Teori Evolusi Darwin Itu Salah Kaprah


Teori Evolusi

Pertanyaan:

Ada yang mengatakan: Manusia pada masa lalu dalam bentuk kera (monyet). Kemudian terjadilah evolusi. Apakah ini benar? Dan apa dalilnya?

Jawab:

Pendapat ini tidaklah benar. Dalilnya bahwa Allah menerangkan dalam Al-Qur’an tentang evolusi penciptaan Adam (yang artinya):

“Sesungguhnya permisalan Isa di sisi Allah adalah seperti permisalan Adam. Allah menciptakannya dari tanah.” (Ali Imron: 59)

Kemudian, tanah itu dibasahkan hingga menjadi lumpur yang lengket. Allah berfirman (yang artinya):

“Dan sesungguhnya Kami ciptakan manusia dari tanah yang basah,” (Al Mukminun: 12)

“Kami telah ciptakan manusia dari tanah yang liat.” (Ash Shofat: 11)

Kemudian, dari menjadi tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang dibentuk. Allah berfirman (yang artinya):

“Dan sungguh telah kami ciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang dibentuk.” (Al Hijr: 26)

Kemudian, setelah kering jadilah ia tanah kering seperti tembikar, sebagaimana firman Allah (yang artinya):

“Allah telah ciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.” (Ar Rahman: 14)

Dan Allah membentuknya menurut bentuk yang Allah inginkan dan meniup ruh padanya sebagaimana firman Allah (yang artinya):

“Dan ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, sesungguhnya Aku menciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal dari) lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka Aku bentuk dia dan aku tiupkan ruhKu padanya, maka tersungkurlah kalian bersujud padanya.” (Al Hijr: 28-29)

Inilah tahapan penciptaan keturunan Adam. Allah berfirman (yang artinya):

“Dan sungguh Kami ciptakan manusia dari tanah yang basah, kemudian Kami jadikan ia setetes mani, kemudian dari setetes mani menjadi darah. Maka dari segumpal darah Kami jadikan segumpal daging. Maka dari segumpal daging, Kami ciptakan tulang. Maka tulang itu Kami balut dengan daging. Kamudian Kami buat menjadi ciptaan yang lain. Maka maha suci Allah sebaik-baik pembentuk.” (Al Mukminun: 12-14)

Adapun istri Adam (Hawa), telah Allah terangkan bahwa Allah menciptakannya dari Adam, sebagaimana dalam firman-Nya (yang artinya)

“Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari sebuah jiwa dan Dia ciptakan darinya istrinya dan menyebarkan dari keduanya banyak keturunan laki-laki dan wanita.” (An Nisa’: 1)

Semoga sholawat dan salam tercurah atas nabi kita Muhammad, keluarganya, dan para shahabatnya.

Lajnah Da’imah lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Dewan Fatwa Arab Saudi)
Ketua: Syaikh Abdul Aziz Bin Baz
Wakil: Syaikh Abdurrozaq ‘Afifi
Anggota: Syaikh Abdullah Bin Ghudayyan, Syaikh Abdullah Bin Qu’ud

Fatwa no 1542, Fatawa Lajnah Da’imah 1/31-32
Sumber: Bulletin Dakwah Al Minhaj Edisi 4 Tahun 1

Dinukil dari sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 99 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: