NORDIN N STOP!!!


NORDIN N STOP!!!

Penulis: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal

Sebagai seorang muslim yang masih berada di atas fitrahnya yang suci,sudah tentu merasakan kegembiraan ketika mendengarkan berita tentang tewasnya seseorang yang dikenal sebagai salah satu gembong teroris Khawarij dimasa kini,yang gemar melakukan tindakan kejahatan dan menumpahkan darah manusia,tidak terlepas pula tertumpahnya darah-darah kaum muslimin. Namun berbeda halnya dengan seorang yang telah tertanam padanya benih-benih pemikiran khawarij,dia tentu akan merasa sedih dengan terbunuhnya salah satu dari tokoh mereka,yang selama ini dianggap “berjihad” dengan cara-caranya.Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menggelarinya dengan sebutan “mujahid” atau “mati syahid”.

Kaum Muslimin yang kami muliakan,termasuk diantara petunjuk didalam Islam yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam dan para sahabatnya adalah tidak menampakkan kesedihan dengan tewasnya tokoh-tokoh teroris khawarij. Bagaimana mungkin seseorang bersedih,sementara mereka dengan melakukan tindakan membabi buta tanpa mengikuti koridor syari’at Islam yang telah diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya,dan melakukan berbagai tindakan teror yang menyebabkan ketakutan kaum muslimin yang hidup didalam negeri mereka sendiri.Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti seorang muslim lainnya.”
(HR.Abu Dawud (5004),dari beberapa sahabat Nabi )
Oleh karenanya ,Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan tegas menyebut mereka kaum khawarij sebagai anjing-anjing neraka.Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

الْخَوَارِجُ كِلَابُ النَّارِ
“Khawarij adalah anjing-anjing neraka.”
(HR.Ibnu Majah:173,dari Ibnu Abi Aufa radhiallahu anhu)

Demikian pula halnya para sahabat Nabi –semogaAllah meridhai mereka- tidak merasa sedih dengan meninggalnya tokoh-tokoh teroris khawarij,bahkan sebaliknya dengan menampakkan perasaan gembira dan bersyukur atas meninggalnya.Diriwayatkan dari Abu Ghalib berkata: Abu Umamah –radhiallahu anhu- melihat kepala-kepala (kaum khawarij) yang dipajang ditangga masjid Damaskus, lalu Abu Umamah berkata:
كِلَابُ النَّارِ شَرُّ قَتْلَى تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ خَيْرُ قَتْلَى من قَتَلُوهُ

“anjing-anjing neraka, (mereka) seburuk-buruk yang terbunuh dibawah kolong langit,dan sebaik-baik yang terbunuh adalah yang mereka bunuh.”
Lalu Abu Umamah berkata:sekiranya aku tidak mendengar hadits ini (dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam) sekali,dua kali sampai tujuh kali, aku tidak akan memberitakannya kepada kalian.”
(HR.Tirmidzi:3000)

Perhatikanlah hadits ini yang menunjukkan betapa seringnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam memberi peringatan kepada umatnya dari bahaya kaum khawarij ini.

Demikian pula yang dilakukan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu,sebagaimana yang diriwayatkan oleh Zabban bin Shabirah Al-Hanafi bahwa ia berkata ketika menceritakan keikutsertaannya dalam perang Nahrawan dalam menumpas kaum Khawarij:
“Aku termasuk yang menemukan dzu tsadyah .lalu menyampaikan berita gembira ini kepada Ali radhiallahu anhu,dan aku melihatnya sujud yang menunjukkan kegembiraannya.”
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-mushannaf: 8424)

Yang dimaksud Dzu tsadyah adalah salah seorang dari kalangan khawarij yang diberitakan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ,dzu tsadyah artinya yang memiliki benjolan pada bagian tangannya yang menyerupai payudara,bagian atasnya seperti puting payudara yang memiliki bulu-bulu kecil mirip kumis kucing.
(fathul bari:12/298)

Demikianlah sikap para ulama salaf dalam menyikapi kaum teroris khawarij.Semoga Allah memelihara kita semua dari kejahatan dan makar mereka,dan semoga Allah menyelamatkan kaum muslimin dari berbagai pemikiran dan syubhat mereka yang menyesatkan manusia dari jalan Allah Azza Wajalla.Benarlah ucapan Abul ‘Aliyah rahimahullah:

