|
Suami Berhias untuk Istrinya Penulis: Ummu Salamah As-Salafiyyah |
| Kemudian beliau mengatakan, Berkata Waki’ dari Basyir bin Sulaiman dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, dia berkata, ” Aku suka berhias untuk istriku sebagaimana aku suka istriku berhias untukku, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (yang artinya): Sesungguhnya berhiasnya suami dihadapan istrinya akan membantu istri menundukkan pandangannya dari melihat laki-laki selain suaminya dan mendukung dekatnya hati.Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Dan mereka (para istri) memiliki hak yang seimbang dengan kewajiban mereka dengan cara yang ma’ruf.” (Q.S Al Baqarah : 228) Berkata Al-Hafidz Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini : Kemudian beliau mengatakan, Berkata Waki’ dari Basyir bin Sulaiman dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, dia berkata, ” Aku suka berhias untuk istriku sebagaimana aku suka istriku berhias untukku, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (yang artinya): Namun kenyataannya ada diantara suami yang mendatangi istrinya dalam keadaan rambutnya kusut masai,berdebu dan beraroma tidak sedap. Apabila dia mandi dan memakai wangi-wangian, dia malah keluar menemui teman-temannya dan tidak kembali kerumahnya (ke istri-istrinya) kecuali pada bentuk yang pertama, yang membuat hati itu lari dan membuat jiwa itu bergidik. Sebagaimana engkau menuntut istrimu untuk tampil di depanmu dengan penampilan yang bagus dan aroma yang sedap, bau yang wangi, maka demikian pula dia menuntut yang demikian darimu, karena dia memiliki perasaan seperti perasaanmu dan dia memiliki indra sebagaimana indramu. Dikutip dari buku : “Persembahan Untukmu, Duhai Muslimah” (Sebuah Pembelaan Terhadap Hak-Hak Wanita Menurut Aturan Syariat) |
Sumber: http://www.darussalaf.com/myprint.php?sid=470
Filed under: Akhlak


















