Doa Khatam Alquran


Tanya : Assalaamu’alaikum warahmatullah, mau bertanya; Adakah doa khatam Qur’an? Apakah disyari’atkan?

(Dijawab oleh Ust. Hammad Abu Mu’awiyah) 

Jawab : Tidak ada satu pun hadits shohih yang menyatakan adanya do’a khatam Al-Qur`an. Berikut penyebutan hadits-hadits dalam masalah ini, beserta kedudukannya:

1. Hadits Al-’Irbadh bin As-Sariyah -radhiyallahu ‘anhu-.
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
مَنْ صَلَّى صَلاَةَ فَرِيْضَةٍ فَلَهُ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ وَمَنْ خَتَمَ الْقُرْآنَ فَلَهُ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ
“Barangsiapa yang melakukan sholat fharidah (wajib) maka baginya do’a mustajabah, dan barangsiapa yang mengkhatamkan Al-Qur`an maka baginya do’a mustajabah”.
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ath-Thobaroni (18/259/647) dari jalan Al-Fadhl bin Harun Al-Bagdadi dari Isma’il bin Ibrahim At-Turjumani dari ‘Abdul Hamid bin Sulaiman dari Abu Hazim dari Al-’Irbadh -radhiyallahu ‘anhu-. Al-Haitsamy berkata dalam Al-Majma’ (7/172), “Diriwayatkan oleh Ath-Thobaroni sementara di dalam sanadnya terdapat ‘Abdul Hamid bin Sulaiman, seorang rowi yang lemah”.

Hadits ini dilemahkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Adh-Dho’ifah (7/15/3014), dan beliau mengisyaratkan adanya kelemahan lain dalam sanadnya, yaitu Al-Fadhl bin Harun, dia adalah rowi yang majhul hal.

2. Hadits Anas bin Malik -radhiyallahu ‘anhu-, secara mauquf:
Salah seorang murid senior Anas yang bernama Tsabit bin Aslam Al-Bunany berkata:
كَانَ أَنَسٌ إِذَا خَتَمَ الْقُرْآنَ, جَمَعَ وَلَدَهُ وَأَهْلَ بَيْتِهِ فَدَعَا لَهُمْ
“Adalah kebiasaan Anas jika beliau mengkhatamkan Al-Qur`an, beliau mengumpulkan anak-anak dan keluarganya kemudian mendo’akan untuk mereka”.

Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dalam As-Sunan (1/140/27) dan dari jalannya, Al-Baihaqy dalam Asy-Syu’ab (2/368/2070), juga diriwayatkan oleh Ad-Darimi (2/560/3474) dan Ath-Thobaroni (1/242/674) dengan sanad yang shohih. Semuanya dari jalan Ja’far bin Sulaiman dari Tsabit.

Takmilah (Pelengkap):
Ada jalan lain dari hadits Anas bin Malik -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda kepada beliau:
مَعَ كُلِّ خَتْمَةٍ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ
“Di setiap khatam Al-Qur`an ada do’a mustajabah”.
Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (2/374/2086) dari dua jalan dan beliau melemahkan kedua jalan tersebut.

Lafadznya:
Adapun lafadz do’anya, maka kami tidak menemukan satu pun hadits yang berbicara tentangnya. Adapun do’a khatam yang biasa dicantumkan di akhir mushaf maka kami tidak tahu dari mana asalnya, hanya saja kemungkinan itu hanyalah do’ah yang dirangkai sendiri oleh sebagian ulama, wallahu A’lam.

Syaikh Al-Albany dalam Adh-Dho’ifah no. 6135 membawakan sebuah hadits yang berisi do’a khatam Al-Qur`an, lalu beliau menghukuminya sebagai hadits palsu.
Karenanya, Syaikh Ibnu Baz -rahimahullah- berkata dalam Majmu’ Fatawa (11/358) beliau, “Tidak ada satu pun dalil yang menunjukkan adanya do’a tertentu (ketika khatam Al-Qur`an) sepanjang pengetahuan kami”.

Do’a Khatam Al-Qur`an pada Sholat Tarwih.
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Majmu’ Al-Fatawa no. 810 dan Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Huda wan Nur kaset ke-19, keduanya menyatakan bahwa hal itu tidak ada asalnya. wallahu A’lam. (Zakiyah , azpxxx@plasa.com)

Sumber: http://almakassari.com/?p=78#more-78

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 103 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: