<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Tanggapan pada: Mayat-Mayat Cinta: Koreksi Atas Novel Ayat-Ayat Cinta</title>
	<atom:link href="http://antosalafy.wordpress.com/2008/11/07/mayat-mayat-cinta-koreksi-atas-novel-ayat-ayat-cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antosalafy.wordpress.com/2008/11/07/mayat-mayat-cinta-koreksi-atas-novel-ayat-ayat-cinta/</link>
	<description>Membangun mental dan spiritual seorang Muslim</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Dec 2009 01:16:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Ramadhan</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2008/11/07/mayat-mayat-cinta-koreksi-atas-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-5520</link>
		<dc:creator>Ramadhan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 13:21:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/?p=831#comment-5520</guid>
		<description>http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1444</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1444" rel="nofollow">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1444</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ramadhan</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2008/11/07/mayat-mayat-cinta-koreksi-atas-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-5519</link>
		<dc:creator>Ramadhan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 13:18:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/?p=831#comment-5519</guid>
		<description>Download Dauroh Mayat-Mayat Cinta
Dikirim oleh webmaster, Senin 04 Mei 2009, kategori Info Dakwah 
Penulis: Webmaster
.:  :. 
Assalamualaikum...
Alhamdulillah...Dauroh membedah buku &quot;Mayat - Mayat Cinta&quot; 
bersama Al Ustadz Amr bin Suroif Masjid Al Hasanah, Yogyakarta
telah selesai dengan baik dan lancar.

Kami selaku panitia mengucapkan Jazakumullah khoir kepada semua pihak yg telah membantu terlaksananya acara ini

Berikut adalah link download rekaman mp3nya, yg sudah kami kompress ke 16 kbps.

Barokallaahu fiikum....

Sesi 1 :
http://www.salafishare.com/284PI8MEWDXX/A3YCYUG.rar

Sesi 2 :
http://www.salafishare.com/288CJ175HL0B/D3G6OT6.rar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Download Dauroh Mayat-Mayat Cinta<br />
Dikirim oleh webmaster, Senin 04 Mei 2009, kategori Info Dakwah<br />
Penulis: Webmaster<br />
.:  :.<br />
Assalamualaikum&#8230;<br />
Alhamdulillah&#8230;Dauroh membedah buku &#8220;Mayat &#8211; Mayat Cinta&#8221;<br />
bersama Al Ustadz Amr bin Suroif Masjid Al Hasanah, Yogyakarta<br />
telah selesai dengan baik dan lancar.</p>
<p>Kami selaku panitia mengucapkan Jazakumullah khoir kepada semua pihak yg telah membantu terlaksananya acara ini</p>
<p>Berikut adalah link download rekaman mp3nya, yg sudah kami kompress ke 16 kbps.</p>
<p>Barokallaahu fiikum&#8230;.</p>
<p>Sesi 1 :<br />
<a href="http://www.salafishare.com/284PI8MEWDXX/A3YCYUG.rar" rel="nofollow">http://www.salafishare.com/284PI8MEWDXX/A3YCYUG.rar</a></p>
<p>Sesi 2 :<br />
<a href="http://www.salafishare.com/288CJ175HL0B/D3G6OT6.rar" rel="nofollow">http://www.salafishare.com/288CJ175HL0B/D3G6OT6.rar</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: vanny chrima w</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2008/11/07/mayat-mayat-cinta-koreksi-atas-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-5517</link>
		<dc:creator>vanny chrima w</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 04:10:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/?p=831#comment-5517</guid>
		<description>Sesungguhnya orang - orang yang mengada - ada dengan menyalahkan apa yang seharusnya tidak salah dan tidak merugikan orang lain adalah lebih buruk akhlaknya ketimbang membicarakan orang lain tentang kesalahan dengan secara terbuka.

mengerti?



&lt;blockquote&gt;Namun, kenyataannya justru sebaliknya, yang mengada-adakan kebohongan, yang menyalahkan sesuatu yang benar dan yang membenarkan sesuatu yang salah ada pada novel, baik novel umum maupun yang berlabel &quot;islam&quot;. Bicara akhlak berarti menaladani Rasul. Rasul tidak mengajarkan kepada kita kebohongan, baik dalam bentuk cerita, dongeng, humor, terlebih agama. Maka bicara akhlak berarti membuang segala yang bertentangan dengan agama. Agama adalah akhlak. 

Ketika kesalahan dan kekeliruan dibuka kedoknya, di situ ada faedah agar orang-orang tidak mengikuti kesalahan tersebut, syukur si pembuat kesalahan ikut menyadari kekeliruannya sehingga semakin sedikit pengikut kesesatannya. Saya harap saudari berpikir realistis karena kita hidup di dunia nyata, meskipun kita berdiskusi di dunia maya. Kita bukan hidup di negeri dongeng yang segalanya diatur oleh si pendongeng, bukan pula di negeri novel yang segalanya bisa diatur oleh penulisnya. Sungguh kita berbuat di dunia akan menuai apa yang telah kita lakukan. Semua ada balasan, sampai pun hanya prasangka yang tidak berdasar. Allahlah tempat memohon ampunan.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya orang &#8211; orang yang mengada &#8211; ada dengan menyalahkan apa yang seharusnya tidak salah dan tidak merugikan orang lain adalah lebih buruk akhlaknya ketimbang membicarakan orang lain tentang kesalahan dengan secara terbuka.</p>
<p>mengerti?</p>
<blockquote><p>Namun, kenyataannya justru sebaliknya, yang mengada-adakan kebohongan, yang menyalahkan sesuatu yang benar dan yang membenarkan sesuatu yang salah ada pada novel, baik novel umum maupun yang berlabel &#8220;islam&#8221;. Bicara akhlak berarti menaladani Rasul. Rasul tidak mengajarkan kepada kita kebohongan, baik dalam bentuk cerita, dongeng, humor, terlebih agama. Maka bicara akhlak berarti membuang segala yang bertentangan dengan agama. Agama adalah akhlak. </p>
<p>Ketika kesalahan dan kekeliruan dibuka kedoknya, di situ ada faedah agar orang-orang tidak mengikuti kesalahan tersebut, syukur si pembuat kesalahan ikut menyadari kekeliruannya sehingga semakin sedikit pengikut kesesatannya. Saya harap saudari berpikir realistis karena kita hidup di dunia nyata, meskipun kita berdiskusi di dunia maya. Kita bukan hidup di negeri dongeng yang segalanya diatur oleh si pendongeng, bukan pula di negeri novel yang segalanya bisa diatur oleh penulisnya. Sungguh kita berbuat di dunia akan menuai apa yang telah kita lakukan. Semua ada balasan, sampai pun hanya prasangka yang tidak berdasar. Allahlah tempat memohon ampunan.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: vanny chrisma w</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2008/11/07/mayat-mayat-cinta-koreksi-atas-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-5513</link>
		<dc:creator>vanny chrisma w</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 06:56:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/?p=831#comment-5513</guid>
		<description>kenapa salah dengan hadirnya novel...?

segala sesuatu bercerita dongeng pun asal ada hikmah di balik setiap bacaan itu tidak masalah.


anda terlalu kolot dalam hal ini.



&lt;blockquote&gt;Dalam KBBI, Kolot diartikan sebagai tidak modern; kuno; tua. Kemudian, diberi contoh kalimat sebagai berikut: &lt;em&gt;agama dan pendidikan dapat menghapuskan ~ dan rasa kesukuan.&lt;/em&gt;
Ternyata, para penghimpun KBBI pun mengakui bahwa agama dapat menghapuskan kekolotan. Kontradiksi dengan saudari yang mengatakan bahwa kembali kepada agama justru kolot. Semoga menjadi pembelajaran.

Jika saudari ini beragama Islam, maka perhatikan hadits berikut: 
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke surga, dan seseorang senantiasa jujur dan membiasakan untuk jujur hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta akan membimbing pada kejahatan, dan kejahatan akan membimbing ke neraka, dan seorang hamba senantiasa berdusta dan membiasakan untuk dusta hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Al-Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2607)

Saudari, apa pun bentuknya, cerita fiksi tetaplah fiksi, dusta dan bohong, dan tidak ada kebaikan padanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya:
إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (An-Nahl: 105)

Semoga pemikiran saudari dapat terbuka.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa salah dengan hadirnya novel&#8230;?</p>
<p>segala sesuatu bercerita dongeng pun asal ada hikmah di balik setiap bacaan itu tidak masalah.</p>
<p>anda terlalu kolot dalam hal ini.</p>
<blockquote><p>Dalam KBBI, Kolot diartikan sebagai tidak modern; kuno; tua. Kemudian, diberi contoh kalimat sebagai berikut: <em>agama dan pendidikan dapat menghapuskan ~ dan rasa kesukuan.</em><br />
Ternyata, para penghimpun KBBI pun mengakui bahwa agama dapat menghapuskan kekolotan. Kontradiksi dengan saudari yang mengatakan bahwa kembali kepada agama justru kolot. Semoga menjadi pembelajaran.</p>
<p>Jika saudari ini beragama Islam, maka perhatikan hadits berikut:<br />
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke surga, dan seseorang senantiasa jujur dan membiasakan untuk jujur hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta akan membimbing pada kejahatan, dan kejahatan akan membimbing ke neraka, dan seorang hamba senantiasa berdusta dan membiasakan untuk dusta hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Al-Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2607)</p>
<p>Saudari, apa pun bentuknya, cerita fiksi tetaplah fiksi, dusta dan bohong, dan tidak ada kebaikan padanya.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya:<br />
إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ<br />
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (An-Nahl: 105)</p>
<p>Semoga pemikiran saudari dapat terbuka.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ramadhan</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2008/11/07/mayat-mayat-cinta-koreksi-atas-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-5512</link>
		<dc:creator>Ramadhan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 06:26:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/?p=831#comment-5512</guid>
		<description>Saya mendapatkan hadiah buku dalam acara bedah buku itu. Alhamdulillaah ada juga buku yang membantah kelompok serampangan. 
Menurutku, anak kecil yang baru belajar agamapun  tau dimana letak kerusakan novel ayat ayat cinta. 
Tapi orang dewasa yang gak mau belajar agama dan tidak mau tau terhadap agama, PASTI BUTA matanya dari kerusakan dalam novel merusak itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mendapatkan hadiah buku dalam acara bedah buku itu. Alhamdulillaah ada juga buku yang membantah kelompok serampangan.<br />
Menurutku, anak kecil yang baru belajar agamapun  tau dimana letak kerusakan novel ayat ayat cinta.<br />
Tapi orang dewasa yang gak mau belajar agama dan tidak mau tau terhadap agama, PASTI BUTA matanya dari kerusakan dalam novel merusak itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ramadhan</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2008/11/07/mayat-mayat-cinta-koreksi-atas-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-5511</link>
		<dc:creator>Ramadhan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 06:22:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/?p=831#comment-5511</guid>
		<description>Minggu kemarin di Masjid Al Hasanah diadakan pengajian yang membahas buku Mayat-Mayat Cinta dan disampaikan langsung oleh penulis buku Mayat-Mayat Cinta.
 Buku Mayat-Mayat Cinta berisi bantahan kepada penulis novel khayalan Ayat-Ayat Cinta yang rusak dan merusak.
 Buku Mayat-Mayat Cinta juga berisi nasihat kepada penulis novel ayat-ayat cinta, nasihat buat para pemuda yang diambil dari karya para ulama ahlussunnah seperti Syaikhul Islam, Ibnu Qayyim dan lain-lain, rohimahumulloh..

 Sungguh buku dan film ayat-ayat cinta adalah rusak dan merusak. Hanya pada Allohlah kita mengadu. 

&quot;Jika kalian berselisih atas suatu perkara maka kembalikanlah urusan itu kepada Alloh dan Rosul-Nya&quot;. 

Jadi novel ayat-ayat cinta harus dibantah dan dijelaskan kerusakannnya. Bahkan itu WAJIB bagi yang berilmu!! 
Lalu apalagi warisan Nabi kita selain ilmu?? 
Hayo.. siapa yang mau warisan Nabi? 
Saya mau warisan Nabi.. bagaimana dengan anda sekalian??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu kemarin di Masjid Al Hasanah diadakan pengajian yang membahas buku Mayat-Mayat Cinta dan disampaikan langsung oleh penulis buku Mayat-Mayat Cinta.<br />
 Buku Mayat-Mayat Cinta berisi bantahan kepada penulis novel khayalan Ayat-Ayat Cinta yang rusak dan merusak.<br />
 Buku Mayat-Mayat Cinta juga berisi nasihat kepada penulis novel ayat-ayat cinta, nasihat buat para pemuda yang diambil dari karya para ulama ahlussunnah seperti Syaikhul Islam, Ibnu Qayyim dan lain-lain, rohimahumulloh..</p>
<p> Sungguh buku dan film ayat-ayat cinta adalah rusak dan merusak. Hanya pada Allohlah kita mengadu. </p>
<p>&#8220;Jika kalian berselisih atas suatu perkara maka kembalikanlah urusan itu kepada Alloh dan Rosul-Nya&#8221;. </p>
<p>Jadi novel ayat-ayat cinta harus dibantah dan dijelaskan kerusakannnya. Bahkan itu WAJIB bagi yang berilmu!!<br />
Lalu apalagi warisan Nabi kita selain ilmu??<br />
Hayo.. siapa yang mau warisan Nabi?<br />
Saya mau warisan Nabi.. bagaimana dengan anda sekalian??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: vanny chrisma w</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2008/11/07/mayat-mayat-cinta-koreksi-atas-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-5499</link>
		<dc:creator>vanny chrisma w</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 12:13:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/?p=831#comment-5499</guid>
		<description>saya tanya,

maukah anda menjual buku ini dengan tidak mengharapkan imbalan apapun?


disitulah letaknya perbedaan....


salam



&lt;blockquote&gt;Di sinilah letak perbedaan kita. alhamdulillah, Saya posting resensi buku ini di blog tidak mengharapkan materi. Berdakwah tidak mengukur dengan materi. Mengharapkan ridho dan pahala dr Allah itu lebih mulia dan lebih baik. Berbeda dengan menulis novel. Materi nomor 1. Apa pun akan dilakukan demi larisnya novel. Kebohongan, kenylenehan, khayalan, meskipun itu bertentangan dengan agama.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya tanya,</p>
<p>maukah anda menjual buku ini dengan tidak mengharapkan imbalan apapun?</p>
<p>disitulah letaknya perbedaan&#8230;.</p>
<p>salam</p>
<blockquote><p>Di sinilah letak perbedaan kita. alhamdulillah, Saya posting resensi buku ini di blog tidak mengharapkan materi. Berdakwah tidak mengukur dengan materi. Mengharapkan ridho dan pahala dr Allah itu lebih mulia dan lebih baik. Berbeda dengan menulis novel. Materi nomor 1. Apa pun akan dilakukan demi larisnya novel. Kebohongan, kenylenehan, khayalan, meskipun itu bertentangan dengan agama.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: vanny chrisma w</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2008/11/07/mayat-mayat-cinta-koreksi-atas-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-5489</link>
		<dc:creator>vanny chrisma w</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 06:55:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/?p=831#comment-5489</guid>
		<description>wah, iri itu selalu menjadi nomor satu. kenapa ya orang indonesia selalu senang dengan persaingan tidak sehat seperti ini??


why....yang pintar dong, ngapa sih bantah2an? orang cuma cerita fiksi doang...

kekekke....haduh...capek de, males beli bukunya buat apa....



&lt;blockquote&gt;Mbak, agama itu adalah nasihat. Ketika agama diputarbalikkan, dipelintir, dibikin fiksi, ditambah2in dan dikurang2i, maka kritikan itu merupakan bentuk nasihat baik kepada kaum muslimin seluruhnya maupun kepada pelakunya. Satu lagi, agama itu adalah pedoman, aturan, dan pegangan hidup, jadi bukan fiksi atau cerita murahan sejenisnya. Ketika berbicara tentang agama, maka harus jelas, benar, dan sesuai dengan kaidah agama. Fiksi tempatnya di WC, duduk sambil melamun. WC itu tempatnya setan, maka cerita fiksi dan sejenisnya datang dari setan. Mengerikan sekali.

Saya kasih contoh, buku ihya&#039; ulumuddin itu buku tersohor karya imam besar al ghozali, tapi tetap saja para ulama mengkritik buku tersebut karena kesesatan yang ada dalam buku tersebut. Kesesatan itu hanya diketahui oleh orang alim, orang bodoh tidak tahu apa2. Apa anda mau bilang para ulama yang mengkritik buku tersebut iri dengan kebesaran dan larisnya buku ihya&#039; ulumuddin? Ajaib!!!!

Oh iya, seandainya kamu juga seorang penulis novel maka ingatlah bahwa tulisanmu pun dibaca orang. Orang akan kamu beri suguhan berupa khayalanmu. Maka berapa banyak orang yang mengikuti persangkaanmu bermain dalam khayalan. Dunia ini real dan akhirat itu real. Khayalan adalah tempatnya setan. Maka ke mana akan lari manusia yang suka berkhayal, tidak lain ke lubang setan. Naudzubillah.

Mari bersihkan hati dan sirami jiwa dengan ilmu agar kita tidak asal dalam berbicara. Sesungguhnya hati dan ucapan kita pun akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah kelak.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, iri itu selalu menjadi nomor satu. kenapa ya orang indonesia selalu senang dengan persaingan tidak sehat seperti ini??</p>
<p>why&#8230;.yang pintar dong, ngapa sih bantah2an? orang cuma cerita fiksi doang&#8230;</p>
<p>kekekke&#8230;.haduh&#8230;capek de, males beli bukunya buat apa&#8230;.</p>
<blockquote><p>Mbak, agama itu adalah nasihat. Ketika agama diputarbalikkan, dipelintir, dibikin fiksi, ditambah2in dan dikurang2i, maka kritikan itu merupakan bentuk nasihat baik kepada kaum muslimin seluruhnya maupun kepada pelakunya. Satu lagi, agama itu adalah pedoman, aturan, dan pegangan hidup, jadi bukan fiksi atau cerita murahan sejenisnya. Ketika berbicara tentang agama, maka harus jelas, benar, dan sesuai dengan kaidah agama. Fiksi tempatnya di WC, duduk sambil melamun. WC itu tempatnya setan, maka cerita fiksi dan sejenisnya datang dari setan. Mengerikan sekali.</p>
<p>Saya kasih contoh, buku ihya&#8217; ulumuddin itu buku tersohor karya imam besar al ghozali, tapi tetap saja para ulama mengkritik buku tersebut karena kesesatan yang ada dalam buku tersebut. Kesesatan itu hanya diketahui oleh orang alim, orang bodoh tidak tahu apa2. Apa anda mau bilang para ulama yang mengkritik buku tersebut iri dengan kebesaran dan larisnya buku ihya&#8217; ulumuddin? Ajaib!!!!</p>
<p>Oh iya, seandainya kamu juga seorang penulis novel maka ingatlah bahwa tulisanmu pun dibaca orang. Orang akan kamu beri suguhan berupa khayalanmu. Maka berapa banyak orang yang mengikuti persangkaanmu bermain dalam khayalan. Dunia ini real dan akhirat itu real. Khayalan adalah tempatnya setan. Maka ke mana akan lari manusia yang suka berkhayal, tidak lain ke lubang setan. Naudzubillah.</p>
<p>Mari bersihkan hati dan sirami jiwa dengan ilmu agar kita tidak asal dalam berbicara. Sesungguhnya hati dan ucapan kita pun akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah kelak.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
