Tag Archives: tanya jawab kontemporer

Bisakah Kirim Pahala Al Fatihah?


Pertanyaan:

Seorang Sudan yang tinggal di Kuwait bertanya, “Apa hukumnya membaca Al-Fatihah untuk dihadiahkan kepada mayit, juga menyembelih hewan untuknya, demikian pula memberikan uang untuk keluarga mayit?” Continue reading →

Pemberontakan Lisan Melahirkan Pemberontakan Senjata (Awas Pembaca, Hati-hati Kalau Ada Orator Begituan)


Bismillah. Bro dan Sis tentu pernah melihat aksi demonstrasi, baik secara langsung maupun melihat dari media elektronik. Kita saksikan dan itu sudah pasti dalam orasi-orasi mereka selalu meneriakkan yel-yel dan tidak jarang disertai dengan kata-kata protes terhadap pemerintah. Ini yang menjadi pembahasan kita kali ini. Pernah ditanyakan kepada ulama tentang hal ini. Berikut ini tanya jawab selengkapnya.

Fadhilatusy Syaikh Dr. Shalih As-Sadlan ditanya: “Wahai syaikh, menurut pemahaman saya, Anda tidak mengkhususkan pemberontakan itu hanya dengan pedang tetapi termasuk juga pemberontakan yang dilakukan dengan lisan?”

Beliau menjawab: “Ini pertanyaan penting karena sebagian dari saudara-saudara kita telah melakukannya dengan niat baik dalam keadaan meyakini bahwa pemberontakan itu hanya dengan pedang saja. Padahal pada hakekatnya pemberontakan itu tidak hanya dengan pedang dan kekuatan saja, atau penentangan dengan cara-cara yang sudah diketahui secara umum. Tetapi pemberontakan yang dilakukan dengan lisan (ucapan) justru lebih dahsyat dari pemberontakan dengan senjata karena pemberontakan dengan pedang dan kekerasan justru dilahirkan dari pemberontakan dengan lisan. Continue reading →

Hati-Hati Sepatu Hak Tinggimu Makruh


Berbicara tentang sepatu tentu bayangan kita akan  menuju berangkat ke sekolah,  kampus, kantor, olahraga, atau pekerjaan lainnya. Maklum sepatu bagi orang Indonesia masih dianggap sebagai alas kaki untuk kegiatan tertentu saja. Dan biasanya kita dapati di perkotaan, sedangkan di pedesaan belum terlalu populer. Masih banyak kita jumpai anak-anak pergi ke sekolah dengan “nyeker” alias nggak pakai sepatu. (oh… ada yang bilang ana di pedesaan blm mampu beli sepatu). Continue reading →