Tag Archives: ramadan

Pingsan dan Muntah Tidak Membatalkan Puasa


Syaikh yang mulia Muqbil bin Hadi ditanya, “Apa hukumnya orang yang pingsan dan muntah (saat puasa)?”

Maka beliau menjawab, “Adapun orang yang pingsan maka dia tidak dikategorikan membatalkan puasanya. Demikian halnya dengan orang yang muntah. Adapun hadits yang menyatakan: man qaa a falaa qadhaa a ‘alaihi waman istawaa a fa’alaihi alqadhaa a –> Barangsiapa yang muntah maka tidak ada qadha baginya dan barangsiapa yang sengaja muntah maka hendaknya ia mengqadha. Ini adalah hadits yang lemah.

Sumber: Silsilah Al Muntaqa min Fatawa As-Syaikh Al ‘Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi’i

Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan


Hari ini, pemberitaan di media santer mengenai bentrokan fisik antara salah satu front dengan organisasi politik. Saya tidak tahu sebab terjadinya bentrokan tersebut. Tetapi, saya menyayangkan dan prihatin atas kejadian itu. Indonesia adalah negara yang gemah ropah loh jinawi. Negara kita ini negara yang tenteram dan damai, hanya saja era reformasi membawa kita kepada malapetaka. Berbagai kerusuhan, bencana, kelaparan, perzinahan, kesyirikan, hingga korupsi menghantam negeri ini. Itu semua tidak lain adalah ulah kita sendiri. Kita terlalu rakus. Kita lupa dengan diri kita, kita menelantarkan agama kita. Kita tidak boleh terus-menerus tenggelam dalam kemaksiatan. Kita harus bangkit. Mari bangun bangsa ini dengan moral dan akhlak yang baik. Kita kembali kepada agama. Continue reading →

Menentukan Awal Ramadan dengan Ilmu Hisab


Mendekati bulan Ramadhan tentu kita ingat bagaimana perasaan kita yang demikian gembira karena memasuki bulan yang penuh limpahan pahala yang Allah k siapkan untuk orang-orang bertakwa. Namun di antara rasa gembira itu, terselip kegelisahan ketika melihat kaum muslimin berbeda-beda dalam menentukan awal bulan Ramadhan. Hilang kebersamaan mereka dalam menyambut bulan mulia itu. Sungguh hati ini sangat sedih. Semoga Allah k segera mengembalikan persatuan kaum muslimin kepada ajaran yang benar dan kebersamaan yang indah.

Hilangnya kebersamaan itu disebabkan oleh banyak faktor yang mestinya kaum muslimin segera menghilangkannya. Satu hal yang tak luput dari pengetahuan kita adalah pemberlakuan hisab atau ilmu falak dalam menentukan awal bulan hijriyyah di negeri ini baik oleh individu ataupun organisasi. Perbuatan tersebut merupakan sesuatu yang sangat lazim, bahkan seolah menjadi ganjil jika kita tidak memakainya dan hanya mencukupkan dengan cara yang sederhana yaitu ru’yah (melihat hilal). Continue reading →