Dakwah dengan Nasyid


Dakwah dengan Nasyid
Tanggapan: Assalamu ‘alaikum. Afwan saya kurang setuju dengan pernyataan kalau kaset nasyid tempatnya di tempat sampah, karena hati saya terbuka untuk kembali pada Allah setelah saya mendengar nasyid yang menceritakan akan fananya dunia ini. Selain itu saya lihat kalau nasyid merupakan media efektif untuk da’wah karena lebih diterima. Lebih jelas antum bisa baca buku nasyid vs musik jahiliah karya Dr. Yusuf Kordhawi. Semoga Allah memberikan kemudahan untuk membedakan yang hak dan yang batil, amin. (08121469***)

Jawaban: Wa’alaikum salam. Kami katakan sekali lagi kaset-kaset nasyid itu lebih layak disimpan di tong sampah karena benar-benar telah menjauhkan umat Islam dari menyibukkan diri dan mengambil petunjuk dengan al Qur`an dan as Sunnah. Sungguh kami prihatin saat anda mengatakan bahwa hati anda terbuka untuk kembali pada Allah dengan mendengar nasyid. Kami katakan anda korban pertama yang baru kami ketahui, masih adakah al Qur`an dan as Sunnah dalam hati anda? Yang dengannya semua hati manusia akan terbuka. Anda katakan nasyid merupakan media efektif untuk da’wah, kami katakan tidak!! Manhaj dalam berda’wah adalah tauqifiyyah yang tidak boleh seorang da’i memulai da’wahnya dari mana saja, dengan cara apa saja, dengan jalan apa saja! Tidakkah anda tahu sahabat Mu’adz bin Jabal ketika diutus Rosulullah berda’wah ke negeri Yaman, beliau Rosulullah memberitahukannya apa-apa yang harus disampaikannya terlebih dahulu (lihat HR Bukhori, Muslim, Ibnu Majah, dan lainnya dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu). Ini menunjukkan bahwa berdakwah adalah perkara tauqifiyyah. Anda tahu, begitupun kami, dan seluruh kaum muslimin kalau Mu’adz bin Jabal adalah da’i yang paling memahami bidang da’wah dibanding seribu da’i-da’i pada hari ini atau lebih, hal ini tidak diragukan.

Mungkin anda tidak tahu kalau anda bersikap sok lebih tahu daripada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Perhatikanlah, seorang syaikh berkeinginan untuk mengubah kemungkaran yang ada di tengah-tengah masyarakatnya peminum khamr, pencuri, perampok, dan lain-lain. Dan ia pun ingin mendakwahinya, namun ia melihat tidak mungkin untuk mengumpulkan mereka kecuali dengan diperdengarkan alunan nasyid (karena akan lebih dapat diterima) ketika ia melakukan cara ini untuk mendakwahinya, maka sekelompok dari merekapun bertobat. Kemudian hal ini ditanyakan kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, “Bolehkah melakukan cara seperti syaikh ini, karena terlihat maslahat yang banyak?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan petunjuk dan agama yang benar dan Allah menyempurnakan agama untuknya dan untuk umatnya… Syaikh yang disebutkan di atas bermaksud agar masyarakat yang di sekitarnya itu bertobat dari dosa-dosa besar namun ia menganggap tujuan itu tidak mungkin tercapai kecuali dengan cara bid’ah ini (nasyid). Ini menunjukkan bahwa syaikh itu bodoh akan cara-cara yang syar’i (atau tidak sanggup menjalaninya) yang dengannya ahli maksiat akan bertobat. Sesungguhnya Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, dan para tabi’in mereka telah menyeru/menda’wahi orang-orang yang lebih jelek dari yang disebut di atas seperti ahli kufr, fasiq, ahli maksiat dengan cara-cara yang syar’i, yang Allah telah cukupkan mereka daripada menggunakan cara-cara bid’ah.” (lebih jelasnya lihat Majmu’ul Fatawa 11/620-624).

Adapun Qaradhawi dan bukunya itu kami telah mengetahuinya, tidak ada keinginan sedikitpun untuk membacanya, bahkan cocok kalau bukunya itu juga masuk tong sampah. Seperti apa musik jahiliyah versi Qaradhawi itu bila ternyata dia membolehkan nyanyian dan musik bahkan dia lebih kesengsem oleh suara artis cantik asal Mesir Faizah Ahmad -saat seorang wartawan mewancarainya-. Tidakkah anda tahu kalau Kordhawi itu kegemarannya merayakan ultah pernikahannya, meniru kebiasaan orang-orang kafir, menghadiri pertemuan/majelis yang di dalamnya dibagikan minuman khomr dengan alasan maslahat da’wah. Lebih dari itu, dia pun membolehkan menjual barang-barang haram. Inikah yang disebut Fakih Islam, inikah yang berfatwa gerakan pemboikotan produk-produk Yahudi? Orang ini ternyata lebih dari sekedar penipu, kami sarankan anda dan seluruh kaum muslimin yang kadung cinta padanya agar membaca kitab “Rof’ul Litsaam ‘an Mukholafati Qaradhawi li Syari’atil Islam”, edisi Indonesia “Membongkar Kedok Penyimpangan Qaradhawi dari Syari’at Islam”. Semoga Allah menunjukimu dan kita semua kepada apa yang dicintaiNya dan diridhoi-Nya. Wal ‘ilmu ‘indallah.
Sumber: Buletin Al Wala’ wal Bara’ Edisi ke-45 Tahun ke-1 / 24 Oktober 2003 M / 27 Sya’ban 1424 H

One response

  1. muhammad zubair bin zamli.. | Balas

    saya ingin bertanaya,
    adakah elemen nasyid ini yang dikatakan sebagai salah satu cara untuk berda`wah itu sampi mesej da`wah nya kepada umah…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: