Tag Archives: Riba

Kerasukan Setan!!


Pernah melihat orang kerasukan jin? Tingkah laku orang yang kerasukan jin tentu bikin orang yang melihatnya ngeri ya. Pernah melihat orang kerasukan setan? Lebih mengerikan lagi. Nah, berikut ini contoh orang-orang yang kerasukan setan. Ya, mereka adalah para pemakan harta riba! Continue reading →

KPR Melalui Bank, Ribakah?


Saat ini marak pembelian rumah dengan bentuk KPR melalui pihak ketiga, yaitu bank. Nah, sebagian orang masih bingung apakah KPR jenis seperti ini termasuk riba atau bukan. Berikut ada pertanyaan yang langsung dijawab oleh ustadz.

Tanya:
Assalamu’alaykum ustadz ana mau tanya: bagaimanakah cara untuk bertobat dari dosa riba,(dalam hal ini proses KPR/Keredit Kepemilikan Rumah melalui Bank) sementara untuk saat ini belum ada kemampuan untuk melunasi sisa hutang tersebut?Jazakumullahu khairan. Continue reading →

Muhammadiyah Pun Haramkan Bunga Bank


Meski tergolong pembicaraan “basi”, bunga bank tetap menjadi berita hangat, di masyarakat, terutama menyangkut hukumnya dalam Islam. Tidak dimungkiri bahwa keberadaan bank-bank di dunia ini, khususnya di Indonesia, merupakan kemajuan di sektor ekonomi. Namun, semua tetap harus dilihat dari kacamata syar’i. Topik pembahasan kali ini adalah mengenai bunga bank yang dihukumi haram karena bunga bank termasuk kategori RIBA. Begitu kurang lebih yang dikatakan oleh Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhamamdiyah Fatah Wibisono kepada detikcom.

Alasan lain kenapa bunga bank haram, menurut Fatah karena yang menikmati bunga bank adalah para pemilik modal. “Nah jadi berdasarkan kesamaan sifat antara riba dan bunga, maka bunga mengikuti hukum riba, yaitu haram,” tegas Fatah. (Sumber informasi: detik.com)

Aku Terpaksa Pinjam ke Bank, Bagaimana Hukumnya?


Terpaksa Pinjam ke Bank?

Soal:

Jika seorang miskin, hidup di negeri yang bukan muslim dan tidak ada yang membantu dia mengutangi uang, dan dia terpaksa untuk meminjam sejumlah uang dari bank dengan pembayaran lebih dalam bentuk riba. Apakah boleh baginya untuk membayar kelebihan ribanya tersebut mengingat  keadaan dia yang fakir sehingga dia melakukannya dalam keadaan darurat? Continue reading →