Category Archives: Bantahan

Keanehan Musho’fiqoh


AJAIB!!
MUSHA’FIQAH MENOLAK & MENCERCA TAUBAT ORANG YANG MEREKA MUSUHI, SEMENTARA PEMBESAR MEREKA SENDIRI BELUM BERTAUBAT DARI KESALAHAN-KESALAHANNYA

 

Asy-Syaikh Arafat al-Muhammady hafizhahullah berkata:

البعض كأنهم يريدون من طلاب العلم أن يكونوا كالملائكة لايقعون في الخطأ ولو وقعوا في خطأ أو اثنين فهم لايصلحون للتدريس ولاللدعوة بينما من يتعصبون له وقع في: عبارات شركية وبدع لفظية وحُكم عليه بالفسق والكذب. ويدافع عن محمد المعبري الذي دعا إلى حرية الفكر مع الروافض. فأين توبته؟

“Sebagian orang seakan-akan mereka ingin para penuntut ilmu agar seperti malaikat yang tidak pernah terjatuh dalam kesalahan, dan seandainya mereka terjatuh dalam satu atau dua kesalahan maka mereka dianggap tidak pantas untuk mengajar dan berdakwah.

Sementara orang yang mereka bela secara membabibuta (Muhammad bin Hady) telah terjatuh pada:

  • Ungkapan-ungkapan syirik.
  • Bid’ah-bid’ah dalam ucapan.
  • Divonis fasik dan pendusta.
  • Membela Muhammad al-Ma’bary yang menyerukan kebebasan pemikiran bersama Rafidhah.¹

MANA TAUBATNYA?”

2.29 AM · 14 Jan 2019

Url sumber || https://mobile.twitter.com/Arafatbinhassan/status/1084533005551616000

Url artikel || https://t.me/jujurlahselamanya/578

:key:Catatan kaki (ed.)
(1) https://t.me/tp_alhaq/3894

#shaafiqah #askari_akmal #muhammad_bin_hadi #tuduhan_dusta_zhalim #pendusta

🔥 Keanehan-Keanehan Sulaiman Ar-Ruhaily 🔥Oleh Asy-Syaikh Abul Mundzir Munir as-Sa’dy hafizhahullah


🔥 KEANEHAN-KEANEHAN SULAIMAN AR-RUHAILY 🔥

✒️ Asy-Syaikh Abul Mundzir Munir as-Sa’dy hafizhahullah

♻️ Pertanyaan: Assalamualaikum, apakah boleh saya melarang menyebarkan ilmu Sulaiman ar-Ruhaily?

✅ Jawaban: Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

⚠️ Orang ini aneh urusannya, di antara keanehannya:

1⃣ Tidak memiliki kejelasan sikap dan suka menggunakan ungkapan-ungkapan yang bersifat umum dan global yang menjadikan sebagian pemuda jatuh dalam kerancuan dan kebingungan.

2⃣ Mentazkiyah atau memuji orang yang dijarh atau dicerca, dalam keadaan dia mengetahui bahwa orang tersebut dijarh oleh para ulama besar yang memiliki spesialisasi dalam menilai orang-orang dan kelompok-kelompok.

3⃣ Ikut campur dalam fitnah yang telah diselesaikan oleh para ulama besar dan menampakkan kepada manusia bahwa dia ingin mendamaikan dan berusaha menyelesaikan masalah, sehingga terkadang fitnah berkepanjangan pada banyak pemuda karena adanya ikut campur semacam ini, dan dia menjanjikan akan memberikan pendapatnya nanti seakan-akan Salafiyyun menunggu-nunggu keputusannya.

4⃣ Ketika dia menampakkan keinginannya kepada asy-Syaikh Rabi’ untuk ikut mendamaikan lalu beliau mendukungnya, dia menyembunyikan dua perkara penting:

Pertama: Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah mempersyaratkan kepadanya agar Muhammad bin Hady bertaubat dan mengumumkan taubatnya tersebut.

Kedua: Perkataan asy-Syaikh Abdul Mu’thy ar-Ruhaily kepadanya, “Saya katakan kepadamu mewakili saudara-saudara saya bahwa kami bersamamu mendukung perdamaian.”

5⃣ Termasuk keanehannya ketika dia menampakkan keinginan untuk mendamaikan –dan perdamaian itu perkara yang baik dan kita semua gembira dengannya, tetapi yang diinginkan adalah perdamaian yang disertai taubatnya orang yang salah– tetapi sangat disayangkan kita tidak mendapati pengaruh atau bekas perdamaian tersebut ada pada diri asy-Syaikh Sulaiman, bahkan kita mendapatinya di depan memuji salah satu pihak secara berlebihan, sedangkan di belakang mencela pihak lain, sebagaimana yang dinukil beberapa celaan darinya oleh Asyraf Bayumi.

6⃣ Diantara keanehannya adalah pada fitnah Ibrahim ar-Ruhaily dia menyebut Muhammad bin Hady sebagai salah satu penuntut ilmu, namun sekarang pada fitnah ini yang padanya Muhammad bin Hady menuduh zina seorang muslim tanpa mendatangkan para saksi, mencela para penuntut ilmu, serta merendahkan para ulama besar, maka Muhammad bin Hady menurut asy-Syaikh Sulaiman telah menjadi seorang ulama, hafizh, mujahid, dan orang yang sabar.

Jadi ketika Muhammad bin Hady mencela sepupunya (Ibrahim ar-Ruhaily) dia menyebutnya sebagai salah seorang penuntut ilmu, namun ketika dia mengarahkan anak panahnya kepada asy-Syaikh Rabi’ dan asy-Syaikh Ubaid serta murid-murid mereka, maka dia menyebutnya sebagai ulama mujahid yang sabar!!

Allahul musta’an. Continue reading →

Download Kajian Catatan Ilmiah untuk Quraish Shihab


Alhamdulillah link download “Sunny-Syiah Bergandengan Tangan, Mungkinkah?” saat ini sudah kami sediakan untuk didownload. Bersamaan dengan ini pula kami meminta maaf atas keterlambatan kepada para pengunjung website yang menunggu janji dari kami untuk menyediakan link download rekaman Kajian Ilmiah tersebut. Continue reading →

Studi Kritis Perayaan Maulid Nabi


بسم الله الرحمن الرحيم

Studi Kritis Perayaan Maulid Nabi
-shallallahu alaihi wasallam-

Sinopsis:

Perayaan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bisa dikatakan sebagai ritual tahunan yang telah dilaksanakan turun temurun, generasi ke generasi di hampir seluruh negeri kaum muslimin. Dia dijadikan lambang oleh kebanyakan mereka dari kecintaan terhadap Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Akan tetapi, pernahkah terbetik di dalam hati kita untuk mengadakan studi dan penelitian tentang asal muasal munculnya perayaan ini? Pernahkah kita mempertimbangkan ucapan sebagian orang yang menyatakan bid’ahnya maulid? Ataukah kita serta merta langsung menyalahkan ucapan tersebut tanpa melihat dalil-dalil dari pihak yang pro dan kontra terhadapnya? Tentunya sikap yang kedua ini bukanlah sikap yang adil bahkan merupakan kecurangan, baik dari sisi akal, terlebih lagi dari sisi syariat. Continue reading →

Jawaban Atas Pembelaan Wahdah Islamiyah


بسم الله الرحمن الرحيم

Jawaban Ilmiah terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 1 )

Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray
(Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
– حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين –
Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir

Sesuatu yang sungguh sangat saya khawatirkan akhirnya terjadi juga, yaitu kesalahpahaman orang-orang Wahdah Islamiyah (WI) atas nasihat yang saya sampaikan, pandangan yang jelek dan sinis kepada Penulis serta emosi yang berlebihan dalam menyikapi sebuah kritikan. Padahal pada bagian muqaddimah dan juga pada bagian akhir artikel yang berjudul “Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah” telah saya jelaskan beberapa argumentasi ilmiah mengapa saya menulis artikel tersebut. Tidak lain hakikatnya adalah karena kecintaan saya kepada WI, mantan guru-guru saya yang sangat saya cintai dan kaum muslimin seluruhnya, hadaaniyllahu wa iyyakum. Continue reading →

Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Bag. 1)


Penulis artikel ini dan yang memurojaah sekarang termasuk orang yang menyimpang, telah ditahdzir oleh ulama kibar (Asy Syaikh Rabi’ hafidzahullah dkk) sebagai mutalawin la’ab makir, maka saya berlepas diri dari mereka juga dg artikel-artikel yang mereka tulis.

بسم الله الرحمن الرحيم

Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Bag. 1)
Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray
(Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
-حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين-

Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir
Muroja’ah : Al-Ustadz Dzulqarnain

Pembaca yang budiman, kini kami akan menyebutkan beberapa penyimpangan yang saya lihat sendiri selama menjadi santri di STIBA al-Wahdah al-Islamiyah Makassar dalam kurun waktu antara tahun ( +) 2001 – 2005, dan tahun 2005 – 2007 masih ber-intisab ke WI serta sempat mengisi beberapa ta’lim dan dauroh WI di Makassar dan di daerah. Berikut beberapa penyimpangan tersebut: Continue reading →

Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah?


بسم الله الرحمن الرحيم

Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah?
Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray
(Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
-حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين-

Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir
Muroja’ah : Al-Ustadz Dzulqarnain

Pada risalah ringkas ini –Insya Allah- saya akan menjelaskan latar belakang kenapa saya keluar dari Wahdah Islamiyah (WI) yang berpusat di Makassar. Dengan harapan, semoga yang sedikit ini bisa menjadi nasehat kepada mereka yang masih setia bersama WI secara khusus, dan kepada kaum Muslimin secara umum.

Namun risalah yang ringkas ini bukanlah sebuah rincian ilmiah yang disertai dalil-dalil dan penjelasan para ulama tentang penyimpangan-penyimpangan WI. Tetapi hanyalah merupakan pengungkapan bukti-bukti yang dilihat oleh mata kepala dan didengar oleh telinga, baik itu berupa penyimpangan itu sendiri, maupun sekedar syawahid (penguat)nya. Sebab rincian pembahasan ilmiahnya telah sangat jelas dipaparkan oleh beberapa asatidzah (para ustadz). Di antaranya: Continue reading →

Download Bantahan Terhadap Syubuhat Para Pengekor Ihya Ut-Turots


Berikut rekaman bantahan tuntas terhadap syubhat-syubhat dan fitnah yang dihembuskan oleh para pengikut jama’ah Ihya Ut-Turots, yang dibawakan oleh Al-Ustadz Abu Karimah Asykari di Masjid Al-Anshar, Sleman, Yogyakarta, 31 Mei 2009. Semoga engkau para pencari kebenaran mendapat hidayah darinya agar kita semua terjalin ukhuwah di atas kebenaran. Continue reading →

Mengapa Kalian Rampas Akhwatnya Jika kalian benci Manhajnya; Bantahan terhadap Ibnu Abdul Muis Ikhwani (Bagian 2)


Berputar di antara kebodohan, kebencian dan kebohongan

( sebuah catatan atas cerpen ” Mengapa Kalian Rampas Akhwatnya

Jika Kalian Benci Terhadap Manhajnya ” )

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir Al Jakarty

Lanjutan bantahan bagian 2

———————

Judul Cerpen :

Mengapa Kalian Rampas Akhwatnya

Jika Kalian Benci Terhadap Manhajnya

Oleh : Ibnu Abd Muis

Inilah judul yang terkesan lucu dan menggelikan yang ditulis oleh seorang ikhwani yang bernama Ibnu Abd Muis, yang cerpen ini lebih pantas diberi judul ” ” Yang penting nyikat salafi walau ku tulis cerpen dengan judul Mengapa Kalian Rampas Akhwatnya Jika Kalian Benci Terhadap Manhajnya “

Wahai Ibnu Abd Muis apa yang menjadi alasan dirimu untuk menulis cerpen dengan judul seperti diatas, apakah kamu tidak tahu jika benar ada ikhwan salafy yang menikah dengan akhwat tarbiyah bukan sekedar fiksi sebagaimana dengan judul cerpen yang kautulis. Continue reading →

Mengapa Kalian Rampas Akhwatnya Jika kalian benci Manhajnya; Bantahan terhadap Ibnu Abdul Muis Ikhwani (Bagian 5)


Berputar di antara kebodohan, kebencian dan kebohongan

( sebuah catatan atas cerpen ” Mengapa Kalian Rampas Akhwatnya

Jika Kalian Benci Terhadap Manhajnya ” )

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir Al Jakarty

Lanjutan bantahan bagian 5

——————

Cerpen

“Tapi kayanya antum sudah lama ikut aktifitas amal jamai ya?” tanya ustadz Azri kepadaku. “Soalnya ana sering lihat antum di berbagai tempat kegiatan bakti social, nggak cuma di DPRa antum saja?”

“Iya, ustadz, ana sibuk banget. Kerja, dari pagi sampe malem. Maklum kuli.. hehehe… Takut halaqahnya nggak serius, jadi ana fikir biar ana aktif di kegiatan social kemasyarakatannya saja, ternyata tarbiyah point utamanya. Sekalipun agak terlambat, nggak apa-apa lach”

“Nah, ini dia ustadz, salah satu penyebab akhwat-akhwat kita keburu dinikahi ikhwan bukan tarbiyah,” tuduh Ridwan kepadaku.

“Maksudnya?”, tanyaku bingung. Continue reading →