Tag Archives: keanehan

🔥 Keanehan-Keanehan Sulaiman Ar-Ruhaily 🔥Oleh Asy-Syaikh Abul Mundzir Munir as-Sa’dy hafizhahullah


🔥 KEANEHAN-KEANEHAN SULAIMAN AR-RUHAILY 🔥

✒️ Asy-Syaikh Abul Mundzir Munir as-Sa’dy hafizhahullah

♻️ Pertanyaan: Assalamualaikum, apakah boleh saya melarang menyebarkan ilmu Sulaiman ar-Ruhaily?

✅ Jawaban: Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

⚠️ Orang ini aneh urusannya, di antara keanehannya:

1⃣ Tidak memiliki kejelasan sikap dan suka menggunakan ungkapan-ungkapan yang bersifat umum dan global yang menjadikan sebagian pemuda jatuh dalam kerancuan dan kebingungan.

2⃣ Mentazkiyah atau memuji orang yang dijarh atau dicerca, dalam keadaan dia mengetahui bahwa orang tersebut dijarh oleh para ulama besar yang memiliki spesialisasi dalam menilai orang-orang dan kelompok-kelompok.

3⃣ Ikut campur dalam fitnah yang telah diselesaikan oleh para ulama besar dan menampakkan kepada manusia bahwa dia ingin mendamaikan dan berusaha menyelesaikan masalah, sehingga terkadang fitnah berkepanjangan pada banyak pemuda karena adanya ikut campur semacam ini, dan dia menjanjikan akan memberikan pendapatnya nanti seakan-akan Salafiyyun menunggu-nunggu keputusannya.

4⃣ Ketika dia menampakkan keinginannya kepada asy-Syaikh Rabi’ untuk ikut mendamaikan lalu beliau mendukungnya, dia menyembunyikan dua perkara penting:

Pertama: Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah mempersyaratkan kepadanya agar Muhammad bin Hady bertaubat dan mengumumkan taubatnya tersebut.

Kedua: Perkataan asy-Syaikh Abdul Mu’thy ar-Ruhaily kepadanya, “Saya katakan kepadamu mewakili saudara-saudara saya bahwa kami bersamamu mendukung perdamaian.”

5⃣ Termasuk keanehannya ketika dia menampakkan keinginan untuk mendamaikan –dan perdamaian itu perkara yang baik dan kita semua gembira dengannya, tetapi yang diinginkan adalah perdamaian yang disertai taubatnya orang yang salah– tetapi sangat disayangkan kita tidak mendapati pengaruh atau bekas perdamaian tersebut ada pada diri asy-Syaikh Sulaiman, bahkan kita mendapatinya di depan memuji salah satu pihak secara berlebihan, sedangkan di belakang mencela pihak lain, sebagaimana yang dinukil beberapa celaan darinya oleh Asyraf Bayumi.

6⃣ Diantara keanehannya adalah pada fitnah Ibrahim ar-Ruhaily dia menyebut Muhammad bin Hady sebagai salah satu penuntut ilmu, namun sekarang pada fitnah ini yang padanya Muhammad bin Hady menuduh zina seorang muslim tanpa mendatangkan para saksi, mencela para penuntut ilmu, serta merendahkan para ulama besar, maka Muhammad bin Hady menurut asy-Syaikh Sulaiman telah menjadi seorang ulama, hafizh, mujahid, dan orang yang sabar.

Jadi ketika Muhammad bin Hady mencela sepupunya (Ibrahim ar-Ruhaily) dia menyebutnya sebagai salah seorang penuntut ilmu, namun ketika dia mengarahkan anak panahnya kepada asy-Syaikh Rabi’ dan asy-Syaikh Ubaid serta murid-murid mereka, maka dia menyebutnya sebagai ulama mujahid yang sabar!!

Allahul musta’an. Continue reading →