إن علي لنعمتين ما أدري أيتهما أعظم أن هداني الله للإسلام ولم يجعلني حروريا

“Sesungguhnya aku merasakan dua kenikmatan yang aku tidak mengetahui manakah diantara dua kenikmatan tersebut yang terbesar: ketika Allah memberi hidayah kepadaku untuk memeluk islam, dan tidak menjadikan aku sebagai haruri (khawarij).”
(diriwayatkan Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf:18667)

Ditulis oleh:
Abu Karimah Askari bin Jamal
28 ramadhan 1430 H.
http://ibnulqoyyim.com/index.php?option=com_content&task=view&id=101&Itemid=2

12 responses

  1. gembong teroris Khawarij

    ____________

    Atas dasar apa mereka dimasukkan dalam khawarij?

    1. Mengkafirkan pelaku dosa besar.
    2. Memberontak kepada pemerintah muslimin.
    3. Melecehkan ulama dan menjauhkan umat darinya.

  2. Jazakallahu khair atas pencerahan antum ustadz. Utk sdr sugiyanto belajarlah Islam dr sumber yg benar (Salaf) agr ucapan dan amalan anda akn dibenarkan (dibimbing) oleh Allah. Ketahuilah!, ust Askary pernah berjihad di Ambon bersama Laskar Jihad Ahlussunnah Wal Jamaah yg biiznillah paling ditakuti oleh org Kristen ambon bahkan dunia.

    1. Afwan akh Abu Fadhl.
      Sepertinya kita tidak perlu ta’ashub. Cukup dikatakan dia pernah berangkat ke Ambon. Tidak perlu dikatakan paling…. dan paling ….ini.

      Hati hatilah dalam hal ini, jangan ghuluw.
      Syukron

  3. Baru kali ini sy tdk berkeberatan dgn tulisan antum

    Tapi perlu diketahui bahwa artikel di atas bukan tulisan saya.

  4. dari fisiknya yang lebih mirip anjing anjing itu kalian sendiri deh ( suka jilat sana sini thogut )

  5. Buktikan kalau para ulama sunnah suka menjilat? Tunjukkan Ayat dan Hadits yang membolehkan bunuh diri dan membunuh orang dengan semena-mena, walaupun kafir?

  6. @ Sugiyanto
    Sekedar Nasehat dari orang yang awam akan agama…

    Dalam belajar agama jangan dilihat dengan kasat mata dan menelan mentah2x semua ceramah2x.

    1. Lihatlah orang yang memberikan ceramah itu latar belakang pendidikannya & tingkah laku sehari-harinya … apakah mencerminkan ISLAM/tidak ?

    Karena sekarang ini banyak orang baru bisa baca buku ceramah… Langsung kasih Ceramah dimana2x… walaupun pendidikan dia tidak nyambung & dia tidak pernah duduk bersama ULAMA…. apalagi menimba ilmu agama kepada Guru/ULAMA…

    2. Dengar & Perhatikan Ustadz tersebut mengambil sumber apakah dari Al Qur’an & Hadist / tidak ?

    Karena Banyak Hadist2x Lemah & Palsu yang beredar di masyarakat…. Semua itu mengatas namakan Rasulullah… PADAHAL ITU BUKAN DARI RASULULLAH…. melainkan buatan manusia2x jahil yang ingin menyesatkan manusia. & Banyak Ayat Al Qur’an yang dipelintir maknanya se-enak udel (bodong)nya…

    3. Dalam hal JIHAD, apakah Negara ini … Negara Kafir / tidak ?

    Karena banyak korban dari ledakan tersebut adalah kaum muslimin….. Harga darah seorang muslim itu lebih berharga dari Dunia ini.
    Jadi Kalo mau jihad di negeri2x yang seperti Palestina, Afganistan…. Insya Allah ini JIHAD YANG BENAR/Syar’i

    4. Banyak orang2x ISLAM berpartai mengatas namakan PARTAI ISLAM….. Apa benar itu PARTAI ISLAM ???

    Karena bercampurnya laki2x & perempuan dalam demo2x atau perkumpulan2x itu dibenarkan dalam ISLAM?, lalu partai tersebut bila menang… ujung-ujungnya adalah kekuasaan…. ujung-ujungnya lagi adalah UANG…. YANG LEBIH PARAH LAGI… PARTAI TERSEBUT BERKOALISI DENGAN NON ISLAM… UNTUK JABATAN TERTENTU….. Astagfirullah….

    5. Menentang Pemerintah yang mayoritas penduduknya adalah ISLAM ???

    Ini..nih… jeleknya pemilu langsung orang bodoh & mungkin anda sendiri ikut bersama didalamnya menentukan arah kepemimpinan Negara. Bagaimana mungkin orang terpilih dengan suara terbanyak…. lalu orang yang memilih presiden memaki/menghujat orang tersebut (presiden)….lucu bukan !!!
    Kalo Balik bertanya… Yang milih Siapa ? Hayo…. Jadi jangan salahkan Presidennya (Pemerintah)…. Salahkan Rakyat yang memilih dia…..hehehe…. lalu bangaimana yang sesuai agama donk ??? Jawabannya yaitu Musyawarah bukan Pemilu…ok

    Inilah pentingnya menuntut Ilmu Agama….. & jangan asal memilih guru agama…ok

    Jalan menuju Surga itu Hanya Satu & itu satu-satu jalan yang harus kita lalui…
    Jalan menuju NERAKA itu bermacam-macam & bercabang-cabang…..

    Semoga bermanfa’at

  7. ga usah di approve komen si sugik ,akh..yang baca orang banyak,soalnya….di approve malah bikin orang lain kesetanan

  8. Assalamu’alaikum,

    Saya setuju dengan komentar ikhwan Temp @Sugianto di atas, memang banyak sekali orang yang mengaku Islam bahkan seperti turut memperjuangkan Islam akan tetapi banyak diantara mereka hanya berpura-pura bahkan ada yang hanya bermaksud mengambil keuntungan saja baik secara ekonomi, soaial, dan politik.

    Saya pikir masalah Nurdin M Top dan teroris juga adalah merupakan PEMANFAATAN orang yang mengaku Islam yang mempunyai semangat jihad yang tinggi tetapi mungkin mereka kurang memahafi Islam atau pemahanan akan Islam yang sebenarnya kurang mereka fahami agar menguntungkan kepentingan MEREKA.

    Terima kasih.

  9. Alhamdulillah…
    @ Sugiyanto, sayang sekali jika Anda tidak terbuka hatinya oleh AlQur’an wa Sunnah dan lebih memilih menolak kebenaran atas dasar fanatisme golongan..

    Perbuatan mereka tidak hanya membunuh org2 kafir yg mendapat perlindungan dari amr – yg tdk boleh dibunuh-, namun juga menyebabkan korban melayang dari muslimin. Saudara, lihatlah dan perhatikanlah jika engkau org yg benar:

    “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” [An-Nisa:93]

    ”Sungguh lenyapnya dunia bagi Allah lebih ringan dari terbunuhnya seorang muslim”. [Shahih, HR At-Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu majah dan yang lain Shohih At-Targhib:2439]

    Dan Abdullah Ibnu Umar suatu hari memandang ke Ka’bah seraya mengatakan:”Betapa agungnya engkau dan betapa agungnya kehormatan engkau, tetapi seorang mukmin lebih besar kehormatannya disisi Allah dari pada engkau” [Shahih lighoirihi, HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, Shohih At-Targhib:2441]

    Wallahu A’lam

  10. @abu fadhl
    yaa akhi tinggalkanlah ta’ashub.
    ghuluw dalam mentazkiyah dapat membutakan hati.
    cukuplah dikatakan pernah berjihad diambon.

    Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
    (al mu’minun 53)

  11. Abdurrahman al Madani | Balas

    Bismillah
    ya akhi fillah… Allahu mustaan, untuk apa antum semua berkomentar masalah yang bukan menjadi hak kita (bukan ustdz). hati-hati dengan ini semua, akan menimbulkan fitnah, dan yg pny blog ini jangan pula menerima/memberi komentar dari orang-orang yang tidak memiliki landasan ilmu.
    serahkan lah semua dakwah kepada para asatidz. Ayna nahnu min asatidzah ??.
    Barakallahu fikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: