Tag Archives: Pluralisme

Kaum Muslimin, Yahudi, Nashrani, dan Majusi Berkabung Atas Kematiannya


Adakah di dunia ini yang menggabungkan tiga atau empat jenis agama? Ada. Namanya pluralisme. Dan ini jelek. Tapi ada gabungan empat jenis agama: Islam, Yahudi, Nashrani, dan Majusi, yakni dalam hal penghormatan  (berkabung) kepada kepulangan seorang imam besar, ulama agung, imam mazhab, panutan kaum muslimin, Imam Ahmad bin Hanbal. Dan ini masya Allah.

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Ahmad bin Hanbal adalah seorang tauladan dalam 8 hal: tauladan dalam bidang hadits, fiqih, bahasa arab, Al-Qur’an, kefakiran, zuhud, wara’ dan dalam berpegang teguh dengan sunnah Nabi shalallahu’alaihi wa sallam. Continue reading →

Download Free: Pluralisme dalam Timbangan Syariat


Tema : Pluralisme dalam Timbangan Syariat
Kitab : Kitab Al-Adabul Mufrad
Penceramah : Al-Ustadz Ali Basuki, Lc.
Waktu : Ahad, 17 Muharram 1431 H / 03 Januari 2010
Tempat : Masjid Nurul Irfan UNJ, Rawamangun, Jakarta

Download File : Pluralisme Dalam Timbangan Syariat.mp3

Ket : Untuk Men-Download File, Klik kanan pada nama file diatas (cth : NamaFile.mp3) lalu “Save As” atau “Save Link As..”

Sumber: http://problemamuslim.wordpress.com/2010/01/03/pluralisme-dalam-timbangan-syariat/

Pelatihan Shalat Khusyu’ Abu Sangkan dalam Sorotan


PENYIMPANGAN – PENYIMPANGAN ABU SANGKAN (1)

Penulis: Al-Ustadz Abu Umamah Abdurrohim bin Abdulqohhar al-Atsary


Di dalam bab ini akan saya terangkan pinyimpangan-penyimpangan Abu Sangkan berdasarkan kajian saya terhadap buku–buku karya Abu Sangkan, yaitu Pelatihan shalat Khusyu’, penerbit Yayasan Shalat Khusyu’, cetakan ke 13, Berguru Kepada Allah. Penerbit Yayasan Shalat Khusyu, cetakan ke 13, Makalah–makalah Pelatihan Shalat Khusyu’ dari para pelatih yang datang ke wilayah saya, diantaranya Drs. Shodiq dari Malang, Drs Moh. Fahri, MM dari Malang dan saudara Sukana, Sag dari Surabaya, dan DVD Pelatihan Sholat Khusyu’ karya Abu Sangkan.

Sebelum kita membahas penyimpangan–penyimpangan Abu Sangkan sedikit terlebih dahulu kita membahas dulu tentang hukum mengghibahi, mencela dan melaknat tokoh sesat (ahli bid’ah) sebagai dasar agar tidak dikatakan sok benar sendiri, lisan kotor, akhlaknya jelek, dan tuduhan–tuduhan jelek lainnya kepada penulis. Continue reading →