<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Saudaraku, Waspadai Kesesatan Ikhwanul Muslimin (5)!</title>
	<atom:link href="http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/</link>
	<description>Membangun mental dan spiritual seorang Muslim</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Dec 2009 15:22:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: kun</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6723</link>
		<dc:creator>kun</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 02:00:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6723</guid>
		<description>satu pertanyaan yang antum belum jawab yaitu pertanyaan no 3 a, b, c. Dari semua pertanyaan ana, justru disitulah inti dari yang ana tanyakan. tapi antum tidak jawab. bukanya hal ini justru membuat ana ragu terhadap semua jawaban antum dalam artikel antum.
&lt;em&gt;
Sudah saya jawab: &quot;sudah jelas.&quot; Sudah jelas sebagai warga negara saya punya. Sama seperti anda.&lt;/em&gt;

Sebagai contoh:
 Dalam al qur&#039;an sudah jelas bahwa babi itu haram, karena ini adalah perintah dari Alloh swt, baik jumlahnya sedikit maupun banyak, karena zatnya sudah haram. oleh karena itu, produk2 olahanya pun haram.

Bukanya ana menuduh dan berpikiran jelek terhadap antum. ana yakin, antum punya alamat tempat tinggal, punya ktp, dan bayar pajak ntah itu pajak apa.

Taukah antum semua itu hasil siapa?
penentuan RT dan RW tu adalah zaman soeharto, bukanya itu produk demokrasi?
apakah dalam islam pernah dijelaskan tentang pajak? yang ada adalah zakat. bukanya pajak juga produk demokrasi?
dan terakhir, antum juga punya KTP, ini juga produk demokrasi. yang terkahir, dalam islam, tidak mengenal adanya uang kertas. dan ini juga produk demokrasi, saya yakin antum juga punya.

&lt;em&gt;Saya nggak ngerti maksud anda. Analogi anda agak jlimet bagi saya. Apa hubungannya dengan daging babi? Kenapa jauh-jauh bikin analogi.
Begini, biar jelas. Pajak saya tetap bayar krn saya warga negara, meskipun saya tidak ridho dg pajak. Dosa bukan kita yang menanggungnya. Saya juga taat kepada penguasa, RT, RW, Lurah, sampai kepada Presiden kita. Karena Allah dan Rasul-Nya menyuruh kita untuk taat kepada penguasa dalam hal yg ma&#039;ruf. Siapa pun presidennya, asalkan muslim, entah dia dipilih dengan cara kudeta, pemilu, atau apa pun, saya wajib taat kepadanya dalam hal yang ma&#039;ruf.&lt;/em&gt; 

suatu hal yang kontradiksi,
di lain hal antum mengharamkan demokrasi dan di sisi lain antum menggunakan produknya. 

BUKANKAH INI TIDAK MENCERMINKAN NILAI-NILAI DALAM ISLAM?

BAGAIMANA ANTUM DENGAN GAMPANGNYA MENGHARAMKAN SUATU HAL, PADAHAL ANTUM BELUM TENTU TAHU DASARNYA?

APAKAH MANUSIA ITU MEMILIKI KEWENANGAN UNTUK MENGHARAMKAN SUATU HAL?

&lt;em&gt;Tidak ada yang kontradiksi. Pesan saya, anda harus bisa membedakan antara menggunakan produk demokrasi dengan taat kepada penguasa dlm hal yang ma&#039;ruf. &lt;/em&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>satu pertanyaan yang antum belum jawab yaitu pertanyaan no 3 a, b, c. Dari semua pertanyaan ana, justru disitulah inti dari yang ana tanyakan. tapi antum tidak jawab. bukanya hal ini justru membuat ana ragu terhadap semua jawaban antum dalam artikel antum.<br />
<em><br />
Sudah saya jawab: &#8220;sudah jelas.&#8221; Sudah jelas sebagai warga negara saya punya. Sama seperti anda.</em></p>
<p>Sebagai contoh:<br />
 Dalam al qur&#8217;an sudah jelas bahwa babi itu haram, karena ini adalah perintah dari Alloh swt, baik jumlahnya sedikit maupun banyak, karena zatnya sudah haram. oleh karena itu, produk2 olahanya pun haram.</p>
<p>Bukanya ana menuduh dan berpikiran jelek terhadap antum. ana yakin, antum punya alamat tempat tinggal, punya ktp, dan bayar pajak ntah itu pajak apa.</p>
<p>Taukah antum semua itu hasil siapa?<br />
penentuan RT dan RW tu adalah zaman soeharto, bukanya itu produk demokrasi?<br />
apakah dalam islam pernah dijelaskan tentang pajak? yang ada adalah zakat. bukanya pajak juga produk demokrasi?<br />
dan terakhir, antum juga punya KTP, ini juga produk demokrasi. yang terkahir, dalam islam, tidak mengenal adanya uang kertas. dan ini juga produk demokrasi, saya yakin antum juga punya.</p>
<p><em>Saya nggak ngerti maksud anda. Analogi anda agak jlimet bagi saya. Apa hubungannya dengan daging babi? Kenapa jauh-jauh bikin analogi.<br />
Begini, biar jelas. Pajak saya tetap bayar krn saya warga negara, meskipun saya tidak ridho dg pajak. Dosa bukan kita yang menanggungnya. Saya juga taat kepada penguasa, RT, RW, Lurah, sampai kepada Presiden kita. Karena Allah dan Rasul-Nya menyuruh kita untuk taat kepada penguasa dalam hal yg ma&#8217;ruf. Siapa pun presidennya, asalkan muslim, entah dia dipilih dengan cara kudeta, pemilu, atau apa pun, saya wajib taat kepadanya dalam hal yang ma&#8217;ruf.</em> </p>
<p>suatu hal yang kontradiksi,<br />
di lain hal antum mengharamkan demokrasi dan di sisi lain antum menggunakan produknya. </p>
<p>BUKANKAH INI TIDAK MENCERMINKAN NILAI-NILAI DALAM ISLAM?</p>
<p>BAGAIMANA ANTUM DENGAN GAMPANGNYA MENGHARAMKAN SUATU HAL, PADAHAL ANTUM BELUM TENTU TAHU DASARNYA?</p>
<p>APAKAH MANUSIA ITU MEMILIKI KEWENANGAN UNTUK MENGHARAMKAN SUATU HAL?</p>
<p><em>Tidak ada yang kontradiksi. Pesan saya, anda harus bisa membedakan antara menggunakan produk demokrasi dengan taat kepada penguasa dlm hal yang ma&#8217;ruf. </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Riki</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6719</link>
		<dc:creator>Riki</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:00:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6719</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum 

&lt;em&gt;Wa&#039;alaikumussalam warahmatullah&lt;/em&gt;

Ane mohon penjelasan ttg alur pergerakan yang ane sedang ambil.

Ana pernah ngobrol dengan banyak salafi, mereka bilang bahwa islam dan politik tidak boleh disatukan. What&#039;s the meaning of the maksud???? Ane tahu bahwa kita diperintahkan agar Islam secara Kaffah.

&lt;em&gt;Nggak jelas siapa banyak salafi yg anda maksud. Yang saya ketahui politik diatur dalam Islam. Jangan anda berpikir politik praktis model barat yg banyak digrandrungi sebagian ormas orpol Islam. Itu berbeda.&lt;/em&gt;

Islam itu yang ane tahu adalah &quot;Way Of Life&quot;, jadi tolong jelaskan apakah politik itu tidak termasuk dalam &quot;Way of Life&quot;

&lt;em&gt;Sepakat. Islam itu way of life. &lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum </p>
<p><em>Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullah</em></p>
<p>Ane mohon penjelasan ttg alur pergerakan yang ane sedang ambil.</p>
<p>Ana pernah ngobrol dengan banyak salafi, mereka bilang bahwa islam dan politik tidak boleh disatukan. What&#8217;s the meaning of the maksud???? Ane tahu bahwa kita diperintahkan agar Islam secara Kaffah.</p>
<p><em>Nggak jelas siapa banyak salafi yg anda maksud. Yang saya ketahui politik diatur dalam Islam. Jangan anda berpikir politik praktis model barat yg banyak digrandrungi sebagian ormas orpol Islam. Itu berbeda.</em></p>
<p>Islam itu yang ane tahu adalah &#8220;Way Of Life&#8221;, jadi tolong jelaskan apakah politik itu tidak termasuk dalam &#8220;Way of Life&#8221;</p>
<p><em>Sepakat. Islam itu way of life. </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kun</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6713</link>
		<dc:creator>kun</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 07:55:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6713</guid>
		<description>Terima kasih atas jawabnya. namun ana masih belum bisa mengerti dengan sempurna tentang apa yang antum sampaikan. mohon kesediaanya untuk menjawab.

&lt;em&gt;Sama-sama mas.&lt;/em&gt;

pada pertanyaan:

1. Antum hanya menjelaskan haditsnya shahih dan ana juga tau. tapi yang ana bingungkan, bukanya yang masuk islam adalah juga kelompok, yang mungkin 1 dari 73 golongan. bukankah yang satu ini juga merupakan sebuah golongan?

&lt;em&gt;Ya dan disebut firqotun najiyah, golongan yang selamat.&lt;/em&gt;

2. disini, antum menjelaskan dengan dakwah tauhid dan ana sangat sepakat. Memang, tauhid adalah dasar yang paling dasar dan tidak dapat di ganggu gugat. Namun pada kenyataanya, kita hidup di dunia yang serba rusak yang mungkin pemahaman tauhid masing2 orang sangat berbeda. contoh: Indonesia, kebanyakan islam KTP di tambah islam dianggap teroris. Bagaimana cara antum untk mengatasi masalah ini?

&lt;em&gt;Justru berawal dengan dakwah tauhid maka kerusakan itu insya Allah akan teratasi. Diadakan kajian-kajian di masjid-masjid. Dibacakan kitab2 ulama yang mengupas masalah tauhid. &lt;/em&gt;

3. IM identik dengan demokrasi, yang menurut antum itu hukumya haram. 
a. Apakah antum punya alamat tempat tinggal, RT to RW?
b. Apakah antum punya KTP?
c. Apakah antum bayar pajak?

&lt;em&gt;sudah jelas.&lt;/em&gt;

memang, pertanyaan ini agak aneh. tapi hal ini akan memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang antum sampaikan.

&lt;em&gt;Demokrasi itu hukum dari rakyat, bikinan orang Barat. Saya pernah posting di sini ttg hukum demokrasi yg ditulis oleh syaikh yahya al hajuri. Aneh jika mempersoalkan ketaatan kepada penguasa dg demokrasi. Tidak ada korelasi.&lt;/em&gt;

jazakallah.

&lt;em&gt;Waiyyak&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas jawabnya. namun ana masih belum bisa mengerti dengan sempurna tentang apa yang antum sampaikan. mohon kesediaanya untuk menjawab.</p>
<p><em>Sama-sama mas.</em></p>
<p>pada pertanyaan:</p>
<p>1. Antum hanya menjelaskan haditsnya shahih dan ana juga tau. tapi yang ana bingungkan, bukanya yang masuk islam adalah juga kelompok, yang mungkin 1 dari 73 golongan. bukankah yang satu ini juga merupakan sebuah golongan?</p>
<p><em>Ya dan disebut firqotun najiyah, golongan yang selamat.</em></p>
<p>2. disini, antum menjelaskan dengan dakwah tauhid dan ana sangat sepakat. Memang, tauhid adalah dasar yang paling dasar dan tidak dapat di ganggu gugat. Namun pada kenyataanya, kita hidup di dunia yang serba rusak yang mungkin pemahaman tauhid masing2 orang sangat berbeda. contoh: Indonesia, kebanyakan islam KTP di tambah islam dianggap teroris. Bagaimana cara antum untk mengatasi masalah ini?</p>
<p><em>Justru berawal dengan dakwah tauhid maka kerusakan itu insya Allah akan teratasi. Diadakan kajian-kajian di masjid-masjid. Dibacakan kitab2 ulama yang mengupas masalah tauhid. </em></p>
<p>3. IM identik dengan demokrasi, yang menurut antum itu hukumya haram.<br />
a. Apakah antum punya alamat tempat tinggal, RT to RW?<br />
b. Apakah antum punya KTP?<br />
c. Apakah antum bayar pajak?</p>
<p><em>sudah jelas.</em></p>
<p>memang, pertanyaan ini agak aneh. tapi hal ini akan memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang antum sampaikan.</p>
<p><em>Demokrasi itu hukum dari rakyat, bikinan orang Barat. Saya pernah posting di sini ttg hukum demokrasi yg ditulis oleh syaikh yahya al hajuri. Aneh jika mempersoalkan ketaatan kepada penguasa dg demokrasi. Tidak ada korelasi.</em></p>
<p>jazakallah.</p>
<p><em>Waiyyak</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kun</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6679</link>
		<dc:creator>Kun</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 05:36:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6679</guid>
		<description>Assalamu&#039; alaikum wr.wb.

&lt;em&gt;Wa&#039;alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh&lt;/em&gt;

sempat tersenyum dan kaget ketika membaca artikel antum.em....menurut ana cukup bagus. namun karena ana tak cukup ilmu, ana hanya bisa membaca. makasih atas artikelnya. cuman ana mau tanya beberapa hal :
1. Ana pernah baca dan dengar dalam banyak kajian, bahwa umat islam akan pecah jadi 73 kelompok. coba antum jelaskan tentang hal itu.

&lt;em&gt;Haditsnya shahih dan sudah dijelaskan oleh para ulama.&lt;/em&gt;

2. dengan kondisi zaman yang hampir dikuasi orang-orang yang diluar islam, bagaiamana cara islam untuk mengubah hal tersebut, mengingat di Indonesia, kebanyakan islam KTP.

&lt;em&gt;Dengan dakwah tauhid. Ada risalah yg ditulis oleh syaikh almuhadits nashiruddin alalbany, sudah diterjemahkan dlm bhs Indonesia: Pertama dakwah tauhid, wahai para dai.&lt;/em&gt;

3. demokrasi bukan produk islam, tapi telah mengakar di Indonesia. dengan cara apa dan bagaimana, menurut antum, islam bisa ditegakan dengan sempurna.

&lt;em&gt;Tanamkan pada setiap diri kaum muslimin utk melaksanakan hukum Allah.&lt;/em&gt;

4. selama ana dalam lingkungan IM, justru ana lebih nyaman karena nilai-nilai islam lebih dapat diterapkan dan diimplementasikan dalam kehidupan, misal: menutup aurot, jaga pandangan, sholat malam, sholat rowatib, puasa sunah dan amalan yaumiyah lainya. namun, ana tidak melihat dalam memutuskan suatu perkara, IM secara gegabah menyatakan hal yang tidak benar. Apakah antum telah mengkaji dan menyelidiki dasar2 IM memutuskan suatu perkara? kalo antum punya, ana mintra tolong untuk dikirim.

&lt;em&gt;Coba antum pelajari dakwah salaf, insya Allah apa yg antum dapatkan lebih dari apa yang antum dapat di IM. Dan Apa yang antum akan dapatkan dari dakwah salaf, tidak akan antum dapatkan di IM.&lt;/em&gt;

5. antum menyebutkan dengan gamblang, bahwa IM sesat. apakah benar itu IM atau cuman oknum? kalo islam di anggap teroris oleh orang2 barat, apa antum ridlo, meskipun kita tahu bahwa teroris yang kita tahu juga umat islam, yang mungkin salah dalam pemahaman.

&lt;em&gt;IM itu adalah sebuah kelompok yang dibangun di atas hizbiyah. Kalau antum pengin tahu, antum pelajari lebih mendalam mengenai IM, pemikiran tokoh2nya, Bantahan terhadap hasan al banna, sayyid Quth, dll.&lt;/em&gt;

mohon kesediaan antum menjawab dan disertai bukti yang jelas, biar ana punya gambaran yang telas tentang jalan yang ana pilih. jazakalloh.

&lt;em&gt;Jika antum ingin lebih mendalam dan detail, datangilah kajian ahlussunnah. Kata pepatah: Mendengar itu tidak sama dengan menyaksikan. Terima kasih atas kunjungan antum. Semoga kita mendapat hidayah dari Allah.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217; alaikum wr.wb.</p>
<p><em>Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh</em></p>
<p>sempat tersenyum dan kaget ketika membaca artikel antum.em&#8230;.menurut ana cukup bagus. namun karena ana tak cukup ilmu, ana hanya bisa membaca. makasih atas artikelnya. cuman ana mau tanya beberapa hal :<br />
1. Ana pernah baca dan dengar dalam banyak kajian, bahwa umat islam akan pecah jadi 73 kelompok. coba antum jelaskan tentang hal itu.</p>
<p><em>Haditsnya shahih dan sudah dijelaskan oleh para ulama.</em></p>
<p>2. dengan kondisi zaman yang hampir dikuasi orang-orang yang diluar islam, bagaiamana cara islam untuk mengubah hal tersebut, mengingat di Indonesia, kebanyakan islam KTP.</p>
<p><em>Dengan dakwah tauhid. Ada risalah yg ditulis oleh syaikh almuhadits nashiruddin alalbany, sudah diterjemahkan dlm bhs Indonesia: Pertama dakwah tauhid, wahai para dai.</em></p>
<p>3. demokrasi bukan produk islam, tapi telah mengakar di Indonesia. dengan cara apa dan bagaimana, menurut antum, islam bisa ditegakan dengan sempurna.</p>
<p><em>Tanamkan pada setiap diri kaum muslimin utk melaksanakan hukum Allah.</em></p>
<p>4. selama ana dalam lingkungan IM, justru ana lebih nyaman karena nilai-nilai islam lebih dapat diterapkan dan diimplementasikan dalam kehidupan, misal: menutup aurot, jaga pandangan, sholat malam, sholat rowatib, puasa sunah dan amalan yaumiyah lainya. namun, ana tidak melihat dalam memutuskan suatu perkara, IM secara gegabah menyatakan hal yang tidak benar. Apakah antum telah mengkaji dan menyelidiki dasar2 IM memutuskan suatu perkara? kalo antum punya, ana mintra tolong untuk dikirim.</p>
<p><em>Coba antum pelajari dakwah salaf, insya Allah apa yg antum dapatkan lebih dari apa yang antum dapat di IM. Dan Apa yang antum akan dapatkan dari dakwah salaf, tidak akan antum dapatkan di IM.</em></p>
<p>5. antum menyebutkan dengan gamblang, bahwa IM sesat. apakah benar itu IM atau cuman oknum? kalo islam di anggap teroris oleh orang2 barat, apa antum ridlo, meskipun kita tahu bahwa teroris yang kita tahu juga umat islam, yang mungkin salah dalam pemahaman.</p>
<p><em>IM itu adalah sebuah kelompok yang dibangun di atas hizbiyah. Kalau antum pengin tahu, antum pelajari lebih mendalam mengenai IM, pemikiran tokoh2nya, Bantahan terhadap hasan al banna, sayyid Quth, dll.</em></p>
<p>mohon kesediaan antum menjawab dan disertai bukti yang jelas, biar ana punya gambaran yang telas tentang jalan yang ana pilih. jazakalloh.</p>
<p><em>Jika antum ingin lebih mendalam dan detail, datangilah kajian ahlussunnah. Kata pepatah: Mendengar itu tidak sama dengan menyaksikan. Terima kasih atas kunjungan antum. Semoga kita mendapat hidayah dari Allah.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: qaseh_laila1121</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6654</link>
		<dc:creator>qaseh_laila1121</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 03:50:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6654</guid>
		<description>salam ukhauwah fillah , Alhamdulillah . TQ teruskan usaha , jazakalllah hu khair</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam ukhauwah fillah , Alhamdulillah . TQ teruskan usaha , jazakalllah hu khair</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: qaseh_laila1121</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6653</link>
		<dc:creator>qaseh_laila1121</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 03:48:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6653</guid>
		<description>salam, Alhamdulillah banyak yang saya perolehi , saya harap ada banyak lagi artikel yang disiarkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam, Alhamdulillah banyak yang saya perolehi , saya harap ada banyak lagi artikel yang disiarkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: iwan aja</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6612</link>
		<dc:creator>iwan aja</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 10:09:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6612</guid>
		<description>Ukhti Tati dan saudara2q IM...orang yang telah lama di IM bergaul dengan mereka...hampir disetiap tempat (sepengetahuan ana)..mereka mencela dan melecehkan salafi.. bahkan sering mereka berkata  &quot;tauhid tauhid terus...kapan ngurus masyarakat?&quot; satu pengalaman ana di tempat ana..da seorang akhowat yang keluar dari IM dan aktif di kajian salaf..sebelumnya dia aktivis partai dan kader IM yang merekrut orang lain tuk masuk IM beserta partai terkenalnya.. ketika mereka tau bahwa akhowat tersebut telah &quot;beralih&quot; mereka memprovokasi lewat keluarga akhwat sampai akhowat tersebut di usir oleh keluarga yang tak tau menau tentang IM dan Salaf..bahkan mereka sering sweeping kamar pribadi akhowat tersebut bersama ortu akhowat tersebut...sampai akhirnya kami mencarikan ikhwan tuk akhowat tersebut..dan mereka sekarang tinggal di jogja..yang bercerita bahwa itu atas permintaan murobbinya dulu dan akhowat2 IM adalah ortu tersebut kepada ana setelah semua mereda dngan pindahnya anaknya ke jogja...


&lt;blockquote&gt;
Masya Allah, betul demikian kejadiannya akhi?&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ukhti Tati dan saudara2q IM&#8230;orang yang telah lama di IM bergaul dengan mereka&#8230;hampir disetiap tempat (sepengetahuan ana)..mereka mencela dan melecehkan salafi.. bahkan sering mereka berkata  &#8220;tauhid tauhid terus&#8230;kapan ngurus masyarakat?&#8221; satu pengalaman ana di tempat ana..da seorang akhowat yang keluar dari IM dan aktif di kajian salaf..sebelumnya dia aktivis partai dan kader IM yang merekrut orang lain tuk masuk IM beserta partai terkenalnya.. ketika mereka tau bahwa akhowat tersebut telah &#8220;beralih&#8221; mereka memprovokasi lewat keluarga akhwat sampai akhowat tersebut di usir oleh keluarga yang tak tau menau tentang IM dan Salaf..bahkan mereka sering sweeping kamar pribadi akhowat tersebut bersama ortu akhowat tersebut&#8230;sampai akhirnya kami mencarikan ikhwan tuk akhowat tersebut..dan mereka sekarang tinggal di jogja..yang bercerita bahwa itu atas permintaan murobbinya dulu dan akhowat2 IM adalah ortu tersebut kepada ana setelah semua mereda dngan pindahnya anaknya ke jogja&#8230;</p>
<blockquote><p>
Masya Allah, betul demikian kejadiannya akhi?</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tati</title>
		<link>http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6584</link>
		<dc:creator>Tati</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 13:13:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/lagi-waspadalah-terhadap-ikhwanul-muslimin-5/#comment-6584</guid>
		<description>selama di jamaah IM, ga pernah denger tuh, cemoohan spt itu dr guru2 kami. 
kami diajari unt memperbaikik keikhlasan, memperbaiki niat, memperbaiki qalbu kami...
pada saat yg sama, kami diajarkan unt berinfaq, berkorban, jiddiyah, menuntut ilmu, taat pd qiyadah, qiyamul lail, olah raga, memperbaiki masyarakat, meramaikan masjid dll



&lt;blockquote&gt;Betul bahwa di dalam Islam kita disuruh untuk memperbaiki niat, dll yang anda sebutkan di atas. Namun, semua itu harus sesuai dengan syariat (dalil). Tidak semata-mata mengikuti hawa nafsu dan perasaan. Adapun tulisan di atas lebih tepat disebut sebagai nasihat dan peringatan, daripada anda sebut sebagai hujatan.&lt;/blockquote&gt;



Justru disitus myQ; saya dapati ikhwah salafy paling demen... menghujat harakah lain...
apa alasan saya unt menerima tulisan anda?



&lt;blockquote&gt;Perlu diketahui bahwa Salafy itu adalah sifat. Siapa yang menisbatkan dirinya kepada salaf, dalam segala aspek kehidupan, maka dia adalah salafy ahlus sunnah, insya Allah. Adapun jika dia mengaku salafy, tapi kenyataannya perilaku dan kehidupan dia jauh dari salaf, itu tidak berarti dia mewakili salafy.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selama di jamaah IM, ga pernah denger tuh, cemoohan spt itu dr guru2 kami.<br />
kami diajari unt memperbaikik keikhlasan, memperbaiki niat, memperbaiki qalbu kami&#8230;<br />
pada saat yg sama, kami diajarkan unt berinfaq, berkorban, jiddiyah, menuntut ilmu, taat pd qiyadah, qiyamul lail, olah raga, memperbaiki masyarakat, meramaikan masjid dll</p>
<blockquote><p>Betul bahwa di dalam Islam kita disuruh untuk memperbaiki niat, dll yang anda sebutkan di atas. Namun, semua itu harus sesuai dengan syariat (dalil). Tidak semata-mata mengikuti hawa nafsu dan perasaan. Adapun tulisan di atas lebih tepat disebut sebagai nasihat dan peringatan, daripada anda sebut sebagai hujatan.</p></blockquote>
<p>Justru disitus myQ; saya dapati ikhwah salafy paling demen&#8230; menghujat harakah lain&#8230;<br />
apa alasan saya unt menerima tulisan anda?</p>
<blockquote><p>Perlu diketahui bahwa Salafy itu adalah sifat. Siapa yang menisbatkan dirinya kepada salaf, dalam segala aspek kehidupan, maka dia adalah salafy ahlus sunnah, insya Allah. Adapun jika dia mengaku salafy, tapi kenyataannya perilaku dan kehidupan dia jauh dari salaf, itu tidak berarti dia mewakili salafy.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
