebihkan saja.” Maka saya katakan : “Semoga Allah memberi hidayah kepadaku dan kepada Anda.” Cerita tidak sama dengan orang yang menyaksikan. Lihatlah buku-buku yang mengkritik mereka, Anda akan dapati perkara yang lebih aneh lagi.

Ketahuilah, mereka memiliki dua pertemuan rutin di malam Selasa dan Rabu. Pertemuan pertama untuk orang-orang yang pulang dari khuruj. Pada pertemuan pertama dihadirkan di hadapan mereka orang-orang yang ingin diberi semangat untuk khuruj bersama mereka atau untuk mempengaruhi mereka. Pertemuan kedua untuk menata khuruj pada waktu Ashar di hari Rabu. Amir pertemuan berkata kepada salah seorang yang telah khuruj –agar yang baru dan para pendengar mengetahui– : “Berapa hari Anda khuruj.” Yang khuruj menjawab: “Saya khuruj selama 4 bulan di jalan Allah.” Sang amir berkata : “Masya Allah! Di mana Anda habiskan semua waktu Anda itu.” Yang khuruj menjawab : “10 hari di negeri-negeri Teluk, 20 hari di belantara Afrika, 1 bulan di Eropa, 1 bulan di Amerika Selatan, 1 bulan di Asia Timur, India, dan Pakistan.” Maka sang amir pertemuan berkata (perhatikan ucapannya) : “Masya Allah! Anda adalah dai dan ketahuilah dai itu seperti awan yang datang ke bumi turun berupa air hujan kemudian menyirami mereka. Berbeda dengan ulama, mereka itu ibarat sumur, jika Anda merasa haus Anda harus menempuh perjalanan sejauh 1 mil untuk mendatangi sumur itu maka Anda akan mati dulu sebelum sampai ke sumur tersebut. Bahkan mungkin Anda tidak bisa minum karena timba yang digunakan untuk mengambilnya tidak ada. Dan kalau Anda ingin minum maka Anda harus datang ke pinggir sumur kemudian menimba dulu baru engkau bisa minum.”

Apakah Anda merasa tergugah –seperti tergugahnya para pendengar cerita itu– yang lebih memuliakan dai dari orang yang alim! Maka akibat dari cerita ini jika salah seorang di antara mereka ingin duduk menuntut ilmu, diceritakanlah kisah ini maka akhirnya diapun ingin menjadi awan saja daripada menjadi sumur! Agar Anda tidak kebingungan setelah membaca kisah ini maka harus diterangkan di sini kekeliruannya. Saya katakan –dengan mengharapkan bimbingan Allah– : Ketahuilah –semoga Allah membimbing kita kepada jalan-jalan kebaikan– bahwa awan yang turun berupa hujan tidaklah menumbuhkan kecuali rerumputan untuk pakan ternak pada umumnya dan hanya menumbuhkan rumput yang bersifat musiman. Bahkan kalau hujan itu turunnya di bumi yang gersang atau tidak pada musimnya, tidak bermanfaat. Dan kadang-kadang awan itu membawa kerusakan dan menimbulkan kehancuran. Berbeda halnya dengan air sumur, dia bisa dijadikan air minunm dan untuk bercocok tanam. Dan biasanya daerah yang ada sumurnya kehidupan di sana lebih bertahan lama karena penduduknya bisa bercocok tanam, minum, memanen hasil tanamannya, dan seterusnya. Dan keberadaan sumur bisa memberi manfaat bagi orang yang tinggal di situ dan bagi orang yang lewat apakah untuk diri mereka, tunggangan mereka, untuk tanaman mereka, dan perbekalan mereka dengan cara disimpan dalam bejana-bejana. Sumur, setiap saat airnya bersih, jernih, dan harum, apakah Anda berpikir untuk meninggalkannya.

Ada kisah lain, mudah-mudahan semakin memperjelas kesesatan jamaah ini. Diceritakan di hadapan para pemula yang ingin menuntut ilmu syar’i bahwa salah seorang di antara mereka berkata : [ “Kemana Anda akan pergi wahai fulan.” Maka yang lain akan menjawab : “Aku akan pergi belajar.” Kemudian orang yang pertama tadi berkata : “Untuk apa.” Yang lain berkata : “Agar aku mengetahui perkara yang halal dan haram.” Yang pertama berkata : “Subhanallah, Anda tidak tahu perkara yang halal dan haram.! Apakah anda tidak mendengar bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Mintalah fatwa kepada hatimu meskipun banyak orang yang memberi fatwa kepadamu.’ Subhanallah, sampai sekarang engkau tidak mengetahui perkara yang halal dan yang haram padahal banyak binatang yang mengerti tentang itu. Apakah Anda tidak melihat kucing ketika Anda letakkan makanan di suatu tempat kemudian Anda pergi dan kembali lagi sebentar setelah itu maka Anda akan lihat dia memakannya dan ketika melihatmu dia akan lari. Berbeda dengan kalau Anda duduk di atas kursi makanmu kemudian Anda letakkan di sebelahmu sesuatu makanan maka dia akan makan dengan tenang di sebelahmu. Pada kasus yang pertama kucing itu tahu bahwa dia terjatuh ke dalam perbuatan yang haram oleh karena itu dia lari. Dan pada kasus yang kedua, dia tahu bahwa makanan yang didapatkannya halal oleh karena itu dia makan bersamamu dengan tenang. Wahai saudaraku, akal kaum Mukminin bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram! Oleh karena itu mintalah fatwa kepada hatimu walau banyak orang yang memberi fatwa kepadamu.!” ]

Maka wahai saudaraku, apakah Anda setuju dengan permisalan seperti itu. Tentunya bagi seorang Muslim dalam menentukan perkara halal/haram dan perkara lain dalam urusan agama ini harus bersandar kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Sebab kalau masing-masing orang diberikan kebebasan menentukan urusan agama ini sekehendaknya sendiri niscaya akan rusak agama yang mulia ini. Adapun perkara minta fatwa kepada hati dalam menentukan suatu permasalahan, hal ini kadang-kadang bisa diterapkan dalam hal-hal yang memang belum jelas urusannya dalam agama ini. Dan tentunya syaratnya dia harus seorang rasikh (mendalam) ilmunya dalam Dien ini dan tidak dikhawatirkan hawa nafsu mempengaruhinya. Diceritakan bahwa salah seorang tabligh berbicara memberikan semangat kepada para pendengarnya untuk khuruj bersama mereka dengan meninggalkan anak, istri, keluarga, harta, negeri, dan lain-lainnya : “Wahai saudaraku, jika Anda meletakkan gula ke dalam gelas teh kemudian Anda tuangkan air dan Anda minum tanpa mengaduk gulanya maka Anda tidak akan merasakan manisnya gula. Dan jika Anda aduk maka akan merasakan manisnya gula. Demikian halnya dengan iman di dalam hati setiap manusia. Iman itu ada dan tidak akan bisa dirasakan manisnya oleh pemiliknya kecuali setelah mengaduknya dengan bergabung dan khuruj bersama jamaah ini.” Saya beranggapan, Anda akan segera membantah kisah ini dengan berkata : “Subhanallah! Jadi iman itu ada di setiap hati manusia.! Hingga di hati-hati orang munafik, kafir, dan murtad!” Dan barangkali Anda akan berkata pula : “Subhanallah! Jadi para ulama, penuntut ilmu, dai, orang awam dari kalangan pria dan wanita tidak akan merasakan manisnya iman bila tidak ikut khuruj dengan kalian.!” Mungkin Anda akan juga berkata : “Subhanallah! Bukankah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Tiga perkara, barangsiapa ada pada dirinya tiga perkara itu akan merasakan manisnya iman : Menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya, dia mencintai seseorang karena Allah, dan dia benci kembali kepada kekufuran setelah dia diselamatkan Allah darinya sebagaimana dia benci kalau dilemparkan ke dalam neraka.’ (HR. Muslim 1/66)

Terakhir akan saya tutup dengan sebuah kisah bagaimana mereka mempermainkan syariat dan akal para pendengarnya. Amir khuruj membagi kelompoknya pada hari Kamis pagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama, tinggal di masjid membuat halaqah dzikir yang terus berkelanjutan hingga semua kelompok pulang. Kelompok kedua menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang lebih. Tugasnya mengetuk pintu-pintu rumah yang berdekatan dengan masjid dan mengajak mereka untuk hadir dan bergabung dalam kegiatan jamaah ini dan agar mereka menghadiri bayan (penjelasan) yang diadakan setelah Maghrib sampai Isya’. Dan sebelum semuanya berpencar sang amir menceritakan kepada mereka kisah-kisah untuk memberi pelajaran kepada mereka maka dia berkata : “Pernah pada suatu saat sebuah kelompok ke suatu daerah. Setelah mereka dibagi menjadi 2 kelompok berdiamlah kelompok pertama dalam masjid. Dan kelompok kedua keluar mengetuk pintu-pintu rumah. Setiap kali mereka mengetuk pintu, mereka tidak mendapati jawaban yang menyenangkan dan sambutan yang baik. Tetapi mereka terus mengetuk pintu-pintu rumah dan tetap saja tidak disambut dengan baik. Maka ada di antara mereka yang berkata : ‘Periksalah iman kalian, wahai teman-teman!’ Maka merekapun memeriksa iman mereka tapi mereka tidak mendapati cacat (!). Maka salah seorang mereka berkata : ‘Mungkin teman-teman kita yang kita tinggalkan di masjid lalai berdzikir kepada Allah.’ Maka mereka berkata : ‘Marilah kita lihat mereka!’ Maka ternyata mereka dapati teman-teman mereka yang ada di masjid lalai berdzikir kepada Allah. Saudaraku, apa yang terasa di dalam dirimu kalau engkau khuruj bersama mereka kemudian mereka menjadikanmu di halaqah masjid apakah Anda ketika mendengar kisah ini akan lalai dari dzikir kepada Allah. Atau engkau akan berusaha dengan keras agar Allah memberi taufiq kepada teman-temanmu yang di luar hingga mereka membawa hasil.”

Tidak diragukan lagi, inilah terjadi. Terlebih lagi jika si tablighi tadi menyandarkan perbuatannya itu dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bahwa : [ “Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah dari beberapa rumah Allah (masjid), membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka kecuali akan turun sakinah (ketenangan) kepada mereka. Dan mereka akan diliputi rahmat, dinaungi malaikat, dan disebut-sebut Allah pada hamba-hamba yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim 4/2074)

Maka menurut mereka, penghuni masjid seperti sumber listrik dan kelompok kedua seperti lampu. Bila bergerak sumber listrik mereka akan hidup. Dan kalau tidak bergerak lampunya akan mati. ] Apakah Anda pernah mendengar permisalan seperti ini dan apakah Anda pernah melihat cara berdalil seperti ini! (Quthbiyah oleh Abu Ibrahim halaman 4-12)

Kitab Rujukan Jamaah Tabligh
Syaikh Tuwaijiri berkata : “Kitab yang paling top di kalangan tabligh adalah kitab Tablighin Nishshab yang dikarang oleh salah seorang tokoh mereka yang bernama Muhammad Zakaria Al Kandahlawi. Mereka sangat mengagungkan kitab ini sebagaimana Ahlus Sunnah wal Jamaah mengagungkan Shahih Bukhari dan Shahih Muslim serta kitab hadits lain.

Para tablighi (orang tabligh) menjadikan kitab ini sebagai rujukan dan pegangan bagi orang India dan Ajam yang mengikuti mereka. Di dalam kitab ini (Tablighin Nishshab) berisi kesyirikan-kesyirikan, bid’ah-bid’ah, khurafat-khurafat, dan hadits-hadits yang palsu dan lemah yang banyak sekali. Kitab ini sebenarnya adalah kitab yang jelek dan jahat serta sarat dengan fitnah dan kesesatan. Orang-orang tabligh menjadikannya sebagai rujukan untuk menyebarkan kebid’ahan-kebid’ahan dan kesesatan mereka, melariskannya, dan memperindahnya kepada orang-orang yang bodoh yang mereka (orang-orang tabligh -red) lebih sesat dari binatang ternak … .

Dan termasuk juga yang mereka perindah adalah dengan mewajibkan ziarah ke kubur Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam setelah haji. Padahal dalam perkara itu hanya bersandar dengan hadits-hadits yang palsu. Dan orang tabligh memiliki kitab lain yang mereka jadikan sebagai pegangan dan rujukan para pengikut mereka dari kalangan Ajam, India, dan selainnya yaitu kitab yang bernama Hayatush Shahabah karya Muhammad Yusuf Al Kandahlawi. Kitab ini juga sarat dengan hadits-hadits yang palsu dan lemah. Dan ini termasuk kitab yang jahat, sesat, dan berisi fitnah.” (Lihat Al Qaulul Baligh halaman 11-12)

Penulis: Al Ustadz Muhammad Ali Ismah Al Medani

Sumber: http://www.assunnah.cjb.net dalam http://www.darussalaf.org/myprint.php?sid=711

 

 

21 responses

  1. Let us pray that Mr Anto will soon get hidayah. I used to be like who he is now. He will smile one day thinking about what he is doing now. He just needs to get out of his home and face the ummah, not too busy sufring on the web, attacking his own brothers…

    Sukron. I’lam, we not attack to my brothers, but we want to advise them to return to the religion of truth according to the understanding salafush sholeh, do not bid’ah and don’t invites ashobiyah hizbiyah sufiyah dhol.

  2. apakah baik jika kita meninggalkan dunia untuk akhirat?

    1. barang siapa yang mengejar2 dunia maka akhiratnya akan jauh namun apabila menejar akhirat maka dina yang akan menejer2nya

  3. mudah2an anda menjadi orang yg selamat, selamat berdahwah

    1. ass.hidup untuk dakwah mati dalam dakwah

  4. assalamua’laikum…
    saudaraku yg baik…tidak sepantsnya sesama muslim saling menghujat dan menghina, merasa paling sholeh dan paling benar.. semua jamaah shrusnya tidk menyesatkan sesama saudaranya yg muslim, yg jelas2 kafir diabaikan…aplgi dikritik….stau ana banyak di jamaah tabligh yg hafizh.. insyaAlloh hafizh dan hafizoh itu terjaga… klw yg merokok dn yg berprilaku kurang baik..itu adalah proses mnuju baik… klw orang baik berbuat baik itu biasa tp klw orang jahat menuju arah baik..itu luar biasa.. af1 jika sy salah bercoment…
    wassalam

    1. wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
      perlu dipahami oleh anti bahwa kritikan terhadap JT adalah masalah manhaj, sampai kepada masalah akidah. Apa yang dipegangi dan diamalkan JT adalah akidah maturidiyah dan sufiyah. Dan keduanya ini menyimpang dari ajaran Rasul. Musuh di luar semisal orang2 kafir, semua orang tahu. Tapi musuh yg di dalam itu yang samar bagi kaum muslimin dan itu lebih berbahaya. Terima kasih telah mampir di blog ini. Salam

  5. mungkin yg antum maksud akidah Tabligh akidah maturidiyah & sufiyah itu Di India Pakistan tapi antum anggap semua Tablighiyyin sama. Tidak Tuan. Tabligh hanya cara dakwah/ cara dapat hidayah dan Salafi cara taklim/ilmunya jadi beda antara Tabligh dg Salafi. Contoh org mabok gak mungkin mau kita ajak pengajian / taklim, gimana caranya bisa ikut taklim kita tipu dulu supaya dapat hidayah baru kita masukin ke taklim ( seperti Salafi dll ). Kalau ada kekurangan Di JT perbaiki mereka krn mereka mayoritas org yg sedang mencari kebenaran, jd jg langsung menghukum mereka sesat.Dan saya sering sedih org yg lg belajar jd org baik dicaci maki abis abisan tapi tetangga. saudara, kenalan gak sholat gak pakai jilbab , murtad dll gak diurusin tapi ikut Tabligh kebakaran jenggot
    ( MAAF INI TERJADI DI KAMPUNG ANA , TEMEN ANA MABOK SEMUA GAK ADA YG KOMENTAR ..EHHH JADI AHLI MASJID USTADZ2 SEMUA MENENTANG AKHIRNYA MEREKA SEKARANG MABOK LG, ZINA LG DLL KITA AJAK LG SETANNYA LEBIH KUAT ANA CUMA BISA BERDOA MUDAH2AN MEREKA IKUT SALAFY ATAU ADA ORG SALAFY YG DATANGI RUMAH2NYA TERUS MENERUS SAMPAI MEREKA DAPAT HIDAYAH. KRN HIDAYAH DIDAPAT DG DAKWAH SEPERTI NABI2 DATANGI UMATNYA ATU2.

    wow, bukannya jamaah tabligh asalnya dari india sana. satu ajaran sama saja kan. kalau ente bilang beda, aneh juga itu. berarti nggak jelas dasarnya. dan baru tahu kalau dakwah itu pakai tipu-tipu gitu. bukankah menipu itu dosa. ajib dakwah ente ini.

  6. Sesat-sesat, hamba adalah buktinyata yang selalu berada didalam Kekayaan yang berlimpah yang akhirnya terjebak didalam kekufuran, hamba bagaikan seseorang terjebak didalam sumur namun wahai saudaraku salafy kau membiarkanku tenggelam, dimanakah ilmu yang kau miliki yang katanya manfaat, namun lebih mudharat, kau lihat semut disebrang laut tapi gajah dipelupuk mata tak tampak olehmu, kau pejamkan mata sambil mengocehkan kesalihanmu, jangan-jangan nafsumu yang berbicara bahkan lebih parah dari para pemabok, silahkan pancung saudaraku tabligiyin, dengan lidahmu aku tak kan rela kujaminkan kerancuan ilmu maka akan bertambah seribu lagi yang siap maju tanpa memperdulikanmu, karena perkara dunia urusan Allah Azza wajjalah. irikah kamu kepada mereka yang khuruj bahkan malaikat pun membentangkan sayapnya untuk menaungi mereka yang sedang berdakwah dijalan Allah. mereka tidak mengingkari Janji Allah azza wajallah inilah pemanis iman. tanya hatimu . . . . . sebelum berhujjah.

    1. saudaraku menurut pengetahuan ku kalau penegak hukum mau memutuskan seseorang bersalah harus cukup bukti baru disidangkan syaratnya (ket saksi2/saksi ahli, barang bukti) putusan sidang itulah putusannya bru bisa kita ketahui salah tidaknya seseorang, kita sebagai hamba Allah yang diberi akal harus memperhatikan hal tersebut supaya kita selamat dunia lebih2 diakhirat, ini no hp ku 085248826670

  7. bismillah jazaakumulloh khoir kpd ustad ,kenapa karena ana pernah kenal jamaa’h ini mereka berdakwa tanpa ilmu syari’ dan mereka punya fatwa yg ekstrim bila ada yg menasehati mereka pukul saja terutama para mantan premannya yg tobat lalu tidak belajar ilmu syari’ hanya ikut keluar/khuruj jadi penampilan saja yg berubah tapi sifat premannya masih ada.

  8. Awb.Tulisan diatas amat kejam,sy belajar islah diri di JT dah 4 tahunan,selama khuruj gak seperti yg ditulis.Silaturahmi pada orang (yg kebetulan main judi dan minuman keras)unt sama2 shalat berjamaah dimasjid,pernah sy alami.Mendengar berbeda dengan melihat,namun lebih beda dengan yang mengalami/pelaku.Banyak tulisan yg menghujat JT,dan uniknya, TULISAN MEREKA SERAGAM, macam satu team…ah…biarin aja…gitu aja kok repot.Kalau mau tahu JT, ikutlah 3 hari….smp skrg sy merasa belum tahu KENTUTNYA JT…Mungkin mereka dah tahu bentuk dan bau kentut JT,shg PANDAI BERSILANG PENA.Sepertinya sudah ditargetkan,JT adalah musuh utama dan abadi,krn JT MELULU yg diusili.Semoga hidayah unt mereka,amin.Waswb

  9. bagaimana ya cara penulisan bahasa arab thayibah ..kedalam bahasa indonesia yang benar, contoh seperti akhlaq..jika dalam bahasa indonesia ditulis akhlak.

  10. wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

    setiap kelompoh yang menghujat kelompok lain mereka itulah orang orang yang kecewa atas kelompoknya sendiri yang di tinggal oleh pengikutnya,karena tidak ada hasil dalam perubahan/perbaikan terhadapat saudara muslim,kerana saudara muslim adalah saudara kita juga dan perlu di ingat saudara kita bukan cuma Istri,anak,orang tua dll,tapi semua orang yang menyakini kalimat tayyibah

  11. Yang saya rasakan JT memberikan arah dan dorongan dalam kehidupan, buku-bukunya meberi semangat dalam mengerjakan amal sholeh.

  12. Ass.wr.wb
    kalau mau bikin tulisan atau artikel atau opini,dalami dulu objectnya,ikutlah dulu 3 hari atau 40 hari khuruj baru bikin kesimpulan.orang berilmu tidak menjamin bisa masuk surga….

  13. kalau semua orang muslim mempunyai pemikiran sama seperti anda, saya yakin agama ini tidak akan lama lagi akan tinggal namanya doank. bukannya kebanggan yang kita tunjukkan ketika ada sebagian saudara kita yang rela meluangkan waktu, tenaga, harta dan fikirannya untuk menyampaikan kebenaran, malah justru kita menfitnah yang bukan2. ingtlah wahai saudraku, sesama muslim itu saudara, janganlah anda menebar kedustaan, sementara anda sendiri hanya diam tidak melakukan apapun ketika manusia sudah tidak lagi mengamalkan agama. coba anda berfikir, apa yang sudah anda lakukan ketika anak istri anda, keluarga anda, tetangga2 anda, orang dikampung anda tidak lagi berpijak dalam ajaran agama, anda sudah melakukan apa? hanya komentar tanpa mewujudkannya dalam bentuk gerakan? omong kosong apa yang telah merasuki jiwa saudara2ku ini? aku heran banget ngliyatnya. mundurnya Islam bukan karena serangan dari luar,akan tetapi memang senagja diserang oleh orang2 yang sok jadi pemikir, padahal dia bukanlah pemikir yang sesungguhnya. pemikir yang sesungguhnya adalah yang selalu memikirkan nasib ummat yang semakin jauh dengan agamanya, bukan melemahkan yang saudaranya yang telah melakukan gerakan da’wah. Insaflah wahai saudaraku………..

  14. assalamu’alaikum, ustadz bisa nggak dirinci satu persatu kesesatannya ?

  15. syahrul rahmani | Balas

    Janganlah anda dengan begitu mudah menghujat oranglain sesat bukankah rasullullah mengatakan barang siapa mengatakan saudaranya sesat maka terlebih dulu sesat atau kapir bahkan dalam sebuah hadist yang diriwayat Abdullah bin Umar”’Rasulullah berkata; Aku diperintahkan memerangi manusia sehingga mereka mengatakan tiada tuhan selain ALLAH dan Muhammad adalah utusan ALLAH’; sehingga mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; Apabila merekatelah melakukan semua ituberarti mereka telah melindungi darah dan harta mereka dari seranganku;kecuali ada pelanggaran;Sedangkan hisab mereka urusan ALLAH
    Diriwayat Bukhari hadist no 25 dan juga Muslim dalam bab iman,

    1. Kalau mengatakan sesuatu yg bukan dari Rasul sebagai panduan dakwah atau menjadikan seolah-olah sbg hadis sahih bagaimana hukumnya brother? Silakan lihat buku panduan JT fadhoil amal.

  16. .Alhamduliloh ana sdh tobat dan bs terlepas dr Jama’ah ini stlh 2 tahun khuruj sampai ke Papua Nuigenea, mmg klo kita tdk berilmu kesannya Jama’ah ini baik. Ingat Akhi, perkara baik dan tidaknya sebuah ibadah bukan kita yg menetukan dan bukan hati kita yg dijadikan patokan tp apakah ada tuntunannya dari Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dua tahun sy ikut dan hanya melihat kebid’ahan demi kebid’ahan tanpa adanya satu hadits shahih pun yg terpakai. Afwan bukan ana sombong, ana jg terdidik dr kecil sdh membaca Bukhari dan Muslim, cuma alasan sy ikut Jama’ah Tabligh krn ghirah dakwah tp stlh 2 thn cukup bg ana melihat bgt bnyk kesesatan mulai cerita2 kurafat mengenai bsnya seseorang khuruj tanpa mengeluarkan uang sepeserpun bahkan ada yg tidur kemudian terbangun dan tiba2 dibwh kasurnya sdh terdpt uang jutaan. Ana aja sdh mengeluarkan uang berjuta-juta u/khuruj. Apakah ada sahabat Nabi yg dakwah tanpa mengeluarkan uang ??? Buku Fadhoil Amal pun bnyk kejanggalan mulai dr Hadits org sholat mengenakan sorban lbh bnyk pahalanya klo tdk salah ingat sampai 80 kali dr yg tdk menggunakan, dan lain2. Apalagi tafsir ayat Kuntum khairan ummat yg ngalor ngidul ga tau kmn, tafsir makna Laa ilaha illallah jg bgt, sholat malam yg ga ada batasannya, dalil enam sifat yg jg ngaco dll. Pernah kami sholat malam bersama-sama dan hanya membaca surat al-Ikhlash hingga seribu kali. Pernah jg kumpul sholat Nisyfu Sha’ban stlhnya membaca dzikir 77rb kali dll. Jd kesesatan itu tergantung dr siapa Amirnya. Dan intinya mereka melaksanakan smua ibadah yg menurut mereka baik, mengenai ada dalil atau tidak itu urusan nanti. Ana harap antum smuayg msh khuru dan ikut dalam kesesatan mereka, sadarlah dan bertobatlah kepa Alloh, ana pun skrg msh menyimpan kesedihan yg luar biasa krn Kakak ana yg perempuan ada yg diceraikan oleh suaminya (Kakak Ipar anan) krn suaminya hanya ingin khuruj dan tidak mau mengurus kluarganya, pdhl Kakak ana orgnya Sholihah, berhijab besar dan mereka sdh punya enam org anak. Kenapa ana yg bersedih krn ana lah yg mengajak Kakak Ipar ana untuk khuruj. Makanya antum2 smua yg msh khuruj ingatlah khi, segeralah bertobat, ingatlah ayat “Jagalah dirimu dan kluargamu dari Api Neraka”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: