(Hot News) Masturbasi, Onani, dan Efeknya


Sewaktu saya blogwalking, saya menemukan artikel yang cukup menarik. Bahasan artikel tersebut tentang pemuasan seksual dengan cara onani/masturbasi. Kebiasaan buruk ini dianggap kebanyakan orang sebagai hal yang biasa, bahkan menyenangkan. Akan tetapi, kegiatan yang populer dengan sebutan seks swalayan ini juga punya efek samping yang buruk, mulai dari efek psikologis hingga menyebabkan ketagihan. Inilah kira-kira isi artikel tersebut.

1. Kebiasaan masturbasi menyebabkan ejakulani dini atau sebaliknya

Salah satu dampak buruk masturbasi, menurut Dr Hernano Chavez, konsultan seks, adalah sulit mencapai klimaks saat berhubungan seks atau justru mempercepat ejakulasi atau ejakulasi dini. “Dengan masturbasi, kita bisa mencapai orgasme sendiri. Lama-kelamaan otak akan terlatih untuk merespons sentuhan-sentuhan tangan sendiri dan mengurangi sensitivitas sentuhan yang berasal dari orang lain. Akibatnya, akan lebih sulit mencapai klimaks,” kata Chavez, seperti dikutip situs askmen.com

2. Kebiasaan masturbasi dapat menyebabkan sakit kemaluan dan rambut rontok

Secara biologis, ketagihan masturbasi bisa memengaruhi otak dan zat-zat kimia dalam tubuh sehingga berpengaruh pada diproduksinya seks hormon secara berlebihan. Meski dampaknya pada tiap orang berbeda, masturbasi kronik ini bisa menyebabkan rasa lelah, sakit di bagian pelvic, sakit punggung, sakit di bagian testis, hingga rambut rontok.

3. Membuat seseorang egois, tidak memikirkan pasangan

Karena terbiasa memuaskan diri sendiri tanpa melibatkan orang lain, dikhawatirkan seseorang akan lebih menyukai aktivitas seks sendiri dibandingkan dengan pasangan. Padahal, hubungan seks yang sehat seharusnya bisa memuaskan kedua belah pihak.

4. Dapat mengganggu psikologis, seperti pusing dan cepat marah

Pada orang yang belum menikah, masturbasi yang terlalu sering akan menyebabkan kompulsif masturbasi yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. Ketidakseimbangan antara hasrat dan kebutuhan pribadi ini bisa menimbulkan rasa pusing dan ingin marah bila belum onani. Pada akhirnya ini akan mengganggu pekerjaan serta hubungan sosial dengan orang lain. (dikutip dari id.news.yahoo.com)

Nah, apakah kita tidak menyayangi tubuh kita hanya demi memuaskan hasrat sesaat? Terlebih sebagian ulama seperti Imam Asy-Syafii dan lainnya mengharamkan onani/masturbasi.

Pertanyaan: Assalaamu’alaikum. Saya laki-laki 19 tahun. Apa hukumnya melakukan onani? Katanya onani termasuk zina, tapi saya termasuk laki-laki yang punya gairah sex tinggi. Wassalaamu ‘alaikum. (081575129***)

Jawaban: Wa’alikumus salaam warahmatullaah. Onani atau masturbasi diharamkan dalam Islam berdasarkan firman Allah (yang artinya): “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Mu`minuun:5-7, lihat juga Al-Ma’aarij:29-31)

Al-Imam Asy-Syafi’i dan yang lainnya berdalil dengan ayat tersebut akan haramnya istimnaa` (onani atau masturbasi) karena Allah memerintahkan kita untuk menjaga kemaluan kecuali terhadap istri-istri kita atau budak yang kita miliki. Adapun onani maka masuk dalam ayat: “Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir tentang ayat ini)

Akan tetapi, kalau dikatakan bahwa onani termasuk zina dalam artian dosanya sama dengan zina maka tidak benar karena zina merupakan salah satu dari dosa-dosa besar. Untuk menghindari onani maka Rasulullah telah memberikan solusinya dengan sabdanya: “Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu menikah (dengan segala persiapannya) maka menikahlah, karena sesungguhnya menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu menikah, maka hendaklah berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu sebagai pemutus syahwatnya.” (Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu Mas’ud)

Juga kita harus menghindari hal-hal yang akan mengantarkan kepada zina atau onani seperti melihat gambar-gambar atau tulisan-tulisan yang membangkitkan birahi, melihat apalagi bercampur baur dengan lawan jenis yang bukan mahram, mendengar musik dan lagu serta hal-hal lainnya yang Allah haramkan. Jangan sering melamun tapi sibukkanlah diri kita dengan hal-hal yang bermanfaat seperti membaca Al-Qur`an, membaca buku-buku yang ditulis oleh ahlus sunnah dan kegiatan lainnya yang disyri’atkan, jangan berikan kesempatan syaithan untuk menggoda kita. Wallaahul Muwaffiq, wallaahu A’lam.

Lihat artikel lainnya:

Hukum Onani

Perbedaan Mani, Madzi, Kencing, dan Wadi

Hukum Oral Sex

Satu Tanggapan

  1. Kepada Yth,
    Dr. Hernano Chavez

    Pertanyaan :
    Dok umur saya 31 tahun, dulu saya termasuk sering melakukan onani… hampir setiap hari.. efeknya terasa setelah saya umur 29 tahun. Saya sudah mengalami seperti yang dokter bilang : ejakulasi dini, sakit pinggang, cepat lelah, dan lemas pada sendi2 bagian belakang lutut kaki dan belakang siku tangan, sangat mengganggu pada saat saya olahraga. Yang saya mau tanyakan :
    1. Apakah ada obatnya?
    2. Sakit bagian pelvic itu apa dok?
    Mohon bantuannya dan terima kasih sebesar2nya atas jawabannya.

    Saya tidak tahu di mana Dr. Chaves membuka praktik. Saya rasa masalah Anda bisa dikonsultasikan ke dokter spesialis dan kepada ustadz yang terpercaya untuk bimbingan rohaninya. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 99 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: