Saudaraku, Waspadai Kesesatan Ikhwanul Muslimin (5)!

Dialog Bersama Ikhwani – Syubhat dan Bantahan (V)

Penulis: Abu Abdillah Ahmad Bin Muhammad Asy-Syihi

—————————————————————

Syubhat dan tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang Ikhwani

Saudaraku… mudah-mudahan Allah memberi petunjuk kepadamu.

Sesungguhnya, masalah jamaahmu ini adalah sangat unik dan aneh, hal ini dilihat dari cara muamalah di antara anggotanya.

Mereka mengerahkan kesungguhan yang tidak gampang untuk membuat syubhat dan kedustaan, yang terlampau susah untuk membuat syubhat dan kedustaan, yang terlampau susah untuk mencari jalan keluarnya. Kemudian syubhat dan kedustaan tersebut mereka lontarkan kepada orang-orang yang terikat dengan mereka… supaya tetap tinggal dengan mereka dan dikuasai oleh mereka dan oleh otak-otak mereka, kemudian sesudahnya mereka akan tetap bersama kelompok ini dan loyalitas mereka tetap kepada kelompok ini…!

Barangkali masalah ini sangat aneh menurut pandanganmu. Tidak… bukan berarti saya mengada-ada kedustaan atas mereka, akan tetapi dikarenakan kurang atau tidak adanya perhatian kepada masalah ini, juga karena kamu tidak mendengar dari sisi-sisi yang lain.

Aku sodorkan kepadamu sebagiannya….

Syubhat Pertama
—————
Mereka membedakan antara salafiyyah yang ada di medan Islam dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Yaitu mereka membagikan pembahasan di dalam masalah ini dengan judul “Mufradaat as-Salafiyyah al-Jadidah” (Keganjilan-keganjilan Salafiyyah Gaya Baru) dan saya adalah termasuk
orang-orang yang menerima bagian pembahasan ini tatkala saya berada di dalam tanzhim (organisasi) mereka. Dan sungguh mereka membuat kebingungan yang mencegangkan. Hal itu mereka lakukan agar bisa memberi kerancuan kepada orang yang bergabung dengan kelompok mereka dan membuat suatu tameng di dalam diri mereka yang memisahkan antara mereka dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah (salafiyyah). Mereka menyangka di dalam pembahasan yang dibagi-bagi ini bahwa salafiyyah yang ada sekarang ini tidaklah mempunyai perhatian kecuali hanyalah takfir (mengkafirkan), tabdi’ (membid’ahkan), tafsiq (memfasiqkan) dan tadlil (menyesat-nyesatkan) dan bahwa mereka adalah alat pada suatu badan keamanan…. Tongkat-tongkat yang ada di bawah ketiak-ketiak peraturan yang timpang. Mereka adalah penakut untuk mengkritik para penguasa dan peraturan-peraturan yang ada, padahal semua hal tersebut pantas untuk mendapat kritik. Dan mereka juga penakut untuk terlibat langsung dengan masalah-masalah yang terjadi serba bisa menimbulkan kemurkaan bagi hakim (penguasa) dan peraturan.

Dan sesungguhnya mereka adalah lemah di dalam masalah adab bergaul bersama kaum muslimin, karena mereka didominasi oleh sifat kasar dan kaku. Mereka lemah di dalam masalah-masalah i’tikad (keyakinan) yang lurus dan selamat. Dan mereka juga lemah di dalam ilmu tentang realitas umat dan apa-apa yang menimpa mereka. Mereka pun mempunyai hukum-hukum yang serampangan, di antaranya perkataan: Bahwa sesungguhnya Abu Hanifah adalah seorang Jahmiy, Murjiy dan seorang ahli bid’ah (mubtadi’) yang sesat. Merupakan kesialan bagi Islam dan ahlinya. Tidak terlahir di dalam Islam orang yang lebih sial/malang melebihi dia.

Hal itu disaksikan oleh lebih dari dua puluh orang alim dari para ulama salaf, sehingga dia pantas untuk diberi nama Abu Jiifah (bapaknya bangkai).

Ibnu Taimiyyah: Tidak bisa diambil darinya hukum-hukum al-Wala’ dan al- Bara’.
Ibnul Qayyim: Pada dirinya terdapat tashawwuf dan kebid’ahan.
An-Nawawi: Seorang Jahmi dan Asy’ari, bukan dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Al-’Izz bin Abdussalam: seorang Jahmi dan Asy’ari, pada dirinya terdapat karakter (watak) Khawarij.
Adz-Dzahabi: Lunak di dalam hukum-hukumnya dan mutasahil (bersikap remeh/gampangan) terhadap ahli bid’ah dan juga dia adalah seorang kuburi.
Ibnu al-Jauzi: Seorang Jahmi tulen.
Muhammad bin Abdul Wahhab: Bukanlah seorang salafi di dalam masalah hadits, fiqh, dan sebagian masalah-masalah i’tikad.
Ibnu Jibrin: Tidak ada ilmunya.
Ibnu Bazz: Lemah ilmunya terhadap hadits, meragukan di dalam berfatwa, diam terhadap ahli bid’ah dan tertipu dengannya.
Ibnu Utsaimin: Permainan di tangan Sururiyyin.
Ibnu Qu’ud: Seorang yang berfaham Khawarij dan loyal terhadap jamaah-jamaah sesat. Jihad di Bosnia, bukanlah jihad fi sabilillah. Pertempuran di Kashmir, Filipina dan Palestina, bukan jihad… dan seterusnya.

Mereka juga mempunyai akhlak-akhlak dan perangai-perangai tertentu, di antaranya: Saling mengisolir di antara mereka, saling membenci, memaki dan mencela. Sangat kaku terhadap manusia. Menuduh dengan rusaknya akidah, semata-mata karena seseorang dituduh mempunyai buku-buku yang mereka tuduh dengan kebid’ahan…. Pendustaan secara terang-terangan terhadap rivalnya…. Membantu orang-orang zhalim dan fasik untuk menindas saudara-saudara mereka kaum muslimin dari para ulama dan dai. Hal itu dengan cara menulis pernyataan-pernyataan, menyebarkan tuduhan dan menganjurkan para penguasa untuk melawan mereka.

Dan tuduhan-tuduhan dusta serta lacut lainnya yang tidak mungkin diucapkan oleh orang yang takut kepada Allah dan hari akhir terhadap saudaranya yang muslim. Semoga Allah melindungi kami dan saudara dari ketergelinciran dan kesesatan. 1)

Saudaraku, semoga Allah memberi petunjuk kepada saya dan anda terhadap jalan kebenaran.

Tahukah anda, kenapa kedustaan besar yang mereka rekayasa di dalam pembahasan ini? Tidak lain adalah agar bisa memberikan kerancuan terhadap anda, sehingga anda benci terhadap salafiyyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan anda tetap berpegang dengan jamaah, kesesatan dan kegelapan mereka, serta menjadi penyeru kepada manhaj mereka, sembari menyangka bahwa itu adalah manhaj yang benar.

Dan dari sanalah, anda tidak akan melihat nur (cahaya) selamanya, kecuali jika Allah memperbaiki anda dengan rahmat-Nya.

Karena itulah, berikut ini akan saya jelaskan kedustaan mereka terhadap Salafiyah:

PERTAMA: Bahwa sesungguhnya tidak ada perbedaan antara Ahlus Sunnah wal Jama’ah, ath-Thaifah al-Manshurah dan salafiyyah. Hal itu karena manhaj mereka adalah Kitab dan Sunnah yang shahih, serta apa yang salaful ummah ridwanallahi ‘alaihim ada di atasnya. Berbeda dengan jamaahmu, maka mereka di atas manhaj Kitab dan Sunnah dan apa yang generasi akhir umat ini berada di atasnya berupa bentuk-bentuk pemikiran dan pergerakan. Demikian mereka menyangka. Masalah itu telah jelas bagimu tatkala saya menampilkan manhaj para pemimpinmu pada waktu yang telah lewat.

KEDUA: Kata-kata pembahas- Semoga Allah memberi petunjuk kepadanya- bahwa salafiyyah mengkafir-kafirkan dan menyesat-nyesatkan serta berbuat ini dan itu seperti yang telah saya jelaskan, tidak lain hanyalah kedustaan dan rekaan. Hal itu dilakukan adalah untuk melarikan saudara- saudara pemula dan para pemuda dari dakwah yang benar ini.

KETIGA: Perbedaan dia (semoga Allah membalasnya dengan apa-apa yang menjadi haknya) antara salafiyyah sekarang dengan ulama- ulama istimewa terdahulu seperti: Abu Hanifah, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Muhammad bin Abdul Wahhab dan lain-lain serta persangkaan dia bahwa salafiyyah sekarang mencela dan menganggap sesat mereka seperti di dalam pembahasan, tidak lain hanyalah menunjukkan atas kejelekan isi hati penulis dan hizbiyyah yang pahit dan menyesatkan sampai batas sejauh ini. Dan itu dilakukan untuk mengacaukan dakwah salafiyyah. Karena itulah saya berkata agar diketahui oleh semuanya bahwa pimpinan salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan ath-Thaifah al-Manshurah adalah satu, yaitu Nabiyyul Huda Muhammad ‘alaihi shalatu wassalam. Dan mereka (salafiyyin) menempuh jalan beliau shalallahu ‘alaihi wasallam yang ditempuh oleh Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan para shahabat semua serta pengikut mereka dengan baik seperti: Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Muhammad bin Abdul Wahhab, Muhammad bin Ibrahim, Abdurrahman bin Sa’di. Dan di antara orang-orang zaman sekarang adalah seperti Ibnu Baz, Ibnu Utsaimin, Al-Albani dan banyak lagi lainnya – semoga Allah memberi ridha kepada mereka semua-. Dan mereka (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) berkeyakinan ahwa mereka tidak maksum kecuali Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Maka jika terjadi ketergelinciran pada salah seorang dari mereka, ditinggalkan ketergelincirannya, karena mereka tidak maksum. Dan mereka di dalam perkara tersebut berada diantara satu atau dua pahala seperti di dalam sunnah yang shahih dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam tentang hukum mujtahid. Jika benar dia mendapat dua pahala dan jika salah dia mendapat satu pahala. Hal itu terjadi karena madzhab mereka adalah dalil yang shahih serta meneliti jejak langkah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya yang mulia. Berbeda dengan al-Banna, at-Tilmisani, Sa’id Hawa dan lainnya, sebagaimana tidak samar lagi bagi setiap orang yang mempunyai bashirah (ilmu) tentang keadaan mereka rahimahullaha ajma’in.

KEEMPAT: Perlu anda ketahui bahwa ulama salafiyyah sekarang yang mereka itu adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, mereka adalah: Ibnu Baz, Al-Albani, Ibnu Utsaimin, Ibnu Qu’ud, Shalih aalu asy-Syaikh, al-Fauzan, Rabi’ al-Madkhali, Ibnu Ghashun dan lainnya 2). Dan sesungguhnya tidak ada perbedaan di antara mereka dengan salafiyyah, sebagaimana anggapan penulis -semoga Allah memberi petunjuk kepadanya-. Tetapi dia membedakan di dalam masalah tersebut agar bisa menyampaikan fikrah yang dia inginkan kepada para pemuda, yaitu bahwa manhaj yang para ulama besar sekarang seperti Ibnu Baz, al-Albani, Ibnu Utsaimin dan lainnya. Dan sungguh buah pemikiran tersebut telah nampak ketika seorang pemuda Ikhwani yang terancukan pikirannya dan seorang yang membawa akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah menjadi tidak suka dan benci terhadap setiap orang yang menamakan diri dengan salafiyyah, walaa haula walaa quwwata illa billah.

2) Hal ini tidaklah berarti bahwa salafiyyah adalah monopoli seseorang, seperti yang dianggap oleh sebagian orang.

Subhat Kedua
————-
Perkataan mereka bahwa salafiyyah (Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan ath-Thaifah al-Manshurah) menentang amal jama’i (kerja sama) dan tanzhim (organisasi).

Samahatusy-Syaikh Muqbil al-Wadi’i seorang muhaddits negeri Yaman telah ditanya: Apakah benar wahai Syaikh bahwa anda tidak melihat perlunya tanzhim pada semua urusan dakwah?

Maka beliau hafizhahullah menjawab setelah menetapkan adanya tanzhim di dalam Sirah (biografi) Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam, seraya berkata: “Yang kami ingkari adalah tanzhim yang menyelisihi Kitab dan Sunnah.

Inilah yang kami ingkari. Dan kami katakan: Sungguh seseorang hidup sendirian itu lebih baik daripada masuk ke dalam tanzhim thaghut yang menyelisihi Kitab dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam… ya, dan ini adalah perkara yang disebarkan bahwa Ahlus Sunnah menentang tanzhim dan bahwa mereka menentang amal jama’i (kerja sama). Saya katakan: Yang menentang amal jama’i atau yang mengingkari tanzhim bukanlah seorang sunni, karena Allah ‘azza wa jalla berfirman di dalam kitab-Nya yang mulia: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong di dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (al-Maidah: 2)

Dan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang mukmin dengan seorang mukmin lainnya adalah seperti bangunan, saling menguatkan sebagian atas sebagian yang lainnya.” [Diriwayatkan oleh al-Bukhari (X/450 - Fathul Bari) dan Muslim (2585), pent.]

Dan beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan kaum mukminin di dalam saling mencintai, mengasihi dan menyayangi di antara mereka adalah seperti tubuh. Jika mengeluh salah satu anggota dari tubuh tersebut, akan merasakan seluruh jasad baik dengan demam atau tidak bisa tidur. [Bukhari (X/347 - Fathul Bari) dan Muslim (2586), pent.]

Al-Amal al-Jama’i (kerja sama) yang menyelisihi Kitab dan Sunnah contohnya adalah yang al-Ikhwan al-Muflisun (orang-orang yang bangkrut)
3) berada di atasnya.

3) Syaikh hafizhahullah memaksudkan al-Ikhwan al-Muslimin. Al-Muflisun artinya adalah orang-orang yang bangkrut. (pent.)

Syubhat Ketiga :
————–
Perkataan mereka adalah salafiyyah adalah salah satu jamaah dari jamaah-jamaah tanzhim, walaupun menentang tanzhim dan termasuk jamaah-jamaah hizbiyyah, walaupun menolak tahazzub (pengelompokan). 4)

4) Artinya tanzhim yang mereka berada di atasnya, dan hizbiyyah yang mereka terkungkung di dalamnya.

Di sini saya katakan, sudah jelas kedustaan ini bertentangan dengan syubhat kedua.

Tetapi ini adalah kebiasaan ahli batil, para pendusta dan para pendengki dari kalangan hizbiyyin. Mereka mempertentangkan diri mereka dengan pribadi mereka sendiri dengan bersandar kepada kedustaan dan rekayasa. Karena mereka tidak mampu untuk membantah dengan bantahan yang ilmiah dan benar terhadap ahlul haq tentang apa yang mereka jelaskan dari kemungkaran-kemungkaran dan bid’ah-bid’ah yang terdapat pada hizb-hizb ini.

Sama sekali mereka tidak akan mampu melakukan hal tersebut!

Orang yang memperhatikan sirah Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam mendapatkan dan memperoleh hal tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang kafir 5) -semoga Allah membinasakan mereka- terhadap Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam. Terkadang mereka mengatakan bahwa beliau adalah seorang penyair, dan syi’ir tidak mungkin mampu kecuali orang yang mempunyai akal yang istimewa…. Dan pada kesempatan lain mereka mengatakan bahwa beliau gila…, maka lihatlah pertentangan tersebut!

5) Tentu dengan adanya perbedaan antara orang-orang kafir dan orang Ikhwan, maka mereka (Ikhwan) adalah orang-orang muslim.

Tujuan mereka dari kedustaan ini jelas sekali tidak ada kesamaan di atasnya, mereka ingin menggambarkan kepada orang-orang yang tergabung di dalam jamaah mereka bahwa salafiyyah adalah hizb seperti hizb-hizb yang lain. Keadaan salafiyyah seperti keadaan mereka. Masing- masing menyempurnakan sebagian atas sebagian yang lain seperti yang mereka sangka. Ini adalah kedustaan dan rekayasa. Hal ini dilihat dari beberapa segi:

PERTAMA: Bahwa salafiyyah tidak mempunyai pendiri dan pemimpin selain Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Berbeda dengan Ikhwanul Muslimin, pemimpin dan pendiri manhaj mereka adalah Hasan al-Banna rahimahullah dan orang yang sesudahnya.

KEDUA: Bahwa salafiyyah tempat kembalinya (rujukan) mereka adalah Al-Kitab, Sunnah dan apa yang salaful ummah ada di atasnya. Berbeda dengan mereka, tempat kembali mereka adalah Kitab, Sunnah danpandangan pemikiran serta gerakan yang disangka oleh mereka.

KETIGA: Bahwa salafiyyah, loyalitas adalah kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum mukminin. Berbeda dengan Ikhwan, maka loyalitas mereka diberikan kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang tergabung di dalam Ikhwanul Muslimin.

Syubhat Keempat :
—————-
Perkataan dan lontaran mereka pada akal-akal para anggota (al-Ikhwan) bahwa diskui dan dialog ilmiah dengan tenang untuk menjelaskan kebenaran kepada firqah-firqah ini dan lainnya tentang beberapa masalah adalah merupakan perdebatan yang tidak bermanfaat dan wajib untuk ditinggalkan.

Mereka menginginkan dengan lontaran tersebut untuk menjaga orang yang tergabung di dalam hizb mereka. Karena mereka tahu bahwa semata-mata dengan perginya orang tersebut saja untuk berdiskusi dan dialog dengan seorang salafi (Ahlus Sunnah wal Jama’ah), hasilnya adalah dia akan meninggalkan hizb yang dia tergabung di dalamnya… jika dia termasuk orang yang bertakwa kepada Allah. Karena dia akan terbakar hangus dengan dalil-dalil yang tetap (tsabit) dari Kitab dan Sunnah dan apa-apa yang salaful ummah ada di atasnya.

Footnote :
1) Barangsiapa yang ingin untuk membaca pembahasan tersebut, layangkanlah surat kepada saya dengan alamat yang akan saya jelaskan pada akhir tulisan, insya Allah.

(Dinukil dari “Hiwar haadii ma’a ikhwanii”, ditulis oleh Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi, alamat PO BOX 6018, El-Roms, Ra’s Al Khamiyah, Uni Emirat Arab, cetakan th 1995/1415 H. Edisi Indonesia : Dialog bersama ikhwani.)

Sumber: http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=354

Lihat pembahasan sebelumnya:

1. http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/saudaraku-waspadai-kesesatan-ikhwanul-muslimin-1/

2. http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/saudaraku-waspadai-kesesatan-ikhwanul-muslimin-2/

3. http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/saudaraku-waspadai-kesesatan-ikhwanul-muslimin-3-2/

4. http://antosalafy.wordpress.com/2007/01/04/saudaraku-waspadai-kesesatan-ikhwanul-muslimin-4/

56 Tanggapan

  1. ane tau nt kan kerja di ganeca exact

  2. Selama ana berada di tarbiyah, tdk pernah kesalahan-kesalahan jamaah lain kami sebarkan ke publik. Ana selalu diajarkan bahwa semua gerakan dakwah tu tujuannya sama, caranya saja yang berbeda-beda. Tp setelah membaca artikel ini ana terhenyak…???

    Saya ucapkan, “SELAMAT DATANG DI DUNIA NYATA!”. Bangunlah dari “bius” yang selama ini telah menidurkanmu di siang dan malam hari. Sungguh agama Islam telah sempurna, di atasnya terbangun kabar gembira dan peringatan. Semua itu dibangun di atas kitabullah wa sunnah shahihah bil fahmi salafush shaleh. Islam tidak berkelompok-kelompok dan berpartai-partai, tapi Islam itu menyeru kepada Alquran dan sunnah. Kajilah kembali slogan IM: Kita saling bekerja sama dalam hal yang kita sepakati dan saling memaafkan dalam hal yang kita berselisih. Bersepakat dan berselisih ala IM dibangun di atas kelompok, bukan di atas kitabullah wa sunnah. Demikiankah yang diajarkan Rasul?

  3. coba sebutkan jamaah yag sesat agar tau mana yg benar dan mana yang salah. juga dari salafi juga saya lihat kadang ada perbedaan juga. mungkin apa berkutatnya hanya masalah teori aja ya shg hanya melihat yang lain jelek semua

    Jika kamu ingin tahu mana kelompok yang sesat dan menyimpang dari jalan Islam, pelajarilah Islam dari sumbernya yang murni. Siapa sumber yang murni itu? Jawabannya: Alquran dan hadits shahih. Dengan pemahaman siapa? Jawabannya: Pemahamannya para sahabat Rasul. Karena para sahabatlah yg tahu kapan, bagaimana, untuk siapa, dalam kondisi seperti apa, dan di mana ayat turun. Mereka praktikkan agama Islam langsung di hadapan Rasul, jika salah, langsung dibenarkan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan salafi adalah sebuah penisbatan kepada pemahaman para sahabat.

  4. Assalamu’alaikum.
    Salam kenal dari ana di majalengka. Ana pernah liqo di ikhwanul muflisin selama 6 tahun, 4 tahunnya dengan murobbi seorang ketua dpw pks. mereka sering mencela kepada jamaah jamaah lainnya bukan berdasarkan dalil dan bukti tapi hanya persangkaan. Salah satu contohnya mereka menyebut ahlus sunnah tukang kapling surga.

  5. Assalaamu’alaykum warahmatullah

    ana yuliya, alhamdulillah, sekarang ana menemukan jalan yang haq, manhaj da’wah salaf, al qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan pemahaman salafus sholih.. setelah cukup lama dalam tarbiyah “IM” selama lebih dari 4 tahun, ana bertemu dengan seseorang yang mengenalkan ana ke manhaj ini..
    ana masih sangat perlu belajar.. yup.. dengan adanya blog antum/na ana sangat terbantu..
    semoga kita tetap istiqomah..

    wassalaamu’alaykum warahmatullah

  6. assalamualaikum wr wb
    skarang saya baru tahu yang mana yang salah dan benar setelah membaca tulisan ini. luar biasa hal itu tidak saya sadari bertahun-tahun. tapi apa mau dikata, semuanya sudah terjadi. semoga Alloh memaafkan. setelah sering membaca tulisan antum ini, maka ana semakin terbuka lebar. ya……. biarkanlah jamaah IM itu membuktikan marotibul amalnya tanpa kita ganggu. DAN KITA URUS SAJA PRIBADI MASING-MASING. WONG SIFAT KITA SAJA MASIH SERING MENJELEK-JELEKKAN GOLONGAN LAIN, YA PERBAIKI PRIBADI DULU LAH……….KITA SEPERTINYA KALAH JAUH DENGAN MEREKA. MEREKA SUDAH BERFIKIR TENTANG NEGARA BAHKAN KHILAFAH, KITA MASIH BERKUTAT MASALAH PERBAIKAN INDIVIDU. DAN BIARKANLAH MEREKA MENGURUS NEGARA, KITA INDIVIDU SAJA, TOH NEGARA SEKARANG INI BUKAN BERASAL DARI SISTEM ISLAM.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Kenyataannya antum belum mengenal mana yang haq dari yang batil. Jika antum mau memahami dengan benar kalimat demi kalimat dalam artikel di atas dan mau meninggalkan kefanatikan thd kelompok, saya rasa kebenaran itu mudah antum terima. Akhi, ketahuilah bahwa dasar pokok dakwah ahlussunnah wal jamaah salafiyah adalah semangat untuk memberi manfaat kepada manusia dan mengajak manusia kepada hidayah. Dan memberikan peringatan kepada manusia akan bahayanya menyelisihi sunnah. Kalau apa yang dibawa kelompok-kelompok sempalan seperti IM, Jamaah Tabligh, dan semisalnya adalah benar sesuai sunnah, tentu daulah Islamiyah sudah terbentuk bukan? Tapi realitanya (tidak bisa ditutup-tutupi) bahwa mereka dari dulu ya seperti itu-itu saja. Berjalan dan bergerak di tempat, tidak maju dan tidak mundur. Mana hasilnya dari jerih payah seruan mereka? Bahkan berapa ribu atau juta korban jiwa dan harta yang hilang akibat ulah mereka? Semangatnya besar, tapi tidak dibarengi dengan ilmu dan tidak merujuk dengan bimbingan ulama. Berpikirlah yang jernih, Mas!

  7. wal’iyaudzubillah,.semoga kita dan keluarga (terutama) terhindar dari pemahaman2 hizbiyyah..

  8. Amar ma’ruf nahi mungkar

  9. Asslm wr wb.. ya akhi saya ingin belajar/ngaji sesuai manhaj salaf..bagaimana caranya..apakah seperti liqo di IM atau bagaimana.. mohon penjelasannya melalui e-mail saya diatas.. maklum saya masih awam dan buta sama sekali mengenai islam..saya takut kalau saat dipanggil Allah SWT nantinya saya berada dalam golongan yg munkar.. terima kasih, wass wr wb..

  10. Assalamu’alaikum
    semoga kita di mudahkan Allah
    Silahkan kunjugi web radio muslim di ***
    Baarakallahu fiikum

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Afwan belum bisa ta’awun.
    barakallahu fiik

  11. salafy adalah satu tempat dimana rasulullah dan para sahabatnya berada diatas itu, dan sesungguhnya hanya orang2 jahil dan penentang rasul yang tidak mau ataupun baynyak komentar dengan manhaj salaf ini, adapun kritikan saya terhadap artikel ini apabila ada seseorang yang mengatakan bahwa salafi adalah firqah yang bukan ahli sunnah waljamaah maka orang tersebut perlu untuk mengkaji dan meneliti serta mentelaah agama islam yang suci ini dengan kitab2 hadist serta kitab2nya para ulama yang berlandaskan pada Alquran dan As sunnah yang sahih, sebenarnya siapapun yang berpendapat bahwa gerakan islam itu ataupun semua aliran dalam islam sama dalam berdakwah dan sama dalam bertujuan, maka sesungguhnya orang tersebut sangat bodoh dan menyelisihi ahlussunnah waljamaah itu sendiri karena hakikatnya kebenaran itu adalah satu, tidak mungkin kebenaran itu banyak dan satu2nya kebenaran yang haq hanyalah manhaj salaf ahlussunnah waljamaah.

    Adapun mengenai Al ikhwanul muslimin, menurut pemahaman shalafus shalih dan kesepakatan para ulama ahlussunnah bahwa sesungguhnya ‘aqidah mereka adalah jelas menyimpang dari ‘aqidahnya shalafus shalih dan ahli sunnah waljamaah. Salah satu bukti adalah mereka menggolong-golongkan setiap firqah dan mereka berkelimangan pada hizbi dan bergabung dengan para mubtadi’. Sesungguhnya risalah para ulama telah bermunculan sebagai nasihat dan tahdzir atas para tokoh Al Ikhwaniyah seperti Hasan Al-banna (yang mengkafirkan kaum muslimin), Sayyid Quthub (yang mencela nabi Allah Musa sebagai orang yang Mazzaj serta memakhlukkan Al-Qur’an), Salman Al Audah (yang menghalalkan demonstrasi dan memberontak pemerintah) padahal semua tokoh hizbi ini taklain dan tak bukan menganut aqidah khawarij dan manhaj yang bathil yang menyelisihi Alqur’an dan Sunnah serta pemahaman salafus sholeh.

  12. kebenaran adl haq mutlak dr Allah. tidak ad dalam sejarah islam itu tegak di atas demokrasi,karena demokrasi adl sistim kuffar/thoghut kalah jauh dg manhaj islam yg syamil mutakamil. sbg muslim sjati sdh tepat plh islam sbg milah. klo sdh th jln ke surga knapa msh milih jln ke neraka? Pilih mana islam ato demokrasi??

  13. Ass

    tolong dong jelaskan kpd sy apakah surga itu hanya diperuntukkan hanya untuk orang2 atau kelompok tertentu sj
    terus terang sy ini msh awam dan ingin belajar tentang ajaran islam yang benar menurut Alllah dan Rosulnya dan jg para sahabat..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Sesungguhnya dalam Alquran di dalam banyak ayat Allah azza wa jalla telah memberitahukan kepada kita siapa yang akan masuk jannah, seperti Surah Al-Buruj (85): 11 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga/jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.”

  14. bissmillaahirromaanirrahiim
    yaa rabbanaa hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi.
    asyhadu allaailaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu.
    yaa ALLAAH sungguh tiada tuhan selain Engkau, Engkaulah yang memiliki kehendak atas seluruh yang terjadi dan yang akan terjadi. wahai tuhan yang Pemurah hanya kepadam-Mu hamba yang hina ini memohon ampunilah kami dan seluruh saudara kami yang tersesat dari jalan-Mu, wahai rabb yang pengasih tunjukilah kami ummat ini kejalan yang telah rosul-MU contohkan. wahai tuhan pemilik hari pembalasan sungguh Engkaulah yang maha adil Yaa rabb hanya kepada-MU kami akan kembali maka ijinkanlah kami menghadap-Mu dengan jiwa yang tenang dan benar. rabbanaa taqabbal minnaa innaka antassamii’ul ‘aliim. aamiin

    Rancu jika dikatakan “yaa ALLAAH sungguh tiada tuhan selain Engkau”. Seharusnya, “Yaa Allah sungguh tiada sesembahan yang berhak diibadahi, kecuali Engkau”. Inilah akhi, pentingnya memahami makna laa ilaha illallah.

  15. Asalamu alaikum
    apa ikhwanul muslimin juga sesat yah

  16. assalamualaikum

    ana sudah ditarbiyah IM selama 4 tahun, dan tepat seperti artikel ini, memang benar IM mengelompokkan firqah, dan mereka begitu manut pada pemimpin mereka, alias ” sami’na wa atho’na” yang kebablasan, apa yang disampaikan diats di telan bulat2 tanpa dikaji ulang, padahal pemimpin2 itu tidak lah ma’sum dan belum dijamin surga seperti sahabat-sahabat rasulullah saw, yang sudah jelas dijamin surga oleh Allah..
    karena alasan ini lah saya keluar dari jamaah IM, dan tertarik dengan jamaah salafi.. tapi saya tidak punya link untuk mengetahui kepada siapa saya bisa mengaji di salafi di kota saya, medan.. tolong saya diberi solusi, jazakallah, semoga Allah selalu membimbing kita si jalanNya, amin

    Coba anti buka link ini, di situ ada kajian di Medan.
    http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1019 dan http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1097

  17. Assalamu’alaikum saudaraku..

    koq comment saya ngga diposting ya… Mudah-mudahan hanya masalah teknis saja.. Semoga Allah meridho’i kita selalu dalam apa yang kita lakukan.. dan semoga Allah memberikan rahmat Nya kepada kita semua.
    Jazakallahu Khairan Kasirat.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatu

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Sengaja tidak diposting. Afwan.

  18. assalamualaikum wr.wb

    yaa akhi..
    ana abu jumu’ah dari bekasi.
    sekarang ana sedang melanjutkan kuliah di malaysia.
    masya Allah di negeri ini ana seperti orang asing..

    berada di tengah2 syubhat dan bid’ah.
    terutama al-ikhwanul muflishun.
    mau menasihati pun ana merasa tak punya cukup ilmu.
    yang ada mereka malah tambah yakin dengan kesesatannya.

    ana putuskan untuk diam.

    apakah keputusan ini salah??
    atau kalau salah apa yang harus ana lakukan mengingat keterbatasan ilmu ana.

    Nb: buku shalat nabi karya Syaikh albani konon di haramkan di negeri ini.

    jazakallahu.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Diamlah dan belajarlah dengan tekun ilmu dien dari sumbernya yang murni.
    Barakallahu fiika

  19. kembali kepangkal jalan bang, bu, mas (kitabullah dan sunah nabi.) habis perkara jangan macam2 dan bikin sesat umat apa yang ada pada nabi turutilah dan tidak perna nabi malakukannya maka tinggalkanlah. gitu aja repot. bagaimana setuju? nah itulah keselamatan yang hakiki. Allah aja nuyuruh kita begitu kok. Islam itu tidak sulit namun jangan dipersulit.

    untuk umat islam, jagan terpengaruh dengan segala macam kelompok ini kelompok itu Islam itu hanya satu yaitu ajaran yang dibawah oleh Nabi Muhammad SAW tidak yang lain.

    maka sebaik2nya umat adalah yang perpegang teguh pada Alquran dan sunah Rasulullah. Allah huakbar.

  20. salam.

    ana amat bersetuju tentng perlunya kita kembali kepada al-quran dan assunnah .Merujuk kepada sebaik2 kurun iaitu 3 kurun pertama setelah wafatnya ar-rasul.

    Ana membuat kajian tentang hassan Al-Banna,untuk penjelasan lanjut ,untuk menolak tomahan terhadap ikhwan cuba rujuk usul 20.Cuba masuk google dan taip usul 20 @ usul isrin ,inshaalah segala persoalan antm akan terjawap.Semoga Allah memberi petunjuk kepada umat ini.

  21. (QS: An Nahl ayat 125)

  22. Bismillahirahmanirrahim, Assalamuallaikum Wr. Wb.

    wa’alaikumussalam wr wb

    Saya jujur adalah orang islam dan mencintai keislaman. Tak ada orang yang salah didunia ini yang ada orang yang keliru. Dan tak ada orang yang mau disalahkan.

    Memang beda ya salah dan keliru?

    Allahu Akbar, semoga Allah mengampuni kesalahan kita semua dan memberikan petunjukNya kepada kita hingga kita tau mana yang benar dan salah.
    Tak baik bersu’udzon baik secara langsung dan tidak langsung. Sekalipun dalam internet ataupun teknologi lain. Hizbut Tahrir, Salafi, Ikhwanul Muslimin, Syiah, Sunni adalah jemaah dalam satu agama dan keyakinan yaitu ISLAM DAN ALLAH.

    Antum kalau mau tahu siapa ikhwani, sufi, dan syiah, mudah saja. Banyak buku karangan ulama ahlus sunnah yang mengupas kesesatan paham kelompok2 tersebut. Bacalah. Oh iya, teman saya punya blog khusus bantah kesesatan Syiah Rafidhah al kafirun di: http://www.haulasyiah.wordpress.com. Coba pikir sama antum, syiah rafidhah itu mencela khalifah abu bakar dan khalifah umar sebagai jibt dan thaghut. Maka dalam doa mereka, kedua khalifah mulia ini mereka namai “2 Berhala Quraisy”. Dalam doa mereka: Ya Allah, bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarganya, laknatlah dua berhala, jibt dan thaghut Quraisy juga kedua anaknya.” Tahukah antum yang dimaksud kedua anaknya tak lain dan tak bukan adalah Aisyah dan Hafshah. Doa ini termaktub dalam kitab Miftahul Jinan. Nah, coba pikir sama antum, apakah perbuatan yang seperti ini disebut 1 agama dan keyakinan, Islam dan Allah? Na’udzubillah.

  23. “Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sombong walau hanya sebesar zarrah.”

    dan kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.

  24. Assalamu’alaikum. Subhanallah, banyak sekali ilmu untuk orang seawam saya. Sudilah antum memberi pencerahan di rumah sederhana ana. Syukron

  25. assalamualaikum wr.wb

    ana pernah baca buku, judulnya “SALAFI versus SUFI
    penulis Ali bin As- Sayyid al-Washifi.. Kerena di tempat
    saya banyak yang menganut ajaran Tasawwuf..
    Alhamdulillah.. tambahan ilmu buat ana.
    bagaimana tanggapan antum??

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    ana blm pernah baca.

  26. Afwan . . .
    Hanya saran
    daripada antum mencela ikhwanul muslimin
    Apa ndak sebaiknya antum mencela para Yahudi dengan zionismenya, Amerika dengan keangkuhannya, Jamaah Islam Liberal dengan kenyelenehannya . . .
    Kalau antum mencerca Ikhwanul muslimin seperti ini (padahal merekalah yang ikut berkorban membela palestina dan gaza) Para amerikayahudi dan antek2nya tepuk tangan seneng . . .

    Kalau ada waktu, mending mbak2 yang belum jilbaban,pemuda2 yang masih pacaran, anak2 yang lagi gencar2nya nyetel VCD porno itu lo dicarikan solusinya . . .

    Sepertinya ada kesamaan kan mereka dengan yahudi dan zionismenya.

  27. Assalamualaikum
    Jazakallahu Khoir,atas ditulisnya dan dimuatnya tentang kesesatan ikhwanul muslim, Demi Allah umat harus tahu kesesatan mereka agar menjauhi mereka.
    masih terngiang-ngiang bagaimana kesadisan khawarij (ikhwanul Muslimin ) membunuh syaikh Jamilurrahn di Afganistan. setelah salah satu syaikh mendengar kesaksian salah satu mujahid di afgan, yang terekam dalam sebuah kaset beliau menasehatkan untuk kita membongkar kesesatan ikhwanul muslimin, begitu juga para ulama yang lain mengajurkan hal yang demikian. kisah ini banyak diceritakan oleh para ulama, diantaranya Syaikh Rabi’ syaikh Muqbil, syaikh Abdul Malik Ramadhani dll.

  28. Seorang ‘ulama Salaf berkata:” Sesungguhnya ‘ilmu ini adalah agama. Maka hendaklah kalian melihat darimana kalian mengambil ilmu kalian”

    Ana heran terhadap orang-orang yang membela IM atau yang semisal dengan mereka..

    Apabila kila sedikit membaca riwayat hidup para ulama Ahlus Sunnah, maka akan kita dapatkan bahwa kehidupan mereka penuh dengan cahaya ilmu dan upaya yang susah payah lagi sengsara dalam menuntut ilmu..

    Peninggalan para ulama salaf dalam membimbing umat begitu tampak jelas dari uraian karya-karya ilmiyah mereka. Ada diantara mereka yang menulis satu permasalahan tentang aqidah, ada diantara mereka menulis uraian ilmiyyah dalam masalah Hadits, ada diantara mereka fiqih, ada diantara mereka yang menulis tentang masalah akhlaq dan lain-lain.

    Dan di saat ini, kita jumpai ada orang-orang yang begitu fanatiknya terhadap tokoh-tokoh semisal Hasan Al Banna, Sayyid Quthub dll. Bahkan ada yang berusaha mensejajarkan tokoh tersebut dengan Syaikhul Islam Abul ‘Abbas Ahmad ibnu ‘Abdul Halim ibnu Taymiyyah Al Harrani -rahimahullahu Ta’ala- .

    Padahal perbandingan tersebut perbandingan yang sangat jauh dan sangat tidak imbang.

    Kalau kita sedikit mencermati, keilmuwan apakah yang dimiliki oleh Hasan Al Banna atau Sayyid Quthub? Apakah mereka adalah para ulama yang memiliki keilmuwan yang kokoh dalam bidang aqidah? Atau fiqih? Atau Ushul Fiqih? Atau ilmu Hadits dan rijal? Atau Ilmu Tafsir? Atau Ilmu Tajwid?

    Ataukah kehidupan mereka sarat akan ilmu dan perjalanan menuntut ilmu syariat?

  29. Bismillah
    Ana bertetangga dengan seorang anggota IM dan kebetulan dia sebagai gharim di masjid tempat ana tinggal, apa kira-kira yang harus ana lakukan terhadapnya dan terhadap masyarakat ? Mohon sarannya. Jzkllh khoir

  30. Assalam
    insyaAlloh ana akan tetep istiqomah dengan apa yang ana janali sekarang di “IM”. insyaAlloh ana tahu tempat dimana ana bernaung,”IM”.
    smoga Alloh membukakan hati untuk saudara-saudaraku….
    terkadang yang haq memang sulit untuk dilihat,…

    wa’alaikumussalam
    Sayang anda istiqomah dalam kesesatan. seandainya fanatik buta itu hilang dari hatimu, tentu kamu bisa membedakan mana yg haq dan sesuai jalannya Rasul dan mana yang batil menyimpang dari sunnah Rasul. Wal’iyadzubillah.
    Saya jadi teringat akan rekan kerja (di kantor dulu), simpatisan IM. Masya Allah pergaulan dan fikrohnya bebas seperti orang awam, hobi musik baik barat maupun lokal, hobi ikhtilat. Begitukah wajah simpatisan IM? Bertahun-tahun ngaji tapi nggak beda dg orang awam.
    Semoga Allah memberiku dan anda petunjuk berupa kebaikan dan kemudahan dalam memahami dienul Islam yang murni dari kesyirikan dan kebid’ahan. Amin

  31. Bagaimana dgn manhaj Hasan Al Banna tentang
    1. Allah tujuan kami
    2. Rasulullah tauladan kami
    3. Al-Qur’an pedoman kami
    4. Jihad di jalan Allah Cita-cita kami tertinggi

    Ada yg salah dgn manhaj ini?

  32. saya pun berharap kepada seluruh kader IM baik yg ada dlm partai maupun tidak untuk mendahulukan ilmu daripada ro’yu masalah penafsiran setelah dalil yg jelas itulah yg disebut khilafiah. Dan saudaraku yg ada di salafi mudah2an ini adalah nasehat dr anda dgn penuh keikhlasan. Kl kt benar2 ikhlas berjuang untuk Islam dgn mengharapkan ridho Allah mari saling mendukung bkn saling menghina, biarlah Allah menjadi Hakim yg seadil-adilnya. Jgn menghakimi Jamaah lain yg masih Menyembah Allah SWT, bersaksi bahwa Muhammad Rasulullah dan Al-Qur’an sebagai kitabnya. Insya Allah kita akan bertemu diakherat dengan kebahagian. Amin

  33. Tentang manhaj Hasan Al Banna, maka realisainya seperti apa?

    Misal: Apakah ada teladan dari Rasulullah -shollallaahu ‘alayhi wa sallam- untuk memperingati kelahiran beliau dengan cara berpawai?

    Mas Anton, namanya nasehat atau penjelasan tentang suatu kelompok, ya jangan dianggap menghina. Kalau ada saudara kita yang menjelaskan tentang kesesatan seorang tokoh dengan bukti-buktinya, mbok ya ditelaah dan dipikir-pikir.

    Nah, kembali ke pertanyaan saya..Apakah tokoh semisal Hasan Al Banna itu mempunyai keilmuwan yang kokoh dalam ilmu Aqidah/Tauhid? Fiqih atau Ushul Fiqih? Atau ilmu Hadits? Atau ilmu Tafsir dan Qiroah? Ilmu waris? DLL? TRUS, kalau beliau memang memeliki ilmu2 tsb, apakah dia mengajarkan ilmu-ilmu tersebut kepada kaum muslimin?

  34. Assalamu’alaykum,,,
    Sempat ana berfikir bahwa tidak semua jama’ah salafi seburuk apa yang orang-orang katakan,,(wallohu’alam) namun setelah saya membaca artikel diatas dan membaca jawaban dari antum, ko ternyta fikiran ana salah,,mengapa antum merasa sangat benci sekali dengan “IM” padahal “IM” merupakan saudara seiman antum (semoga antum tahu kapan kita dikatakan saudara seiman).

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Kalau saja antum tidak terburu-buru dalam menanggapi suatu persoalan, niscaya antum akan mendapatkan faedah, insya Allah. Memang orang-orang IM adalah saudara muslim, tapi mereka terperosok kepada kebid’ahan dan terparahnya kepada kesyirikan. IM itu menyepelekan tauhid dan membiarkan orang-orang yang melakukan syirik akbar, seprti berdoa kepada selain Allah, thawaf di kuburan, dan bernadzar kpd penghuni kubur. Apakah antum diam saja melihat saudara muslim antum meremehkan tauhid?

    Hassan al-Banna dan para mursyid ‘am lainnya mungkin tidak terlalu banyak membicarakan tentang ilmu seprti fiqh, hadits dan sebagainya,, tapi mereka mengajarkan tentang akhlaq yang baik, bagaimana kita bersikap terhadap orang-orang yang tidak suka dengan jama’ah kita,,,dan itu merupakan ajaran Rosululloh SAW.

    Bukankah agama Islam itu kumpulan hadits. Yang keluar dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah hadits. Akhlak Rasul adalah hadits. Jika antum tahu Hasan Al Banna tidak membicarakan hadits, lalu agama apa yang dia bicarakan? Akhlak apa yg dia ajarkan? Hasan Al Banna dan teman-temannya mempunyai banyak manhaj. Hasan Al Banna sendiri adalah seorang sufi. Dia mempunyai kaitan kuat dengan sufiyah yaitu dengan membaiat Abdul Wahhab Al Hashafi di atas tarekat Al Hashafiyah Asy Syadzaliyah. Tarekat ini melakukan kesyirikan di dalam Islam. Apakah seperti ini ajaran Rasul? Jawab dengan jujur.

    Tafadhol antum saja akh,,mau membicarakan kami apa sj,,yang penting kami fokus bagaimana kami berdakwah agar ummat kembali ke Islam dan kejayaan Islam kembali bangkit seperti yang dikatakan oleh Rosululloh .
    Ana fikir zamannya kita berbeda, kita harus bertindak cepat bukan hanya mengurusi diri sendiri,,ingat!!!
    Wolluhu’alam…
    Wassalamu’alaykum…

    Seperti itulah kebanyakan kaum IM, fanatik terhadap golongannya. Tidak mau menerima ketika golongannya dikritik karena bersalah. Sifat hizbiyah yang tercela dalam Islam yang kalian bersandar dan bernaung kepadanya. Kalian memberikan pembelaan atau permusuhan karena golongan, BUKAN KARENA AGAMA!!!! Ketika kalian dikritik, kalian mengingkari dengan berdalih akhlak rasul tidak mencela saudaranya. Padahal kritikan terhadap kalian justru karena kalian menyelisihi akhlak Rasul dan agama Rasul.

  35. Nah..ternyata ada juga yang ngaku kalo Al Imam Asy Syahid Al Mursyid “MUNGKIN” tidak terlalu banyak membicarakan ilmu hadits, fiqih DLL…

    Trus, apa ini memang sebuah kemungkinan saja atau memang benar-benar terjadi? Atau memang tidak memiliki dasar-dasar ilmu tersebut?

    Kalau kita tidak punya dasar landasan ilmu -dalam masalah aqidah, fiqih, akhlaq DLL- maka bagaimana kita bisa berdakwah mengembalikan kejayaan Islam? Islam macam mana yang kita inginkan? Islam seperti Rasul dan para shahabatnya? Atau Islam seperti Washil bin Atho’ ? Atau Islam seperti Jahm bin Shofwan? Islam khawarij? Islam Syiah? Islam Sufi? Atau yang penting ISLAM dan ISLAM? Pokok-e ISLAM wae lah?

  36. mengapa orang2 ikhwani ini sok seakan2 mereka saja yg tau ttg IM, kenapa dia tidak menjadikan org2 mantan ikhwani sebagai ibrah? tanyakan kpd mereka mengapa mereka keluar? cukuplah untuk menjawabnya dalam buku “limadza taraktu da’watal ikhwanul muslimin” karya faisal bin qa’id al hasyidi.

    ana juga mantan ikhwany, istri ana mantan ikhwany, dan dan..banyak lagi. kami katakan manhaj ikhwany itu busuk!!!la yufid wa laa yanfa’

  37. Syukron atas kritikannya dan masukannya….Hanya Alloh Yang Maha Benar dan Dia tahu setiap hati manusia.
    Assalamu’alaykum…..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Yang terpenting itu adalah rujuk (kembali) kepada kebenaran ketika tahu kesalahan kita. Dan Allah Mahatahu setiap hati manusia.

  38. QS. An-Nahl: 125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah [845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [845] Hikmah: ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

    cukuplah Allah yang menjawab…

  39. Assalamu’alaikum, semoga rahmat dan karunia Allah selalu tercurah kepada mu wahai sudaraku seiman. setiap manusia mencari kebenaran pun termasuk dlm agamanya nabi Ibrahim mencari siapa Tuhan nya Nabi Musa,Isa semuanya mencari kebenaran dan antum smoga pencari kebenaran yang Allah tunjukan kebenaran agamaNya. Akhi ana aktif dalam tharbiyah dan inipun wjud pencarian tentang kebenaran dan tingginya agama Allah ini. kalaulah ana temukan kesalahn ana akn tinggalkan dengan memberikan pemahamn dan cara yang BAIK dan BENAR usahlah mengomentari pemahaman dan “pencarian” orang dengan cara yang kurang pas(menyinggung misalnya). Afwan, ini yg ana temukan dlm keseharian berinteraksi dg saudra ana yg “mengaku salafy”.tapi ana tdak ingin menilai suatu jama’ah hnya dri segelintir orang krna mgkin salah ucap atupun kurangnya ilmu. Saudaraku…. Islam butuh kerja nyata kita dalm menyebarkan cahaya Allah..!!! semoga Allah memberikan kesehatan dan panjang umur kepadamu dalam ridho Allah Swt. Wassalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Semoga kita diberi petunjuk oleh Allah jalan yang lurus dan antum menemukan apa yang antum cari. Sukron telah berkunjung di blog ana.

  40. na’am Allah maha benar serta Maha Baik tidak menerima kecuali yg baik2.jadikan yang telah mengicipi jeleknya IM sebagai ibrah, kemudian jgn berlarut2 berkubang disana.

  41. lakukanlah ajaran Islam sepeti apa yang engkau yakini (AlQuran dan sunah)

  42. Assalamu’alaikum,
    Salam kenal…
    boleh link dgn blog ana ga?
    Wassalam,
    http://www.abuzahrakusnanto.wordpress.com

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Salam kenal kembali, ahlan wa sahlan akhi.
    Tentu boleh. Jazakallahu khairan katsiro

  43. akhi yang kumuliakan karena Allah.
    ana gak mau banyak bicara. ana cuma mau diskusi ama antum 4 mata untuk menjelaskan syubhat-syubhat yang antum tujukan.
    ana katakan bahwa semua yang antum tuduhkan diatas sangat subjektif dan tak mencerminkan akhlak seorang muslim yang seharusnya lebih mengedepankan tabayun.
    kapan antum bisa?

    Boleh saja, ketemu di masjid al i’tisham sabtu pagi pukul 10-dhuhur. Atau kalau antum mau ziaroh ke tempat ana di Parung. Barakallahu fiik

  44. alamatnya dimana akh?

  45. katanya antum mau ketemu koq gak ngasih alamatnya?
    gak konkrit nich.
    yang jelas donk biar kita sama-sama enak.
    emang parung selebar daun kelor?
    emang masjid al-i’thishom cuma satu?
    bales ya!!!!!
    ditunggu.
    jazakallah akhi

    Masjid Al-Itisham, Belakang BNI 46 Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Insya Allah ana besok ke sana, kalau mau ketemu boleh saja.

  46. semoga Allah memberikan kekuatan kepada umat islam agar senantiasa istiqomah berada dalam kebenaran.
    mungkin antum ingat seorang ikhwan yang bernama junaedi putra yang waktu itu menuliskan komentar tentang artikel yang antum muat di blog antum.
    tanpa mengurangi rasa hormat ana kepada antum sbagai sesama muslim, rasanya perlu antum ketahui bahwa sebenarnya yang memberikan komentar atas nama rizky archdea adalah ana (junaedi putra).itu pun setelah meminta izin padanya. sengaja ana lakukan ini untuk membuat antum mau memuat tulisan ana.
    tanpa bermaksud kurang sopan kepada sesama muslim, ana awalnya hanya “coba-coba” untuk mengetahui apakah komentar macam itu akan antum muat atau tidak. namun amat aneh bagi diri ana pribadi. rupanya antum lebih suka memuat komentar yang seperti itu dari pada komentar yang ana tulis dengan kata-kata yang jauh lebih halus.
    yah apa boleh buat, komentar sudah dimuat dan antum mengundang. insyaAllah ana akan penuhi undangan antum setelah ana menyelesaikan skripsi. tolong doakan ana semoga skripsi ana selesai dengan baik, dan tepat waktu. setelah kewajiban ana yang paling mendesak itu telah ana selesaikan, dengan izin Allah ana akan penuhi undangan antum sekaligus untuk sillaturrahmi.
    semoga Allah beri kita umur yang panjang dalam keberkahan. amin
    afwan jika ada kata-kata ana yang menyinggung perasaan antum.
    oya jika bulan depan ana lupa tolong ingatkan ana lewat e-mail
    junaediputra@yahoo.co.id
    wassalamu’alaikum

  47. Aslm.
    Tolong dijawab ya………………
    Dari banyak comment di atas saya justru makin bingung……….
    Antar Jamaah saling menyalahkan baik itu
    IM ke Salaf, Ataupun Salaf Ke IM
    Pertanyaan saya apakah qt wajib mengikuti jamaah-jamaah yang saling menjatuhkan??
    background saya 3 thn tarbiyah di IM selama kuliah dan 1 tahun ini ikut pengajian salaf dan Alhamdulillah murobbi saya di kuliah tdk pernah menjelek2kan manhaj lain, kami mempelajari Al Quran dan sunnah sama seperti apa yang diajarkan di pengajian salaf.
    Buku2yang saya baca selama di IM sama seperti buku yang dianjurkan baca di Salaf…….
    bedanya….. amal yaumiyah saya, muamalah saya sangat terpantau selama di IM. sedang di salaf saya banyak belajar hal-hal yang bid’ah dan syubhat yang tidak diajarkan di IM. saat ini saya aktif di kedua manhaj ini
    Saya masih aktif di IM dan bekerja di sekolah Salaf dan belum menemukan permasalahan yang membedakan kedua manhaj ini….
    Apa yang harus saya lakukan berikutnya………….???
    apakah menjalani keduanya??karena saya nyaman aja di kedua jamaah ini karena ukhuwah yang erat di kdua jamaah ini

  48. Fenomena saudara restupm sebenarnya memberikan ibroh kepada kita semua, semua harokah yang terbangun untuk lii i’laikalimatillah adalah sebuah rantai yang memiliki mata rantai yang saling kait mengkait, saling dukung mendukung; ketika mata rantai itu tidak saling terkait maka wujud kekuatan rantai terlemahkan. Terlemahkan oleh apa? terlemahkan oleh p e r b e d a a n p e m a h a m a n yang dikedepankan; mari untuk saat ini, detik ini; semua harokah islamiyah harus mengedepankan kesamaan faham untuk kebaikan ummah, dan bersama-sama melawan musuh yang sekarang ini tengah gencar-gencarnya melancarkan HAROKATUL IRTIDAD …! moga Allah SWT meridhoi langkah kita semua. Amien Ya Robbal Alamin; Mari mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri… Allahu Akbar

    na’am. semua harokah harus menyamakan paham, yaitu Islam sesuai dengan pemahaman salafush shaleh. Hancurkan bid’ah dan kesyirikan.

  49. assalamu`alaikum wr.wb
    bagaimana dengan nu,muh, dan organisasi islam besar lain?
    apa mereka sama dengan im

  50. Assalamualaykum, ana masih lumayan baru dalam mengenal ikhwanul muslimin,salafi, dan lainnya. sekarang ana ikut ROHIS kampus yang struktur kepengurusannya (hampir 90% dan menmpati posisi strategis) dikuasai oleh kader IM. menurut ana hampir seluruh kegiatannya mengadopsi dari IM. misalnya halaqoh dengan materi2x dari IM, kajian2x jg materi2x tarbiyah, dll. Ana belum menemukan hal2x yang sangat parah(jelas2x syirik) d kader2x IM kmpus ana. malah terkesan amaliyah mereka sangat baik, begitu militan dalam berdakwah. tiap halaqoh juga saling memotivasi.
    Akan tetapi memang menurut ana mereka agak membuat ana kecewa. seolah olah kebaikan itu untuk kelompoknya saja. Kesannya seperti kampus di kuasai IM sja. setiap kajian di kampus sebagian besar materinya dari ustadz2x tarbiyah, kajiannya juga tematik, masalah aqidah,fiqh dll jarang di bahas. pada waktu diklat/Open Recruitmen ROHIS juga materi tentang aqidah kurang mendetail penjelasannya. Pemateri juga setiap kali kajian juga berasal dari ustadz2x tarbiyah. jarang sekali dari gerakan dakwah lain(apalagi salafi).

    selain di kampus kost ana juga terkndisikan Islami tapi bkn kostan IM. ana skrng sering ikut kajian salafi, entah knpa ana lebih suka.
    temen ana yg di IM jga jarang bgt ikut kjian di luar kjian tarbiyah. sangat bagus dalam organisasi tapi dari segi keilmuan biasanya kurang diperhatikan.

    saran ana, bungkuslah kebaikan dengan bungkus yang baik. terus tuntut ilmu, jgn cuma mencari ilmu dari kelompoknya saja, jgn sampai ukuran benar salah ditentukan okeh pendapt kelompok, tnpa memperhatikan pandpat orang lain. jgn gmpng meng_kafirkan orang lain, karena hal itu pertanggung jawabannya besar.

    TERUS BERDOA, SAY NO TO ASHOBIYAH, FANATIK BUTA,
    FANATIK ITU WAJIB jika kita benar2x tahu dari al qur’an dan al hadist.

    afwan jiddan bila da kata yg salah.
    moga kita semua di beri petunjuk oleh ALLAH SWT.Amin.

    Jazakallahu khairan katsiro bagi2 pengalamannya. Semoga Allah memberkahimu saudaraku.

  51. assalamu’alaikum
    afwan. 10 tahun ana di IM, kok kayaknya ana belum pernah dengar tuh bahwa IM seperti artikel yang diatas…apakh IM memang seperti itu?

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Ya betul memang seperti itulah IM. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita.

  52. Alhamdulillah, sy sdh bergabung 18 th dg kelompok tarbiyah, dan sy tidak pernah merasa kelompok saya yg paling benar. sy bergabung krn sy merasa di dalamnya sy bisa ikut berdakwah dan beramal jama’i ketimbang sendirian, semata2 krn persoalan struktur agar dakwah lebih teroganisir, sama seperti halnya jamaah NU, Muhamadiyah atw salafi. kami tdk pernah diarahkan utk fanatik pada ulama tertentu, atw hanya mementingkan kelompok tertentu.objek dakwah kami adalah masyarakat umum..kami terbuka dgn siapapun.

    Tanggapan: …..Kami terbuka dgn siapapun… dengan syiah rafidhah, sufiyah, mu’tazilah, ingkarus sunnah, qodariyah, khawarij?

  53. selama di jamaah IM, ga pernah denger tuh, cemoohan spt itu dr guru2 kami.
    kami diajari unt memperbaikik keikhlasan, memperbaiki niat, memperbaiki qalbu kami…
    pada saat yg sama, kami diajarkan unt berinfaq, berkorban, jiddiyah, menuntut ilmu, taat pd qiyadah, qiyamul lail, olah raga, memperbaiki masyarakat, meramaikan masjid dll

    Betul bahwa di dalam Islam kita disuruh untuk memperbaiki niat, dll yang anda sebutkan di atas. Namun, semua itu harus sesuai dengan syariat (dalil). Tidak semata-mata mengikuti hawa nafsu dan perasaan. Adapun tulisan di atas lebih tepat disebut sebagai nasihat dan peringatan, daripada anda sebut sebagai hujatan.

    Justru disitus myQ; saya dapati ikhwah salafy paling demen… menghujat harakah lain…
    apa alasan saya unt menerima tulisan anda?

    Perlu diketahui bahwa Salafy itu adalah sifat. Siapa yang menisbatkan dirinya kepada salaf, dalam segala aspek kehidupan, maka dia adalah salafy ahlus sunnah, insya Allah. Adapun jika dia mengaku salafy, tapi kenyataannya perilaku dan kehidupan dia jauh dari salaf, itu tidak berarti dia mewakili salafy.

  54. Ukhti Tati dan saudara2q IM…orang yang telah lama di IM bergaul dengan mereka…hampir disetiap tempat (sepengetahuan ana)..mereka mencela dan melecehkan salafi.. bahkan sering mereka berkata “tauhid tauhid terus…kapan ngurus masyarakat?” satu pengalaman ana di tempat ana..da seorang akhowat yang keluar dari IM dan aktif di kajian salaf..sebelumnya dia aktivis partai dan kader IM yang merekrut orang lain tuk masuk IM beserta partai terkenalnya.. ketika mereka tau bahwa akhowat tersebut telah “beralih” mereka memprovokasi lewat keluarga akhwat sampai akhowat tersebut di usir oleh keluarga yang tak tau menau tentang IM dan Salaf..bahkan mereka sering sweeping kamar pribadi akhowat tersebut bersama ortu akhowat tersebut…sampai akhirnya kami mencarikan ikhwan tuk akhowat tersebut..dan mereka sekarang tinggal di jogja..yang bercerita bahwa itu atas permintaan murobbinya dulu dan akhowat2 IM adalah ortu tersebut kepada ana setelah semua mereda dngan pindahnya anaknya ke jogja…

    Masya Allah, betul demikian kejadiannya akhi?

  55. salam, Alhamdulillah banyak yang saya perolehi , saya harap ada banyak lagi artikel yang disiarkan

  56. salam ukhauwah fillah , Alhamdulillah . TQ teruskan usaha , jazakalllah hu khair

Tinggalkan Balasan