AJARAN KAFIR AHMADIYAHOleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh -Hafidzahullah-

AL QADHIYANIYAH (AHMADIYAH) AJARAN KAFIR DAN SYIRIK
Fatwa Asy Syaikh Muhammad bin Ibrahim mantan Mufti Saudi Arabia sebelum Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahumullahPertanyaan:

Apa pendapat anda tentang firqah Al Qadiyaniyah (Ahmadiyah -ed) yang muncul di India, yang dipimpin oleh Mirza Ghulam Ahmad. Di awal kemunculannya orang ini mengaku sebagai mujaddid (pembaharu -ed) untuk kurun ke-14, hal ini seperti yang ia tegaskan dalam kitabnya yang dinamakan Izalatul Auham hal; 153 dan karena kemunculan seorang mujaddid sudah merupakan sunnah yang berjalan sekaligus juga sebagai kedudukan yang tidak diingkari oleh kaum muslimin kecuali orang-orang yang benar-benar memiliki ma’rifat akan keadaan ia yang tersembunyi dan hakikat dirinya yang sebenarnya dan ia bukan orang yang pantas menyandang kedudukan yang tinggi dikarenakan jelasnya keadaannya dan akhlaknya yang buruk yang tersembunyi. Maka ketika orang ini melihat adanya kesempatan dan peluang yang luas untuk mejajakan ucapannya ia pun mengaku sebagai al mahdi yang dijanjikan, sebagaimana hal ini jelas dalam risalahnya Al Mi’yarul Akhbar dan ((ريولواف ويلينجنز)) tahun 1903 hal; 302.
Kemudian tiada henti-hentinya orang ini berkoar-koar dengan pengakuan-pengakuan yang batil dan secara bertahap kepada angan-angannya yang batil. Sesekali ia mengaku sebagai al mahdi dan terkadang ia mengaku sebagai al harist si penolong al mahdi dan terkadang ia mengaku sebagai seorang pembicara yang mendapat ilham dari Allah seperti halnya di masa yang lampau pada umat-umat terdahulu. Dan sesekali ia mengaku sebagai al masih yang dijanjikan yakni ‘Isa bin Maryam As. Bahkan orang ini pernah mengaku sebagai Maryam ibunda Isa As. Dan ia pernah mengaku lebih utama dari Isa As. Dan ia juga pernah mengaku sebagai Mikail As sebagaimana dalam risalahnya Al-Arbain juz 3 hal; 23. Ia juga mengaku sebagai Ibrahim alaihisalam, Nuh alaihisalam, Musa alaihisalam, Isa alaihisalam, Daud alaihisalam, Yusuf alaihisalam, dan Yahya Alaihimussalam. Sampai-sampai ia mengaku bahwa ialah Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam. Bahkan sebagian ucapan-ucapannya menunjukkan ia lebih utama dari seluruh nabi dan rasul dan pemimpin mereka serta penutup para nabi dan rasul Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam. Jika engkau mau, rujuklah kitab-kitab berikut dari karangan-karangannya sampai datang kepadamu keyakinan yaitu kitab: Nuzulul Masih: 964, Izalatul Awham: 253, Haqiqatul Wahyi: 22, Al-Barahin Al Ahmadiyah no. 5: 90.
Dan tiada heni-hentinya ia berubah-ubah dalam pengakuan-pengakuannya tersebut sampai akhirnya ia tetap pada pengakuan terakhirnya tanpa kesamaran dan diragukan lagi bahwa ia telah mengumumkan kenabiannya dan mengumumkan kerasulannya dan bahwasanya wahyu telah turun kepadanya dan beriman kepada wahyu tersebut adalah wajib seperti keimanan kepada Al Qur’an Al Adzim tanpa ada perbedaan sama sekali. Dan ia pun mengkafirkan serta menyesat-nyesatkan orang-orang yang mengingkari wahyunya. Padahal barangsiapa yang tidak beriman dengan kenabiannya dan risalahnya mendapati bahwa Al Qur’an Al Adzhim menyeru dengan panggilan yang tinggi bahwa nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam adalah penutup para nabi dan rasul. Dan telah mutawatir hadits dari beliau shalallahu ‘alaihi wasalam bahwa tidak ada rasul dan nabi setelahnya. Dan umat dari sebaik-baik masa sampai zaman kita sekarang ini telah sepakat bahwa tidak ada seorang pun yang mendapatkan risalah kenabian setelah nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam.
Kesimpulannya, bahwa nabi palsu ini telah datang dengan pengakuan-pengakuan yang berbeda-beda dengan tujuan agar hakikat dirinya menjadi samar dimata kaum muslimin dan agar ia bisa berpindah kepada pengakuan yang lain apabila kaum muslimun mendebatnya.
Setelah kematiannya para pengikutnya terpecah menjadi tiga kelompok;
1. Kelompok yang mengaku bahwa ia hanya seorang mujaddid dan al mahdi, kelompok pertama ini tidak mengakui kenabian dan kerasulannya. Dan markas dakwah mereka di Lahore. 2. Kelompok yang mengaku bahwa ia adalah rasul dan nabi yang sempurna dan ia adalah Al Masih bin Maryam yang dijanjikan. Hanya saja ia tidak datang membawa syariat baru dan tidak juga menghapus syariat yang lalu seperti halnya Harun alaihisalam di sisi syariat nabi Musa alaihisalam. Mereka adalah penduduk Qadiyan. Dan di antara mereka adalah anak sekaligus penggantinya yang kedua. 3. Kelompok yang mengaku bahwa ia adalah rasul dan nabi dan datang dengan syariat dan wahyu yang baru yang menghapus agama-agama yang telah lalu semuanya. Dan kelompok ini mengaku bahwa keselamatan di akhirat hanyalah kepada orang-orang yang mengiktinya. Pemimpin mereka adalah Dzahiruddin Al Audaby.
Kemudian ketiga kelompok ini telah mewarisi dari pemimpin mereka yang pertama berbagai macam tipu daya dan makar dalam menyampaikan dakwah mereka. Mereka berpakaian seperti halnya ummat islam dihadapan manusia, mereka membaca Al Qur’an, mengerjakan shalat dan mereka bermanis lidah dihadapan manusia dengan mulut-mulut mereka dan apa yang mereka sembunyikan di dalam hati-hati mereka adalah lebih besar. mereka bergaul dengan orang-orang yang lalai dari kaum muslimin dan menipu mereka dengan berbagai macam tipu daya, mereka menampakkan kesamaan kepada kaum muslimin pada umumnya urusan-urusan kaum muslimin dan mereka menyembunyikan pengakuan kenabiannya sampai pergaulan tersebut dapat memudahkan diterimanya ajaran-ajaran mereka. Oleh karena itu cobaan ini menyebar dinegeri kami yaitu India. Dan fitnah yang menyesatkan ini cepat beredar dan tersiar dan bercampur dikalangan orang-orang yang jahil. Bahkan fitnah ini telah melewati batas negeri India dan hampir berpindah ke negeri Irak. Semoga Allah melindunginya dan melindungi negeri-negeri kaum muslimin seluruhnya dari fitnah mereka dan fitnah Al Masih Ad-Dajjal.
Maka bagaimana tanggapan kalian wahai para ulama tentang orang ini dan orang-orang yang menganut dan mengikuti ajarannya dari ketiga kelompok yang telah disebutkan. Apakah mereka masih dianggap muslim atau mereka telah keluar dari islam? Apakah boleh menjadikan mereka sebagai bagian dari kaum muslimin atau wajib bagi kaum muslimin membongkar tipu daya mereka? Dan sungguh telah dikumpulkan kesalahan-kesalahan orang sesat ini dengan lafalnya dengan menukil dari kitab-kitabnya yang ia susun sebagiannya dengan bahasa arab dan sebagiannya dengan bahasa urdu. Sedangkan yang berbahasa urdu telah diterjemahkan kedalam bahasa arab dan akan saya sertakan seluruhnya setelah permintaan fatwa ini selesai dicetak.

Jawaban Asy Syaikh:
Hanya Allahlah tempat minta pertolongan. Segala puji hanyalah milik Allah semata. Yang tersirat dari nama dan hakikat apa yang diakuinya pada lembaran pertanyaan ini, jika ia tidak gila maka ia lebih kafir dari orang-orang yahudi dan kristen. Keadaan dan kondisinya sudah sangat lah jelas dan tidak membutuhkan dalil lagi. Karena hal ini adalah perkara yang diketahui secara darurat dalam ajaran islam. Bahkan barangsiapa yang tidak mengkafirkannya setelah nyata baginya jalannya yang jelek dan pijakannya yang busuk dan tercela maka ia kafir wajib dimintai taubat jika ia bertaubat (maka dilepas -ed) dan jika tidak maka dipenggal lehernya sebagai orang yang murtad. Dengan jawaban yang ringkas ini cukup juga sebagai jawaban atas pertanyaan yang berkaitan dengan pengikutnya dari ketiga kelompok yang disebutkan. Dimana kelompok kedua dan ketiga sama keberadaannya dengan orang ini, hal ini dikarenakan pembenaran mereka terhadapnya dalam perkara-perkara yang kufur. Sedangkan kelompok pertama tinjauan kekafiran mereka adalah dari sisi terwujudnya pada mereka pengakuan-pengakuan orang ini yang kufur dan keyakinan-keyakinannya yang mengeluarkannya dari islam. Adapun pembenaran mereka (kelompok pertama –ed) kepadanya dalam hal ini dan berpegangnya mereka terhadap pengakuan-pengakuannya yang pertama seperti pengakuannya sebagai mujaddid dan bahwa ia adalah al mahdi sebagaimana hal-hal tersebut adalah batil dan sesat hal ini tidak menjadikan hokum atas mereka berbeda dari kedua kelompok yang lainnya, hal ini ditinjau dari sisi keyakinan mereka terhadap orang ini sebagai mujaddid dan al mahdi disisi pengakuan-pengakuannya yang kufur dan syirik. Wallahu A’lam.Sumber:
Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh

diambil dari www.ahlussunnah-jakarta.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: